
anissa yang sedang sibuk denggan pekerjaannya tiba2 mendengar telepon kantor berbunyi. tak banyak pikir anissa langsung mengangkat telepon kontor itu dan meletakkanya di teliganya.
"hallo, assallamwallaikum dengan pt, R.A. grub apa ada yang bisa kami bantu?" ucap anissa ramah.
"wallaikumsallam, ini saya rayhan bisa ke ruangan saya sekarang?" ucap rayhan tersenyum.
"sekarang tuan?" anissa binggung.
"ya sekarang lah nissa mana mungkin besok" rayhan.
"baik tuan, saya ke sana sekarang juga" ucap anissa menutup sambungan telepon.
anissapun berjalan menuju ruangan rayhan sambil berpikir kenapa rayhan tiba2 memanggilny ke ruangannya. tak mau berpikir buruk anissapun menepis seluruh pikirannya tentang rayhan.
"assalamwallaikum tuan" ucap anissa mengetuk pintu yang tertutup rapat.
"wallaikumsallam, silahkan masuk nis" ucap rayhan ramah. anissa pun langsung masuk dan berdiri tepat di depan rayhan.
"ada apa tiba2 tuan memanggil saya ke sini?" anissa.
rayhan pun memberikan amplop coklat ke anissa dan menyuruh anissa membacanya. anissa pun menerima amplop itu lalu membacanya dengan teliti. setelah membacanya anissa hanya dapat menatap rayhan.
"ayo kamu sekarang ikut saya" ucap rayhan berdiri dari kursinya.
"ikut tuan kemana?" ucap anissa binggung.
"ya, ke pengadilan lah jadi kemana lagi? apa kamu mau pergi ke KUA bersama saya" ucap rayhan tersenyum sambil menaik turunkan kedua alisnya.
anissa pun hanya bisa tertunduk menyembunyikan wajah tomatnya. melihat tinggkah anissa rayhan pun hanya terkekeh geli. karna apalah daya rayhan ingin menyentuh tapi takut di gampar.
"kan kamu lihat sendiri jika waktu sidangnya nanti setelah jam istirahat. jadi ayo biar aku antar." ucap rayhan tersenyum.
"tapi tuan" belum sempat menyelesaikan omongannya tapi rayhan langsung memotong perkataan anissa.
"jangan banyak pikir ayo ikut aku nanti telat. kamu taukan jika jalanan di kota ini macat parah" ucap rayhan lalu melangkahkan kakinya ke luar.
tak punya pilihan anissa pun hanya bisa menggikuti rayhan. melihat anissa dan rayhan berjalan berbarenggan membuat para karyawan di sana menatap mereka penuh tanya. mereka pun saling berbisik satu sama lain.
__ADS_1
sesampainya di mobil rayhan pun membukakan pintu untuk anissa. anissa pun masuk, lalu mengucapkan terimakasi kepada rayhan. setelah menutup pintu anissa rayhan pun berjalan menuju kursi kemudi di samping anissa.
rayhan pun mengemudikan mobil mewahnya dengan kecepatan sedang sambil sesekali melirik anissa yang menatap ke luar jendela. namun tiba2 rayhan tersenyum mendengar cacing di perut anissa berdemo meminta makan.
"apa kamu lapar" rayhan
anissa hanya mengangguk sambil memegang perutnya. tak mau menghilangkan kesempatan emas untuk makan bersama anissa, rayhan pun melajukan mobilnya ke lestoran mewah terdekat.
sesampainya di lestoran rayhan pun membuka pintu anissa. lalu menyuruh satpam di sana untuk memarkirkan mobilnya. melihat CEO terkemuka di kota ini datang ke restorannya. direktur restoran itu pun langsung turun tanggan menyambut kedatangan rayhan dan anissa.
setelah sampai di meja yang di tunjukkan direktur restron itu rayhan pun menarik kursi dan mempersilah kan anissa untuk duduk. setelah itu barulah rayhan menarik kursi untuk dirinya.
"tuan muda mau pesan apa?" ucap direktur restoran itu.
"saya pesan menu makanan pavorid di sini dan untuk minumannya saya minta es lemon tea. kalau kamu pesan apa nis?" rayhan.
