Penghianatan Terdalam

Penghianatan Terdalam
part 58


__ADS_3

"bagaimana keadaannya" ucap leon mengelus perut buncit luna.


"dia baik2 saja, dokter kiriman anissa sering datang kemari memeriksa kandunganku" ucapan luna sedih mengingat kebaikan anissa.


walaupun dia begitu jahat ke anissa tapi anissa masih baik saja kepadanya. anissa sering mengirim makanan bergizi untuk luna dan kandungannya.


bahkan anissa juga menyuruh dokter spesialis kandungan dari rumah sakit bram untuk memeriksa kandungan luna setiap bulannya.


tak lupa anissa juga menyuruh polisi di tahanan anissa untuk memwriksa makanan luna. beserta obat dan susu untuk luna itu semua bukti bahwa anissa memiliki hati yang begitu bersih tanpa ada noda sedikitpun.


mendengar ucapan luna, leon merasa bersalah karna telah menyakiti orang sebaik anissa. leon juga bersyukur karna anissa masih memikirkan kandungan di dalam kandungan luna.


"anissa memang sangat baik, dia berhak mendapatkan kebahagiaan seperti saat ini" ucap leon dengan tatapan kosong.


" aku merasa bersalah karna pernah menyakiti anissa. tapi kamu masih tetap mau mempertahankan hubungan kita kan?" ucap luna menatap leon memohon.


jujur selama di dalam tahanan dia terus saja dihantui rasa bersalah. tapi yang lebih dia takutkan jika leon meninggalkannya karna dia pernah menyakiti brayen hingga dia harus menekam di dalam jeruji besi.


" maaf kalau untuk itu aku perlu waktu untuk memikirkannya. tapi kamu tenang aja setelah kamu melahirkan aku akan mengurus anak kita dengan baik. aku juga akan sering membawanya untuk mengunjungimu" ucap leon lirih.


jujur dia sangat kecewa dengan sikap luna yang berani melakukan kejahatan kepada putranya. tapi dia juga harus memikirkan anak yang ada di dalam kandungan luna.


"maafkan aku, aku bersalah. aku terlalu iri akan semua yang dimiliki anissa hingga aku melakukan segala hal untuk menjatuhkannya. aku mohon maafkan aku" ucap luna memohon.


" aku sudah memaafkanmu. tapi, untuk hubungan kita tolong beri aku waktu" ucap leon melepas genggaman luna.


mendengar ucapan leon, luna hanya mampu menutup wajahnya sambil menyesali segala perbuatannya.


"kamu boleh bersedih tapi tolong jaga anak kita. jangan kau ulangi kesalahan lagi. aku harap kamu bisa berubah jadi yang lebih baik lagi" ucap leon tersenyum sambil mengelus lembut rambut panjang luna.


luna hanya mampu menatap wajah leon dengan tatapan kosong. dia tak mampu berkata kata lagi.


"maafnya aku harus pergi, karna sudah lama aku tidak mengunjungi bengkel. kamu baik2 di sini ya jaga kesehatanmu dan anak kita" ucap leon mengelus perut buncit luna lalu menciumnya lembut.


luna hanya diam terharu melihat perlakuan leon yang begitu lembut kepadanya walaupun dia sedah melakukan kesalahan yang begitu fatal.


masih di kantor polisi.


terlihat seorang wanita yang sudah sangat frustasi penampilan yang begitu acak acakan dan tak terurus.

__ADS_1


leni merenung seorang diri di sudut ruangan tahanan. tak jarang dia berkelahi dengan tahanan lain hingga membuat tubuhnya babak belur.


tak jarang juga dia melihat setiap wanita di dekatnya seperti anissa hingga membuatnya geram lalu mengjajarnya. sambil berteriak "kanapa kau rebut rayhan dariku. dasar wanita muraha wanita pelakor"


semacam itulah dia meneriaki semua wanita yang ada di dekatnya karna dia mengira semua wanita itu adalah anissa yang sedang bersenang senang di atas penderitaannya.


karna terlalu sering berkelahi maka leni akhirnya di pindahkan ke rumah sakit jiwa karna sudah mengalami ganguan jiwa.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


di kediaman robert.


sepulang sekolah brayen asik bermain di taman belakang bersama ayahnya brayen. mereka bermain bola bersama sambil tertawa riang.


juli yang melihat kedekatan ayah dan anak itu yang telah lama merenggang hanya bisa tersenyum bahagia.


dia juga sangat bersyukur karna leon jauh lebih baik sekarang. dia sudah bisa menjalani hari2nya dengan baik. bahkan dia juga sudah kembali bekerja di bengkel lagi.


