
anissa begitu di kagetkan dengan sepasang kekasih yang sedang bercandaria di parkiran. anissa mencoba mengucek ucek matanya tak percaya dengan apa yang dia lihat .
"anda tidak apa apa nona?" ucap supir binggung melihat tingkah nona mudanya
"saya tidak apa apa. kamu tunggu di sini saya mau bertemu seseorang" ucap anissa langsung pergi.
"ehem" dehem anissa memecahkan keromantisan keduanya.
"anissa" ucap tika kaget.
"sejak kapan kalian sedekat ini?" ucap anissa menatap tajam keduanya.
"maaf nis kami sudah sedekat ini semenjak double date yang kamu rencanakan" ucap dion mengaruk kepalanya yang tidak gatal.
"kenapa kalian tidak mengatakannya kepadaku?" ucap anissa kesal.
karna berapa kali dia mencoba mendekatkan keduanya selalu saja gagal. tika terus saja tidak merespon perkataan anissa hingga membuatnya pising bagaimana cara menyatukan keduanya.
"maaf nis. tapi kami juga sudah mau menikah ini undangannya" ucap dion cengegesan sambil menyerahkan undangan ke anissa.
"apa?" ucap anissa kaget sambil membulatkan matanya.
"maaf nis. kakak belum sempat mengatakannta kepadamu jika kakak sudah melamar tika menjadi istri kakak dan tika langsung setuju" jelas dion sambil mengaruk kepalanya yang tidak gatal.
" kalian harus meneraktirku hari ini" ucap anissa melipat kedua tanggannya.
"kalau cuman itu syaratnya agar adik kecilku ini tidak marah ayo kakakmu ini akan meneraktirmu sepuasnya" ucap dion mencubit hidung mancung anissa.
"aww.. sakit kak" ucap anissa memayunkan bibirnya.
"sudah ayo" ucap tika membawa anissa ke dalam mobil dion.
"tapi aku harus mengatakannya dulu ke supirku" anissa.
"tenang saja biar kakak yang mengatakannya" dion.
anissa hanya mengangguk mengerti. jujur dia memang marah kepada sahabatnya itu karna sudah mengerjainnya.
karna tanpa ikut campur tanggan anissa pun tika memang sudah menyimpan rasa ke dion. tapi karna anissa yang terlalu heboh membuatnya malu untuj membalas cinta dion.
__ADS_1
hingga saat dion melamarnya untuk menjadi istrinya tika langsung saja menerimanya tspi tidak memberitau anissa takut anissa akan memberitau ke semua orang dan terus saja menggodanya.
"kita mau ke mana dulu nis?" ucap dion menatap anissa dari kaca spion dalam mobil.
"kita makan dulu yuk kak. aku sudah lapar ni" ucap anissa mengelus elus perutnya
tika yang duduk di samping dion hanya tersenyum melihat tingkah sahabatnya itu yang tak berhenti makan.
mendengar ucapan anissa dion langsung saja menginjak pegal gas mobilnya menuju restoran pavorit anissa.
sesampainya di restoran mata anissa langsung tertuju ke arah pria yang duduk seorang diri seperti menunggu seseorang.
tanpa banyak pikir anissa langsung saja menemui pria itu. dion dan tika hanya mengikuti kemqnapun anissa pergi. takut jika anissa melakukan kecerobohan dan mempengaruhi janinnya maka sudah pasti mereka akan terkena amukan rayhan dan brayen karna tidak bisa menjaga wanita yang paling berharga dalam hidupnya.
" hey... kamu ngapai**n di sini sendirian?" ucap anissa langsung duduk.
"eh kakak sama siapa?" ucap alex mengerutkan dahinya.
"sama kak dion dan tika" ucap anissa menunjuk ke arah tika dan dion yang duduk di samping meja mereka.
sadar dirinya yang di bicarakan anissa dion dan tika langsung tersenyum ke arah alex.
