Penghianatan Terdalam

Penghianatan Terdalam
part 43


__ADS_3

setelah selesai belajar brayen langsung berlari ke arah rayhan. melihat kedekatan rayhan dengan putranya leon hanya mampu menatapnya haru.


"sebegitu sebesar itu kah perhatian rayhan kepada anissa dan brayen. sehingga brayen bisa sedekat itu dengannya" gumam leon lirih.


"pa. papa kapan menikah sama mama?" ucap brayen semangat.


"ia sebentar lagi sayang, menikahi mamamu juga banyak yang mau di urus, jadi tidak bisa buru2" jelas rayhan.


"memang kalau mau nikah harus urus apa pa?" brayen.


"sebelum menikahi wanita yang kita cintai kita harus mengurus banyak hal. supaya pernikahan kita bisa jadi moment yang sangat indah untuk di kenang. seperti baju pengantin, undangan tamu, dekorasi gedung dan masih banyak lagi" jelas rayhan lembut.


"oh.. jadi gitu ya pa? papa sama mama nanti akan seperti pangeran dan tuan putri ya pa?" brayen kepo.


"ia sayang. kamu juga bakalan jadi pangeran kecilnya" rayhan tersenyum.


"pa kalau papa sama mama menikah bisa gak brayen minta sesuatu?" pinta brayen menunjukkan wajah imutnya.


"boleh sayang, brayen boleh minta apa saja papa. memang jagoan papa ini mau minta apa sama papa?" ucap rayhan mengerutkan dahinya.


"kalau papa sama mama sudah menikah brayen mau minta adik kecil yang sangat imut" ucap brayen dengan senangnya.


mendengar permintaan brayen robert dan juli langsung terkekeh kecil. lain dengan anissa langsung menunjukkan wajah tomatnya malu. sedangkan leon hanya mampu menahan air matanya menggingat sebentar lagi dia akan kehilangan hartanya yang paling berharga.


" tentu saja sayang, papa sama mama akan memberimu adik kecil yang lucu" ucap rayhan tersenyum menatap anissa. dia langsung membayangkan hal2 jahil bersama anissa nantinya.


" benar ya pa?" ucap brayen penuh permohonan. rayhan hanya menganguk kecil.


"horee brayen akan punya adik kecil. makasi ya pa" ucap brayen langsung memeluk erat rayhan.


"assalamwallaikum" ucap zidan tiba2 datang.


*wallaikum sallam.


"ayo duduk nak*" tawar robert.


"terimakasi tuan" ucap zidan langsung duduk di sofa.


"mama tadi sudah masak, ayo kita makan malam bersama" tawar juli.

__ADS_1


"ia pa, nenek tadi sudah masak banyak ayo kita makan" ucap brayen senang.


"ia sayang" rayhan tersenyum. mereka langsung menuju ruang makan bersama sama.


anissa langsung mengisi piring brayen dan rayhan tak lupa juga dia menuangkan air mineral kepada kedua pangerannya itu. setelah itu baru dia mengisi piringnya sendiri.


melihat perlakuan anissa ke rayhan, leon hanya bisa menatapnya sedih. secara tidak langsung dia mengingat perlakuan anissa yang begitu lembut kepadanya dulu.


namu apalah dayanya nasi sudah menjadi bubur, menyesalpun tidak ada lagi artinya. setelah selesai makan malam bersama rayhan dan zidan langsung pamit pulang.


sedangkan leon menginap di kediaman robert. juli yang meminta leon agar menginap di rumahnya, mengingat keadaan leon yang begitu kacau juli takut terjadi apa2 kepada putranya itu.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


di mension rayhan.


"tuan" ucap zidan menghampiri tuan mudanya itu duduk di taman belakang.


"ehem" dehem rayhan.


"sedang apa tuan malam2 begini di sini" ucap zidan khawatir dengan keadaan tuan mudanya itu.


"tidak apa2" rayhan.


"aku percaya kepada anissa, tapi aku tidak percaya kepada pria itu" rayhan tanpa menatap zidan.