"assalamwallaikum" ucap anissa langsung masuk bersama alex. karna rayhan ada miting penting maka dia menyuruh alex untuk menemani istrinya ke kediaman robert.


"wallaikum sallam" ucap juli.


"ma brayen mana?" ucap anissa tak sabaran bertemu anaknya.


melihat sang putra anissa yang sudah sangat rindu langsung berlari kecil ke arah putranya.


"kakak jangan lari. kasihan keponakanku" omel alex melihat kelakuan kakak iparnya yang susah di atur.


"kamu beneran hamil nis?" ucap juli tersenyum gembira.


"ia ma, kata dokter sudah 2 minggu" ucap anissa tersenyum.


"alhamdullillah brayen pasti sangat senang. kamu harus jaga kandungan kamu" ucap juli menasehati.


"siap ma" ucap anissa memberi hormat kepada juli.


melihat sikap anissa yang kekanak kanakan membuat juli terkekeh kecil.


"hehe kamu ini ngidamnya aneh banget" ucap juli mengingat kelakuan mantan menantunya akhir akhir ini.

__ADS_1


"biarin, ma aku ke brayen dulu" ucap anissa meninggalkan juli yang masih tertawa karna ulahnya.


"mama" ucap brayen langsung berlari ke anissa ketika menyadari anissa telah datang.


anissa langsung berjongkok lalu memeluk erat tubuh munggil putranya yang telah lama ia rindukan.


"jagoan paman sedang bermain apa?" ucap alex.


"brayen bermain bola bersama ayah paman, apa paman mau ikut?" ucap brayen melonggarkan pelukan anissa.


"boleh juga" ucap alex gembira.


"kalau begitu ayo paman" ucap brayen tak kalah gembira.


"mama tidak di pedulikan ini?" ucap anissa merajuk karna merasa di kacangi oleh putranya.


"mama kan perempuan jadi tidak bisa ikut main bola. lagian kan kasihan dedek bayi yang ada di dalam perut mama" ucap brayen polos.


"kamu tau dari mana?" ucap anissa binggung karna dia belum menyampaikan hal baik ini ke putranya.


"kakek yang bilang. karna sikap mama yang aneh" ucap brayen polos.


melihat kepolosan putranya anissa merasa sangat gemas lalu mencubit pipi gembul putranya.


"aduh... sakit ma" ucap brayen mengelus pipinya yang panas karna cubitan anissa.


"sudah main sana, mama nunggu di kursi itu" ucap anissa tanpa ada rasa bersalah lalu duduk bersantai di kursi taman itu


melihat tingkah sang kakak ipar alex hanya mampu mengeleng gelengkan kepalanya lalu mengajak keponakanya bermain bersama.


sedangkan leon hanya mampu menatap wajah sang mantan istri yang semakin terlihat cantik. apalagi dengan sikap jahil dan polosnya sekarang membuat orang yang di sekitarnya merasa sangat gemas.


ketiga pria itu bermsin bola bersama. sedangkan anissa asik menonton bersama juli sambil memakan cemilan buatan mantan mertuanya itu.


"ayo brayen kalahkan ayah dan pamanmu" sorak anissa dengan gembiranya dengan makanan penuh di mulutnya.


"kalau makan habiskan dulu baru bicara" ucap juli takut anissa kesedak


"mama tenang aja" ucap anissa terus memasukkan makanan ke mulutnya.

__ADS_1


tak jarang anissa mengganggu konsentrasi ketiga pria itu karna omelanya yang sekeras petir yang menyambar di siang hari


bersambung...


__ADS_2