
hari demi hari terus berlalu hingga tak terasa hari pernikahan alex tinggal menunggu hari. namun sampai sekarang anissa belum bertemu dengan calon adik iparnya.
karna alex yang terlalu sibuk dengan pekerjaannya jadi tidak ada waktu untuk mempertemukan mereka. ya walaupun salah satunya takut sang kakak ipar membuat ulah dan mengagalkan pernikahannya.
namun anissa tak pernah menyerah dia selalu saja merengek kepada adik iparnya seperti hari ini pagi pagi buta anissa sudah mengedor pintu kaamr alex untuk menuntut janjinya ingin mempertemukan mereka berdua.
" alex bangun" teriak anissa mengedor pintu kamar alex.
"sayang sudahlah kasiahan alex dia perlu istirahat." bujuk rayhan pusing melihat sang istri pagi pagi sudah buat keributan.
"tidak mau. hari pernikahan alex sudah dekat tapi dia belum mempertemukan aku dengan calon istri ya" ucap nissa lirih dengan mata berkaca kaca.
"alex lagi sibuk sayang" rayhan.
"tapi hari inikan hari libur. sudah pasti alex tidak bekerja" anissa.
alex yang memang sudah bangun dengan brayen hanya mendengarkan diam mendengarkan rengekan anissa dari dalam sambil terkekeh kecil.
"paman kasihan papa jika harus membujuk mama yang susah dibilangi dan keras kepala" bisik brayen mengingat keras kepala mamanya.
"ia sih sayang, tapi paman takut jika nanti mamamu nanti membuat ulah dan menghancurkan hubungan paman dan tantemu" ucap alex mengingat kejadian anissa dan yuni bertengkar hebat dan membuatnya harus mengakhiri hubungan mereka.
"ia sih paman, tapi brayen juga tidak suka dengan tante yang berantam sama mama" ucap brayen mengingat percakapan papa dan mamanya yang mengantakan mamanya bertengkar dengan kekasih pamannya alex hingga menyebabkan sang mama terluka.
"dari mana kamu tau jika mama bertengkar dengan yuni?" ucap brayen mengerutkan keningnya.
"aku dengar papa berbicara dengan mama menanyakan luka di wajah mama. kan paman tau sendiri jika brayen tidak suka dengan orang yang berani menyakiti mama apa lagi sampai mama terluka seperti itu. jadi paman tidak boleh berhubungan lagi dengan tante yuni" peringat brayen tegas.
" ia ia paman tau. bukan cuman kamu paman juga tidak suka ada orang yang menyakiti mamamu" ucap alex mencubit kecil pipi gembul brayen.
di luar kamar.
__ADS_1
anissa terus saja bersikeras untuk membangunkan alex agar dia bisa bertemu dengan calon istri adik iparnya itu. dengan perutnya yang sudah besar dan kakinya yang mulai membengkah dia tetap setia berdiri du depan kamar adik iparnya.
hingga bram dan maya yang baru datang langsung mendengar keributan yang di buat menantu kesayangannya.
dengan cepat bram dan maya langsung mrncari sumber keributan itu. ketika mereka melihat anak tertuanya sibuk menangani keributan yang dilakukan menantunya.
mereka tersenyum kecil melihat rayhan yang begitu lembut memberi pengertian ke istrinya. walaupun sang istri sering sekali mrmbuat kepalanya pusing tujuh keliling tapi dia tetap saja sabar dan lembut ke istrinya.
"sayang ada apa pagi pagi begini sudah cemberut" ucap maya mendatangi anissa yang masih saja memayunkan bibirnya.
"ma nissa mau bertemu dengan calon istri alex. tapi mereka tidak mengizinkannya" ucap anissa mengadu manja ke mertuanya.
"rey" ucap bram menatap tajam rayhan.
"rey tidak bersalah pa. papa tanya saja ke alex karna dia yang terus menghindar dari menantu kesayangan papa" ucap rayhan membela diri.
alex yang mendengar pembicaraan mereka langsung saja membuka pintu tapi mengubah wajah ala bangun tidur terlebih dahulu.