"apa yang harus aku lakukan tuan?" tawar zidan kasihan ke tuan mudanya itu. mendengar ucapan zidan, rayhan langsung menatapnya tersenyum.


"tidak ada, aku percaya kepada anissa jadi aku tidak akan meragukan kesetiaannya" rayhan tersenyum.


"nona muda memang sudah banyak merubah hidup anda tuan" zidan tersenyum.


"benar zi, aku merasa jika dia itu seorang bidadari dari surga yang dikirimkan allah untuk merubah hidupku" ucap rayhan sambil membayangkan senyuman anissa.


"benar tuan, andai saja allah juga mengirimkan seorang wanita seperti nona muda kepadaku" ucap zidan sambil menatap bintang di langit.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


di kediaman robert.

__ADS_1


leon termenung merenunggi nasibnya di teras belakang sendirian. penyesalan demi penyesalan selalu menghantuinya.


"kamu ngapain malam2 seperti ini di sini?" ucap robert mendatangi leon.


"papa belum tidur" ucap leon menoleh.


"papa cuman haus saja" robert duduk di kursi samping leon. leon hanya diam menunduk tak berani berkata kata.


"apa kau telah menyesali semua perbuatanmu yang menyakiti anissa?" ucap robert menatap leon. leon langsung menatap robert dengan mata berkaca kaca.


"ingat kata2 papa ini apa yang kau tanam itu juga yang akan kau tuai. kau boleh menyesal tapi jangan terlalu larut dalam penyesalan. agap saja itu semua sebagai pelajaran hidup untuk mu" ucap robert menepuk nepuk pundah leon.


"makasi ya pa" leon lirih.


"makasi untuk apa?" robert mengerutkan keningnya.


"terimakasih karna papa sudah mau berbicara dengan lembut lagi ke leon" leon meneteskan air matanya.


"setiap orang tua tidak akan bisa membiarkan anaknya hancur seorang diri. jujur papa memang sangat kecewa sama kamu karna telah membuang permata yang sangat indah hanya demi kerikil yang begitu tajam" ucap robert tersenyum.


"papa memang benar aku telah menyia yiakan hartaku yang paling berharga hanya untuk seorang wanita yang sangat jahat" leon.


"*akhirnya kau menyadarinya juga. apa bisa papa meminta sesuatu kepadamu?" robert.


"memang papa mau meminta apa ke leon*?" ucap leon mengerutkan dahinya.


"papa sangat tau bagaimana hancurnya perasaan anissa saat berpisah darimu. papa juga tau bagaimana perjuangannya hingga bisa seperti sekarang ini.papa lihat setelah dia menjalin hubungan dengan rayhan dia sudah kembali ceria lagi. senyuman yang sudah lama papa tidak lihat akhirnya terungkir indah lagi di wajah" ucap robert menatap leon hingga keduanya saling bertatapan.


"papa mohon jangan kau usik lagi kebahagiaan anissa. biarkan dia bahagia dengan pilihannya" ucap robert penuh permohonan.


degh... hati leon begitu sakit mendengar ucapan papanya. leon merasa jika dia tidak akan mungkin lagi mendekati anissa.


jujur dia masih sangat mengharapakan jika anissa kembali lagi kepadanya. membangun rumah tangga mereka yang telah hancur supaya bisa berdiri kokoh lagi seperti dahulu.


tapi harapan leon tinggallah hayalan semata. anissa kini telah menjalin hubungan dengan pria lain. leon juga melihat dari manik mata anissa jika dia sangat mencintai rayhan.


tak terasa air matanya mengalir dengan derasnya. dia menatap robert tidak percaya.


"papa tau kau kecewa dengan perkataan papa. tapi, papa tidak mau menyakiti anissa lagi. sudah cukup penderitaan yang ia tanggung selama ini. dia juga berhak untuk bahagia" ucap robert pergi meninggalkan leon seorang diri.

__ADS_1


sepeninggalan robert leon langsung mengacak acak rambutnya frustasi. dia meratapi nasibnya yang hancur karna ke egoisannya sendiri. setelah lelah berdebat dengan pikiranya sendiri leon pun kembali ke kamarnya yang begitu sepi.


bersambung....


__ADS_2