Penghianatan Terdalam

Penghianatan Terdalam
part 63


__ADS_3

semenjak kelahiran putri leon brayen tidak mau lagi tinggal di kediaman robert. dia tetap tidak mau mengangap angel anak leon sebagai adik tirinya.


tak punya pilihan robert pun menyuruhnya tinggal di kediaman rayhan. tentu dengam senang hati rayhan menerima breyen tinggal di mensionnya. karna jujur dia sangat menyanyangi brayen dan sudah menganggapnya sebagai anak kandungnya sendiri.


seperti biasa walaupun sedang hamil anissa tidak mau berdiam saja dia tetap memasak dan mengurus suaminya dengan senang hati.


walaupun rayhan sering mengomelinya supaya tidak terlalu lelah karna pelayan di rumahnya sudah cukup banyak untuk mengerjakan itu semua tapi anissa tetap kekeh. dia tetap melaksanakan tugasnya sebagai istri dengan baik.


anissa masih sibuk wara wiri dengan peralatan masaknya. tiba2 tangan kekar melingkar indah di pinggangnya memeluknya dengan begitu posesifnya.


"apa kamu tidak lelah pagi2 begini sudah sibuk memasak?" ucap rayhan sambil menciumi tengkuk leher jenjang istrinya.


"kalau untu suami dan anakku aku tidak akan merasa lelah" ucap anissa terus sibuk dengan masakannya.


"sudah biar pelayan yang gelanjutkannya" ucap rayhan langsung membawa badan munggil sang istri ke dalam gendongannya.


"tapi rey, itu tinggal sedikit lagi. turunkan aku biar kuselasaikan dulu" celoteh anissa namun tak di hiraukan oleh rayhan.


rayhan langsung membawa anissa ke kamar mandi lalu meletakkan tubuh munggil sang istri untuk berendam bersama.


dengan lembut rayhan melepas semua pakaian sang istri sehingga tubuh polos sang istri terlihat jelas di matanya.


setelah itu baru dia melepas semua pakaiannya lalu ikut merendam tubuhnya di air hangat.


"kenapa memayunkan bibirmu seperti itu. jangan salahkan aku jika memakanmu di sini karna ulahmu sendiri" ucap rayhan terus saja memayunkan bibirnya.


mendengar ucapan sang suami anissa langsung mengidik ngeri karna dia tau jika suaminya mau maka dia tidak akan mengenal tempat.


melihat ekspresi sang istri yang terus mengerutu membuat rayhan terkekeh kecil. sambil menatap tubuh polos sang istri.


"sudah jangan mengerutu terus. lebih baik gosok punggungku" ucap rayhan hidung hidung mancung sang istri.


"aaww... sakit rey" ucap anissa memengang hidungnya lalu tanggannya yang satu lagi membalas dengan mencubit kembali hidung suaminya itu.


"aduh... sakit sayang ampun" ucap rayhan walaupun bohongan.


bukannya berhenti anissa malah menyiram suaminya. kesal dengan tingkah sang istri rayhan lensung mengelitik perut anissa.


"a...ampun sayang ha..ha" ucap tertawa karna perutnya terus digelitiki suaminya.

__ADS_1


suara canda tawa mereka langsung mengema di ruang kamar mandi. setelah puas bercanda dengan istrinya rayhan langsung memandikan sang istri dengan sangat lembut.


setelah selesai rayhan langsung mengeringkan tubuh sang istri dengan handuk lalu melilitkannya di tubuh sang istri. lalu ia membawa tubuh munggil sang istri kedalam gendongannya.


"sudah ayo turunkan aku" ucap anissa setelah sampai di kamar mereka. rayhan hanya menurut lalu menutunkan tubuh sang istri dengan hati hati.


setelah itu anissa mengambil pakaian untuk sang suami dan untuk dirinya sendiri.


"sayang kamu ikut ke kantor?" ucap rayhan sambil mengenakan pakaiannya.


"untuk hari ini aku lagi malas sayang mau tidur saja di rumah" anissa.


rayhan hanya menatap aneh sang istri. karna tak seperti biasa anissa akan merengek meminta ikut kemana pun rayhan pergi.


