Penghianatan Terdalam

Penghianatan Terdalam
part 41


__ADS_3

"ia om, anissa akan tetap jadi putri om." ucap rayhan membuka suara.


mendengar ucapan rayhan robert langsung menatapnya.


"jika kalian sudah menikah nantinya, om harap kamu jangan pernah sakiti putri om. dia sudah cukup menderita selama ini" ucap robert.


"aku sangat mencintai putri om. aku janji tidak akan pernah menyakitinya" ucap rayhan menatap robert dengan tulus.


"kami janji akan memperlakukanya seperti putri kami sendiri" bram membuka suara.


"terimakasi" ucap bram dan juli lirih.


setelah itu mereka langsung menentukan tanggal pernikahan anissa dan rayhan. bram memang ingin menanyakan tentang orangtua kandung anissa tapi setelah melihat kejadian yang begitu mengharukan dia menggurungkan niatnya.


"sudah ya sayang kami pulang dulu. minggu depan kita akan fitting gaun pengantin" ucap maya tersenyum. anissa hanya mengangguk mengerti.


setelah selesai membicarakan soal pernikahan keluarga rayhan langsung berpamitan pulang. setelah kepergian keluarga rayhan anissa langsung berlari ke kamarnya.


melihat tingkah anissa robert dan juli tau apa yanf sedang di pikirkan mantan menantu mereka itu.robert dan juli pergi ke kamarnya dan membiarkan anissa menenangkan dirinya.


sedangkan lia yang tau bagaimana perasaan mantan kakak iparnya itu langsung membawa brayen untuk tidur bersamanya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


pagi hari di kediaman leon.


"permisi" ucap anggota polisi yang telah berdiri di depan pintu.


leon, luna dan leni yang sedang sarapan begitu kaget melihat anggota polisi datang kerumahnya.


"ia ada apa pak?" ucap leon ramah.


sedangkan luna dan leni jangan di tanya lagi sudah pasti mereka pucat pasi ketakutan.


"maaf apa benar di sini kediaman leni dan juga luna?" polisi.


"ia benar saya suaminya" leon binggung lalu menatap kedua wanita di belakangnya.


"bagaimana ini len?" bisik luna ketakutan.


"luna gak tau kak" jawab leni.


"maaf kenapa kalian mencari mereka?" leon.


"mereka berdua telah terlibat atas penabrakan yang direncanakan kepada nona anissa larasati dan juga putranya brayen" ucap polisi. lalu menyeret luna dan leni ke dalam mobil tahanan.

__ADS_1


dduuuaarrr...


bagaikan di sambar petir di siang bolong ketika mendengar penjelasan polisi. istriya sendiri yang telah ia perjuangkan mati2an begitu tega menyakiti anaknya sendiri.


"leon maafkan aku, aku khilaf. aku mohon tolong aku" teriak luna berusaha membela diri.


"kenapa luna? kenapa kamu tega menyakiti anak dan mantan istriku? padahal aku telah meninggalkan mereka hanya untuk dirimu" bentak leon frustasi.


"maafkan aku leon. tolong bantu aku ingat anak kita yang berada di kandungan ku" luna.


"kak kami tidak segaja tolang kami" ucap leni menangis.


"maaf jika ingin memberi penjelasan silahkan nanti di kantor" ucap seorang polisi. lalu menyeret luna dan leni secara paksa.


aakkhhh...


teriak leon frustasi dia meringkuk menangisi nasibnya. dia tidak menyangka jika istri yang dia bangga2kan di depan mantan istrinya akan melakukan kejahatan seperti ini pada putranya sendiri.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


di kediaman robert.


semua keluaga sedang sarapan bersama sambil bercandaria. juli menatap anissa sepertinya begitu banyak pikiran. tapi, dia bangga walaupun anissa banyak masalah tapi dia masih bisa tertawa ria seperti sekarang ini.


"ia sayang tentu saja boleh. memang jagoan mama ini mau apa?" anissa.


"brayen mau adik yang lucu" ucap brayen polos.


mendengar ucapan brayen,anissa langsung kesedak.


uhuk.. uhukk...


