
karna kantor dan sekolah brayen searah anissa yang menumpang mobil tika pun mengantar brayen ke sekolah terlebih dahulu.
"sayang jangan nakal sama ibu guru ya, mama kerja dulu ya sayang" ucap anissa mencium kening brayen.
"ia ma" ucap brayen. mendengar bel sekolah sudah berbunyi brayen pun langsung masuk ke ruang kelasnya sambil melambaikan tanganya ke anissa.
melihat brayen telah memasuki kelas anissa dan tika pun langsung menuju kantor. sesampainya di kantor mereka pun berpisah karna lia bekerja sebagai menejer pemasaran di kantor itu.
melihat bos besarnya sedang berjalan memasuki pintu utama anissa pun langsung berdiri memberi hormat ke rayhan. pemandangan itu lah yang membuat rayhan semakin betah di kantor karna pertama kali memasuki pintu utama ada bidadari yang selalu menyambutnya.
setelah melihat rayhan telah melangkah jauh anissa pun kembali ke tugasnya. pekerjaan yang menumpuk membuat anissa sangat sibuk. hingga anissa tak menyadari sudah waktunya untuk istirahat.
"nis, makan siang di kantin yok" ucap sarah menghampiri anissa.
"udah istirahat ya kak?" ucap anissa melirik jam tanggannya.
anissa pun membereskan mejanya lalu pergi ke kantin untuk makan siang bersama luna yang sekarang menjadi sahabatnya.
"lia dimana ya kak? kok belum muncul juga" anissa
"gak tau tuh, paling ada pekerjaan penting kali" sarah. tiba2 orang yang mereka bicarakan pun tiba2 muncul.
"kakak, sarah kalian ningalin aku ya" ucap lia memayunkan bibirnya. keduanya pun hanya tersenyum melihat tingkah lia.
"haii, madu kakakku." ucap leni adik luna tiba2 datang.
anissa dan lia pun hanya diam tak memperdulikan leni. sedangkan sarah hanya menatap anissa penuh tanya karna dia tidak tau permasalahan rumah tangga anissa.
" aku lihat setelah di campakkan suamimu incaranmu mantap juga ya, penampilannya aja yang nampak alim tapi aslinya murahan" ucap leni tersenyum sinis.
__ADS_1
lia yang emosi melihat anissa dihina oleh leni hendak berbicara namun di halangi oleh anissa.
" jangan biarkan emosimu menguasai dirimu" ucap anissa menenangkan lia
" pantas saja ya kau meminta cerai dari suamimu. karna kau sudah mengincar tuan rayhan sedari lama" ucap leni mempermalukan anissa. namun anissa hanya diam menunduk.
"tau gak teman2 wanita yang terlihat sangat alim ini ternyata memiliki sifat yang buruk. coba kalian pikirkan dia masih mempunyai suami tapi ketika dia kecelakaan dia tidak mengabari suaminya. tau gak alasanya kenapa? karna disaat sakit dia di rawat oleh pak rayhan" ucap leni mempermalukan anissa. sehingga membuat para karyawan di kantin itu ricuh.
" coba kalian pikirkan wanita yang bermain di belakang suaminya apa pantas memakai pakaian seorang muslimah? dia memakai jilbabnya ini hanya untuk menarik perhatian tuan rayhan atau para pria kaya raya di luar sana." ucap leni tertawa puas.
"cukup... jangan kau hina jilbabku dan apa hakmu menyatakan pantas atau tidaknya seseorang mengenakan pakaian ini?" bentak anissa penuh amarah.
leni pun hanya tertawa lalu menyoraki anissa di ikuti oleh karyawan lainnya.
" ya, saya memang pernah di rawat oleh tuan rayhan. karna suami saya leon sibuk mengurusi istri mudanya yaitu kakak kamu luna." bentak anissa. leni pun menatap tajam anissa.