"kenapa kamu membuat menantu dan calon cucu papa bersedih?" ucap bram datar.
"kakak kenapa bersedih seperti ini? lihat pasti keponakanku yang di dalam juga ikut bersedih" ucap alex menghindari kemarahan sang papa.
"kamu jahat kenapa kamu sampai sekarang tidak mempertemukan kakak dengan calon istrimu? apa kamu tidak sayang lagi ke kakakdan juga calon keponakanmu?" ucap anissa lirih.
memdengar perkataan sang kakak hati alex langsung teriris. dia tidak menyangka karna ulahnya yang menghindar dari ajakan sang kakak ipar untuk bertemu calon istrinya akan melukai hati kakak ipar kesayangannya itu.
"jangan bicara seperti itu lagi kak. karna aku tak menyukainya. aku sangat sayang sama kakak dan juga kedua keponakanku ini. jika kakak mau bertemu dengannya ayo biar aku pertemukan kalian berdua" ucap alex tesenyum sambil mengusap wajah sang kakak ipar yang basah karna air matanya.
"bener kan? kamu tidak membohongi kakak?" ucap anissa gembira sambil mengusap air matanya.
"ia kak. lebih baik kakak berdandan yang cantik terlebih dahulu agar calon istriku tau bagaimana kecantikan kakak iparku yang satu ini" alex tersenyum.
__ADS_1
"paman brayen ikut" ucap brayen tak mau ketinggalan.
" ia sayang. kamu juga berdandan yang tampan ya" alex.
"ok paman. brayen mandi dulu biar kren seperti paman" ucap brayen sambil berlari ke arah kamar mandi.
"ya sudah kamu juga mandi sana. tapi jangan pernah lagi papa melihat menantu papa ini bersedih" bram tersenyum.
"baik pa nissa pergi mandi dulu" ucap anissa gembira.
"nah seperti itu dong tersenyum pasti cucu oma juga tersenyum di dalam kan sayang" ucap maya mengelus perut buncit anissa.
"rey bantu anissa ke kamar mandi pasti dia sudah susah untuk berjalan. dan ingat satu lagi jangan sampai papa melihat kalian membuat menantu papa bersedih seperti ini lagi" ucap bram tegas.
mendengar ucapan sang papa alex dan rayhan hanya diam menunduk. karna mereka tau sang papa adalah sosok yang sangat penyanyang ke keluarganya.
bahkan dia juga sangat menyayangi brayen walaupun bukan cucu kandungnya. sama seperti ale dan brayen, bram juga tidak suka jika ada orang yang berani menyakiti bahkan membuat orang yang ia sayangi bersedih.
"pa ma rayhan bantu menantu papa mama bersiap siap dulu" ucap rayhan langsung membawa anissa ke gendongannya. karna dia tau jika membiarkan sang istri berjalan sendiri maka akan mengahabiskan waktu lama untuk sampai ke kamar mereka.
" ya sudah kamu hati hati rey. jangan sampai membuat menantu dan cucu mama terluka" maya.
"siap ma" ucap rayhan langsung membawa sang istri ke kamar.
sesampainya di kamar mandi rayhan langsung menirunkan sang istri dengan pelan. dengan yelaten rayhan membantu sang istri untuk membersihkan diri.
rayhan menatap penuh rasa kasihan ke istri. perubahan badan sang istri membuktikan baktinya sebagai seorang istri.
perubahan tubuh yang begitu derastis tubuh yang dulunya langsing kini berubah benjadi gemuk demi mencukupi nutrisi sang bayi. sungguh besar pengorbanan ibu demi buah hatinya.
setelah selesai membantu istri untuk mandi rayhan juga membantunya untuk mengenakan pakaiannya. rayhan memang selalu ada buat istrinya sebagai balasan atas pengorbanan sang istri untuk melahirkan keturunannya.
__ADS_1
bersambung....