"kakak lagi males saja ikut kakakmu ke kantor. tapi kamu sudah pesen makanan?" tanya anissa yang sudah kelaparan.
"sudah. memang kakak mau pesan apa?" alex.
"kakak mau soto ayam sama jus jeruk. dan satu lagi ikan nila saus pedas manis" ucap anissa semangat
"baiklah biar ku pesan dulu ya" ucap alex pergi memesan pesanan anissa.anissa hanya tersenyum mengangguk.
setelah tak menunggu lama akhirnya pesanan mereka tertata rapi di meja. anissa yang menatap makanan itu langsung menelan ludahnya kasar.
dengan semangat dia mau menyantap makanannya namun ketika hendak memasukkan sesendok makanan ke mulutnya tiba2 dia menghentikannya lalu menatap makanan itu dengan sedih.
anissa langsung mengingat sang suami karna semenjak mengandung dia tidak mau makan jika tidak dari tanggan suami tercinta.
alex yang menatap sikap kakak iparnya langsung mengerti.dia langsung mengambil makanan sang kakak.
"sini biar aku suap" ucap alex menyodorkan makanan ke mulut anissa.
__ADS_1
melihat sikap sang adik ipar yang sangat pengertian kepadanya langsung tersenyum bahagia.
dengan lahap anissa menerima setiap suapan dari alex. sesekali alex mengelap dengan lembur bibir anissa yang berselemotan.
alex memang sangat menyanyangi anissa. karna anissa kakaknya rayhan bisa berubah jadi jauh lebih baik dan meninggalkan segala keburukannya.
walaupun anissa sering sekali merepotkannya dan sering meminta yang tidak tidak kepadanya tapi alex selalu menurutinya dengan senang hati.
disaat sedang asik menyuapi anissa tiba tiba seorang wanita cantik dan berpenampilan elegan datang menemui mereka dengan penuh amarah...
plakk...
satu tamparan mendarat di wajah tampan alex. anissa yang terkejut hanya bisa menatap wanita itu dengan tajam seakan tidak terima adik iparnya di tampar di depan matanya.
"apa apaan ini?" bentak anissa dengan tatapan begitu tajam.
"apa apaan kau bilang? apa kau tidak tau jika lelaki yang sedang bermesraan denganmu adalah kekasihku" bentak yuni pacar alex tak mau kalah.
" *yun sudah biar aku jela*skan semuanya" ucap alex menengahi.
"cukup kau bilang. setelah aku melihat kau bermesraan dengan perempuan murahan ini apa lagi yang mau kau jelaskan ha" bentak yuni penuh amarah karna dia tidak tau jika wanita yang sedang bersama alex adalah kakak iparnya.
"jaga omonganmu ya" ucap anissa tak terima.
"apa jadi kau mau apa ha. percuma kau memakai hijab tapi kelakuanmu sungguh murahan" ucap yuni menghina anissa.
"apa kau bilang" ucap anissa tak terima langsung menjambak rambut yuni.
tak mau kalah yuni langsung membalas kelakuan anissa hingga pertengkaran kedua wanita itu tak dapat di herai.
"yuni sudah cukup" bentak alex mendorong tubuh yuni karna tak terima melihat wajah kakak iparnya terluka karna cakaran yuni.
walaupun luka yang di dapat yuni jauh lebih parah dari luka anissa tapi alex tak terima jika kakak iparnya dilukai oleh siapapun walaupun itu kekasihnya sendiri. mengingat sang kakak ipar sedang mengandung keponakannya.
" alex apa wanita seperti ini yang ingin kau jadikan menantu di keluarga kita?" ucap anissa penuh amarah karna yuni membawa bawa hijabnya.
"maaf kak aku tidak tau jika kelakuannya seperti itu" ucap alex menunduk bagaikan anak yang sedang di marahi ibunya.
mendengar perkataan anissa, yuni langsung berpikir keras siapa sebetulnya wanita yang dia hadapi sehingga kekasihnya begitu menurut kepadanya.
__ADS_1
bersambung...