Penghianatan Terdalam

Penghianatan Terdalam
part 65


__ADS_3

melihat kemarah anissa yang begitu memuncak dion dan tika langsung menenangkannya takut terjadi sesuatu ke dalam kandungan anissa.


"sudah nis ingat kandunganmu" ucap tika menenangkan.


"wanita ini sudah keterlaluan tik. beraninya dia membawa bawa hijab yang aku kenakan" ucap anissa menatap yuni dengan tajam.


" sudah kak ingat kandungan kakak, kak rey pasti sangat marah mengetahui ini" ucap alex sambil mengusap darah segar yang mengalir di wajah mulus anissa karna ulah yuni.


degh...


jantung yuni langsung berdegup kencang mendengar perkataan alex. dia sadar jika wanita yang berurusan dengannya adalah istri dari orang yang paling terpandang di kotanya sekaligus kakak dari kekasihnya.


" baik aku akan diam asalkan kau tinggalkan wanita yang tak tau sopan santun itu. atau aku akan mengadu ke papa dan kakakmu" ucap anissa mengancam.


bukannya marah karna kakak iparnya mengatur hubungannya alex malah diam menunduk merasa bersalah karna dirinya kakak iparnya harus berurusan dengan yuni.


" ok ok demi kakak ku tersayang apapun akan aku lakuakan. tapi aku mohon kontrol emosi kakak pikirkan keponakanku yang ada di kandungan kakak" ucap alex menenangkan anissa.


"ok baiklah. aku mau pulang" ucap anissa memayunkan bibirnya.


alex hanya bisa mengaruk kepalanya gatal lalu menatap tajam ke yuni.


"aku memang mencintaimu tapi aku tidak menyangka kelakuanmu seperti ini. jadi maaf aku tidak bisa memaafkan orang yang berani mencelakai bahkan merendahkan kakak iparku" ucap alex lalu pergi bersama anissa meninggalkan yuni seorang diri.


sedangkan dion dan tika hanya bisa menatap kagum ke alex. mereka tak menyangka jika alex bisa membela anissa sampai segitunya.


memang mereka sudah tau jika alex sudah menganggap anissa seperti kakak kandungnya sendiri.


sesampainya di mobil alex langsung mengambil kotak p3k yang dia sedikan di mobil. dengan teliti dia membersihkan luka anissa akibat cakaran yuni.


"ya allah sebegininya calon keponakanku merepotkanku masih dalam kandungan aja sudah seperti ini bagaimana nanti jika sudah terlahir dan tumbuh besar nantinya. apa aku akan jadi perjaka tua nantinya" batin alex menatap lekat wajah anissa.


mengingat semenjak mengandung anissa jauh lebih dekat dengannya bahkan tak segan2 suka bermanja manja dan meminta ini itu kepadanya.


sampai setiap orang yang melihat mereka pasti berpikir mereka adalah sepasang kekasih. sebab itulah setiap wanita yang dekat dengan alex selalu menyingkir karna ulah anissa.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


di kantor rayhan.


rayhan sedang sibuk dengan setumpuk dokumen yang ada di meja kerjanya. karna sang istri terus saja menempel dan menganggu pekerjaannya maka pekkerjaan rayhan selalu terbengkalai.


rayhan menatap sofa yang ada di ruangannya. sofa itu adalah tempat pavorit istrinya jika ikut ke kantor. tiba2 rasa rindu akan ulah sang istri menguasai hatinya.


rayhan tersenyum sendiri membayangkan tingkah jahil sang istri semenjak mengandung yang suka sekali merepotkqn adiknya alex dan juga sekertarisnya zidan.


sehingga keduanya tidak ada lagi waktu untuk bermain dan bahkan mengurusi percintaan mereka.


"permisi tuan" ucap zidan langsung masuk tanpa mengetuk pintu.


"ada apa?" ucap rayhan datar setelah tersadar dari lamunannya.