"tapi cium aku dulu" ucap anissa melingkarkan tangannya di leher suaminy.


mendengar ucapan sang istri rayhan hanya tersenyum lalu melahap bibir munggil sang istri dengan begitu lembut.


"sayang brayen sudah siap" ucap rayhan mengingat brayen juga akan pergi ke sekolah.


"biar aku lihat dulu ya" ucap anissa pergi ke kamar brayen tak lupa dia mencium pipi suaminya dahulu.


"bi brayen sudah siap?" ucap anissa ke salah satu pelayannya yang disuruh rayhan untuk mengurus brayen.


"sudah nona" ucap pelayan.


"mama lihat aku sudah siap" ucap brayen penuh semangat.


"iiss..anak mama tampan sekali. ayo sayang kita sarapan sama papa" ucap anissa mengamdeng tanggan munggil putranya itu.


mereka sarapan bersama sambil di selingi canda tawa mereka akan tingkah anissa yang ke kanak kanakan.


selesai sarapan anissa mengantar sang suami dan putranya sampai kedepan pintu. setelah melihat mobil suaminya menjauh anissa langsung pergi ke kamar untuk bermalas malasan.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


di kediaman robert.


leon sedang asik berjemur di depan rumah dengan putrinya angel. semenjak di perbolehkan pulang engle di bawa ke kediaman robert sedangkan luna kembali menjalani hukumannya.

__ADS_1


"kak kakak tidak ke bengkel" ucap lia melihat kakaknya masih mengenakan baju santai.


"kakak mau menghabiskan waktu hari ini bersama angel. besok baru kakak mulai ke bengkel lagi" ucap leon masih bermain dengan sang putri.


" sepi juga tidak ada brayen ya kak" ucap lia mulai merindukan keponakannya karna jika brayen ada di sana pasti pagi2 begini lia yang kerepotan mengurus keponakannya untuk berangkat sekolah.


"ia li kakak juga merindukannya. tapi ini juga salah kakak" ucap leon lirih. melihat kakaknya yang bersedih lia mengerti perasaan kakaknya itu.


"sudahlah kak yang penting kakak sudah menyadari kesalahan kakak. sekarang kan ada engel yang menemani kakak" ucap lia menoel pipi gembul keponakannya itu.


" ia li kamu benar. sekarang ada angel yang butuh perhatian kakak. kakak berharap kelak brayen mau menerima kehadiran angel" ucap leon mengingat putranya itu sangat membenci istri dan anaknya


"kakak tenang saja kak anissa pasti bisa mengatasi semuanya. ya sudah aku sudah telat ni kak aku pergi dulu ya" ucap lia menyalim tanggan kakaknya lalu mencium pipi gempul keponakannya.


leon hanya tersenyum melihat kepergian sang adik. lalu masuk ke dalam rumah karna sudah terlalu lama berjemur bersama putrinya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


di mension rayhan.


anissa yang sedari tadi bermalas malasan di kamar tiba2 mulai bosan. dia mulai mengotak ati hpnya lalu dia memencet tombol pangilan ke salah satu kontaknya.


"hallo assalam wallaikum , ada apa kak?" ucap alex di sebrang.


"wallaikum sallam. kamu sibuk gak?" anissa.


"lumayan sih kak. ada apa memangnya" alex.


"oh kakak pikir kamu engak sibuk. tika masuk kerja hari ini?" anissa.


"masuk kak tapi sebentar lagi jamnya habis" alex.


" baguslah. kakak ke rumah sakitnya kalau ketemu tika bilang sama dia kakak mau ketemu dengannya. karna dari tadi kakak telfon nomornya tidak aktip" ucap anissa langsung menutup telponnya.


di sebrang sana alex hanya bisa mengaruk kepalanya yang tidak gatal mengingat jelakuan sang kakak ipar sesukanya saja.


setelah memutuskan telponnya anissa langsung pergi kerumah sakit bersama supir yang di percaya rayhan untuk menjaga sang istri.


sesampainya di rumah sakit anissa langsung di kagetkan dengan sepasang kekasih yang sedang bercanda ria di parkiran.

__ADS_1


bersambung...


__ADS_2