"ini kak minum" ucap lia menyodorkan segelas air minerel ke anissa. dengan sigap anissa langsung mengambilnya dan meminumnya sampai habis.


sedangkan juli dan robert hanya geleng2 kepala sambil tertawa geli mendengar ucapan polos cucu kesayanganya itu.


"anissa" teriak leon tiba2 datang.


semuanya langsung melihat ke arah suara itu. mereka begitu kaget melihat penampilan leon yang begitu acak acakan.


"ada apa?" tanya anissa datar.


"tolong benaskan luna. kasihan dia, dia sedang mengandung nis" ucap leon memohon.mendengar ucapan leon anissa tersenyum sinis sambil mengelengkan kepalanya.


"kasihan kau bilang? apa dia punya hak untuk di kasihani?" bentak anissa.

__ADS_1


robert, juli dan lia hanya bisa saling menatap tidak mengerti apa yang di katakan leon.


"lia tolong bawa brayen ke kamarnya dulu" anissa.


"baik kak" lia langsung membawa brayen ke kamar tanpa banyak tanya.


"nis tolong nis. buka hati nurani kamu sedikit aja untuk anakku" ucap leon lirih.


"kau memikirkan anakmu yang di kandungan luna. apa kau tidak memikirkan anakku yang hampir mati di tabrak istrimu itu ha.." bentak anissa keras.


mendengar ucapan anissa, robert dan juli langsunh mengingat kecelakaan yang menimpa anissa dan brayen tempo hari.


"jadi perempuan laknat itu yang berani mencekakai putri dan cucu ku?" tanya robert binggung.


"ia pa, luna dan leni sudah merencanakannya dengan matang. tapi sayangnya rayhan telah mengirimkan pengawal untukku dan brayen. jadi pas kejadian itu mereka langsung menyelamatkanku dan brayen" jelas anissa.


"apa? biarkan dia membusuk dalam penjara" ucab robert geram.


"pa tapi luna sedang hamil" lirih leon.


" sedang hami kau bilang? pakai otak kamu leon brayen itu anak kamu juga" ucap robert memijit kepalanya.


"maaf bang aku tidak bisa memaafkan orang yang telah berani mengganggu anakku" tegas anissa. leon hanya diam menunduk.


" untuk sekarang kamu boleh membenciku karna telah memenjarakan istrimu. tapi suatu saat nanti kamu akan sadar jika keputusanku ini tepat. kamu boleh tidak memperdulikan anak kita tapi aku akan selalu berjuang untuknya" ucap anissa pergi meninggalkan leon.


"coba kau pakai otak kamu leon. apa pantas kau memohon seperti ini untuk seorang perempuan yang ingin membunuh anakmu" ucap robert lalu pergi meninggalkan leon yang masih diam menunduk.


"ma apa salahku sehingga papa begitu membenciku?" ucap leon kepada juli yang masih berdiri di depannya.


"nak semua alasan papa bisa semarah itu kepadamu tidak ada di mama bak. tapi semua jawaban itu ada di sini" ucap juli menunjuk hati leon.


"maksud mama?" ucap leon binggung.


"coba kamu tanya hati nurani kamu. apa yang telah kamu lakukan selama ini sudah benar atau tidak. ada satu hal lagi yang harus kamu tau. jika orang tua akan selalu melindungi anaknya bukan memohon untuk orang yang berani mencelakai anaknya" ucap juli mengelus rambug leon.


mendengar ucapan juli tak terasa air matanya mengalir deras. dengan seketika dia menggingat apa yang telah ia lakukan kepada anissa selama ini.


dia menyakitinya sebegitu dalamnya. kasih sayang dan kesetiaan anissa dia balas dengan penghianatan yang begitu dalam.


"maafkan leon ma. leon menyesal" ucap leon bersimpuh di kaki juli.


"mama sudah memaafkanmu sedari dulu nak. tapi penyesalanmu tidak akan bisa mengulang waktu lagi" ucap juli menenangkan leon.


bersambung...

__ADS_1


__ADS_2