"saya tadi mendapat kabar jika nona muda bertengkar dengan yuni kekasih alex" ucap zidan melaporkan kejadian di restoran.


rayhan memang menyuruh pengawal bayangan untuk mengawasi istrinya kemanapun dia pergi. rayhan tidak mau terjadi apa2 kepada istri dan anak di dalam kandungannya.


"mengapa mereka bisa bertengkar" ucap rayhan mengerutkan keningnya.


tanpa banyak pikir zidan langsung saja menceritakan semua kejadian di restoran sesuai dengan laporan pengawal anissa.


"tuan apa aku dan alex nantinya akan jadi perjaka tua karna ulah calon keponakan kami sendiri" ucap alex lesu mengingat dirinya juga sempat putus dengan kekasihnya karna ulah anissa yang menyuruhnya membeli sebuket bungga mawar putih untuknya.


sialnya sama seprti alex, disaat itu juga kekasih zidan melihatnya dan mengira jika anissa dan zidan ada hubungan spesial.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


di mension rayhan.


anissa duduk bersantai sambil menonto tv di ruang tamu. alex dengan setia menemani kakak iparnya duduk di kursi yang berbeda.


sambil sesekali melirik luka di wajah kakak iparnya jujur dia memang kesal karna kakak iparnya dia harus putus dengan kekasihnya yuni.


tapi di sisi lain dia malah benci ke yuni karna telah melukai kakak iparnya terlebih lagi dia tak menyangka jika yuni bisa bertindak seperti tadi.


anissa yang terlalu asik menonton acara tv sampai sampai tak sadar jika sang suami sudah pulang daru kantor.

__ADS_1


"sayang wajahmu kenapa?" ucap rayhan duduk di samping anissa sambil memegang luka di wajah sang istri.


"sayang" bukannya menjawab anissa malah memeluk posesif suaminya. membuat kedua joker di depan mereka merasa iri akan keromantisan mereka.


"ehem kak jangan bermesraan di depan kami yang jomblo ini dong" ucap alex memelas.


"itu makanya cepet punya istri" ucap anissa malah mengeratkan pelukannya sambil menciumi wajah suaminya.


alex dan zidan hanya bisa manarik napas dalam2 atas sikap anissa yang berubah ubah.


"sayang tika dan kak zidan minggu ini mau menikah. jadi kita besok belanja baju ya" ucap anissa dengan semangat.


rayhan hanya menatap aneh sikap sang istri yang biasanya susah sekali diajak shoping ini malas dia sendiri yang meminta.


"memang sayang mau beli apa?" ucap rayhan mengelus lembut hijab sang istri.


"aku mau beli baju sayang baju aku sudah bosen dengan baju lamaku. jadi besok aku mau belanja sepuasnya" anissa.


"baiklah apapun kalau untuk istriku tersayang akan aku lakukan" ucap rayhan menciumi kening anissa.


"terimakasi sayang" ucap anissa tersenyum senang lalu memeluk erat tubuh kekar sang suami.


"tapi brayen mana sayang? kok tidak kelihatan" ucap rayhan mencari keberadaan putranya.


"brayen tadi pergi sama papa robert dan mama juli katanya mau jalan2 paling nanti malam baru pulang" jelas anissa. rayhan hanya menagnguk mengerti.


" kalian kok masih di sini?" ucap rayhan menatap adik dan sekertarisnya itu masih betah menonton keromantisan mereka.


"aku tidak mau pulang aku mau nginap di sini" alex


"ia benar aku juga mau nginap di sini" zidan.


"wah kalian mau nginap di sini. baiklah aku akan masak makanan terenak untuk kalian" ucap anissa penuh semangat lalu menuju ke dapur untuk memasak


"ok kak. kalau masakan kakak sudah pasti enak" ucap alex penuh semangat karna dia sangat menyukai masakan sang kakak ipar.


sepeningalan anissa ketika cowok kerwn itu saling bercandaria bersama. sesekali zidan juga menyinggung alex yang putus dengan kekasihnya karna ulah sang kakak ipar.

__ADS_1


bersambung ...


__ADS_2