"samakan aja tuan" ucap anissa menatap kagum ke rayhan. karna kemana pun rayhan pergi akan diperlakukan sangat istimewa.
setelah makanan tersaji rapi di meja mereka. anissa pun langsung menyantap makanan itu dengan lahapnya. rayhan pun hanya tersenyum melihat anissa yang makan sangat lahap.
"ia tuan, maafnya tuan saya tadi pagi belum sempat sarapan" ucap anissa mengakhiri makannya.
"ia tidak apa2 saya senang saja melihat kamu makan sangat lahap seperti tadi". rayhan
"makasi ya tuan, karna tuan sudah banyak membantu saya. sampai2 tuan mau mengurus perceraian saya" ucap anissa menatap rayhan. rayhan pun hanya tersenyum menganguk.
setelah selesai melakukan makan siang rayhan dan anissa pun langsung menuju pengadilan agama. sesampainya di pengadilan anissa melihat robert dan juli sudah menunggunya di sana.
"mama sama papa sudah lama di sini?" anissa.
"papa sama mama baru saja sampai di sini" robert.
"brayen gak ikut om" ucap rayhan menengok kanan kiri.
"engak nak, brayen om titipkan ke tetangga. lagian om gak tega bawa brayen ke sini" ucap robert sedih. anissa pun hanya bisa diam menunduk.
sedang asik berbincang bincang tiba2 leon dan luna mendekati mereka. leon pun meraih tanggan robert dan juli dan mecium tanggan kedua orang tuanya itu secara bergantian.
__ADS_1
ingin menunjukkan dirinya berbakti kepada kedua mertuanya luna pun hendak meraih tangan robert namun langsung di tepis olehnya . juli pun sama langsung menyembunyikan tangannya sambil menatap sinis luna. leon pun hanya bisa diam melihat tingkah kedua orangtuanya itu.
"nis, kamu sudah berubah sekarang ya. kamu semakin cantik dengan hijabmu" ucap leon menatap kagum anissa.
"terimakasi" ucap anissa tersenyum tegar.
"apa kita bisa bicara sebentar?" ucap leon tanpa memperdulikan luna yang menatapnya tajam.
"tentu saja" anissa pun meminta izin kepada juli dan juga robert lalu berjalan mengikuti leon.
"apa kamu tidak mau menarik keputusanmu nis?" ucap leon menatap anissa penuh permohonan.
"maafkan nissa bang, keputusan nisa sudah bulat" ucap anissa menahan air matanya.
"coba kamu pikirkan brayen nis" leon.
"ini bukan keputusanku sendiri bang tapi permintaan brayen juga" anissa.
bagai tersambar petir di siang bolong perasaan leon pun hancur mendengar perkataan anissa. brayen putra kandungnya sendiri meminta supaya anissa berpisah dengganya.
"kamu sudah bahagia dengan keputusanmu menikahi luna bang. jadi biarkan aku dan brayen memilih jalan hidup kami" ucap anissa tak sanggup lagi membendung air matanya.
"apa karna pria itu kamu meminta pisah dari abang?" ucap leon menatap rayhan dengan tajam.
"jangan kau samakan aku denganmu bang" ucap anissa menatap tajam leon.
melihat tatapan anissa leon hanya bisa diam tak berkutik. karna baru kali ini dia melihat mata anissa penuh dengan kemarahan.
"nissa harap abang bahagia dengan wanita pilihan abang. nissa juga berharap agar abang tidak mengulangi kesalahan yang sama lagi" ucap anissa pergi meninggalkan leon.
anissa menghampiri luna yang berdiri sendirian memperhatikanya sedari tadi. luna pun tersenyum sinis ke anissa menandakan kemenangannya mendapatkan leon.
"pergilah ambil apa yang sudah kau rebut dariku. ku lepaskan dia dengan ikhlas agar bisa bersamamu. tertawalah sesukamu untuk merayakan kemenanganmu saat ini. tapi kau harus ingat hukum alam pasti akan berjalan" ucap anissa tersenyum lalu pergi meninggalkan luna.
lunapun sangat geram melihat sikap anissa yang sekarang. luna mengepalkan kedua tanggannya menatap tajam anissa. lalu luna menghampiri leon yang hanya berdiri di tempatnya menatap anissa penuh dengan penyesalan.
bersambung....
__ADS_1