" jangan kau cari keburukan orang lain hanya untuk menutupi keburukanmu . karna orang lain juga punya otak dan juga lidah untuk mencaritau dan mengumbar keburukanmu", ucap anissa tersenyum sinis leni pun hanya bisa terdiam mendengar ucapan anissa.
tak terima akan ucapan anissa leni pun mengangkat tangannya hendak menampar anissa. namun anissa dengan sigap menangkap tanggan leni lalu menepisnya dengan kasar.
" aku pernah jauh lebih kejam dari pada iblis sebelum aku berubah menjadi diriku yang sekarang, jadi jangan sekali kali kau membangunkan jiwa iblisku kembali" ucap anissa dengan tegas sambil menunjuk wajah leni.
"jangan sekali kali kau membangunkan macan yang sedang tidur karna kau akan sanggat menyasalinya." ucap anissa tersenyum sinis lalu pergi meninggalkan leni yang terlihat begitu kesal karna gagal mempermalukan anissa.
melihat anissa yang dulunya lemah, lembut dan gampang menangis jika ada masalah sekarang berubah menjadi wanita yang begitu tegas dan kejam. leni pun hanya bisa menatap sambil membuka mulutnya tak percaya.
sedangkan sarah menatap kagum atas sikap anissa yang begitu tenang tapi terlihat sangat menakutkan. para karyawan di sana pun tak berani berkata kata lagi karna telah melihat sisi kejam anissa.
hingga kejadian pertengkaran anissa dan juga leni pun terdengar di telinga rayhan. rayhan pun menyuruh zidan untuk memeriksa cctv kantin dan segera memberikanya kepadanya.
__ADS_1
"tuan ini potongan cctv yang tuan minta" ucap zidan menyerahkan memory card ke rayhan.
rayhan pun memasukkannya ke leptopnya lalu membuka isi rekaman itu. rayhan pun hanya tersenyum melihat sikap anissa yang begitu tenang tapi terlihat sangat menakutkan.
"zidan coba kamu perhatikan ini. anissa yang terlihat sangat lemah lembut ternyata juga bisa jadi iblis yang menakutkan" ucap rayhan menunjuk leptopnya.
"benar tuan sakit hatinya terhadap leon tak hanya mengubah penampilannya tapi juga mengubah jiwanya yang lemah menjadi sanggat kuat dan juga tegar untuk menghadapi semua masalahnya" ucap zidan menatap kagum sikap anissa.
" kamu benar kegagalan membuat seseorang menjadi jauh lebih kuat" rayhan.
"tapi bagaimana dengan perceraian anissa?," ucap rayhan mengalihkan pembicaraan.
"saya baru saja di beritau oleh pengacara jika besok sidang perceraian nona anissa tuan" zidan.
"baiklah kamu tidak usah beritau anissa dulu biar saya yang memberitaunya sendiri" rayhan.
setelah berpamitan dengan rayhan, zidan pun meninggalkan ruanggan CEO itu lalu kembali ke ruanganya. setelah di tinggal zidan rayhan pun kembali menyelesaikan tugasnya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
di rumah leon ada seseorang tukang pos memberikan surat keluna. luna pun menerimanya setelah menandatanggani tanda terima. penasaran akan isi suratnya luna pun membukanya.
"wah.. jadi anissa beneran menggungat leon. akhirnya hari yang kutunggu tunggu datang juga" ucap luna gembira.
setelah anissa pergi dari rumah leon, luna pun terus memaksan leon agar membawanya ke rumah itu. dengan memanfaatkan bayi yang ada di kandunggannya akhirnya leon pun mengalah dan membawa luna ke rumahnya.
luna pun memberikan surat itu ke leon. leon membaca surat panggilan dari pengadilan agama itu pun membelalakkan matanya. dia tak menyangka jika anissa berani menggugat dirinya.
karna kesal leon pun meremas surat itu dengan mata memerah. melihat amarah leon luna pun menenangkan leon dan memberikan rayuan mautnya agar mau menerima gugatan anissa di sidang besok.
__ADS_1
bersambung...