
rayhan pun terbangun dari tidurnya dan betapa terkejutnya dia ketika anissa terbaring di sampingnya sambil menatapnya begitu lekat.
"pagi sayang, kamu sudah bangun?" ucap anissa mendekati rayhan sambil meletkan wajahnya di dada kekar rayhan.
"sudah sayang. akhirnya ketika membuka mataku yang pertama aku lihat adalah senyuman mu bidadariku" ucap rayhan memeluk erat anissa.
rayhan pun melonggarkan pelukkannya dan menatap erat bibir indah anissa lalu meyuntuhnya dengan ibu jarinya.
"jika kau ingin menciumnya silahkan. sekarang semua yang ada padaku adalah milikmu" ucap anissa tersenyum.
rayhan pun mencoba mencium bibir itu namun di elak kan oleh anissa.
"kamu menggoda aku ya sayang?" ucap rayhan.
anissa hanya tersenyum manja melihat tingkah istrinya itu rayhan pun meletakkan kedua tanggannya lalu mendekatkan wajah anissa ke wajahnya. namun anissa terus saya memberontak.
"kak, kakak lepaskan aku kau sudah gila ya?"
namun tak di pedulikan oleh rayhan. rayhan malah menguatkan tanggaya sambil mengedepan kan bibirnya siap2 untuk mencium. tak punya pilihan alex pun memukul dahi rayhan hingga rayhan terbangun dari tidurya.
reyhan pun melepaskan tangganya yang melingkar di leher alex dan duduk di bangsalnya binggung memikirkan apa yang sudah terjadi. melihat tinggkah kakaknya itu alex pun meletakkan tanggannya di dahi rayhan namun di tepis oleh rayhan
"kakak bukan homo kan?" ucap alex sambil menggaruk rambutnya yang tidak gatal.
namun rayhan menatap alex dengan tajamnya membuat alex tak berani lagi berkata kata. rayhan pun kemudian menatap banggsal anissa tapi anissa tidak ada.
"ke mana anissa?" ucap rayhan dinggin.
"kak anissa ada di kamar mandi. di bantu oleh tika tadi" alex
"jangan beritau siapapun akan kejadian tadi atau kakak akan menyetop uang jajanmu" ucap rayhan sambil berjalan meninggalkan alex.
setelah sampai di pintu rayhan pun kembali menatap alex.
"kakak pinjam kamar mandimu sebentar" ucap rayhan tanpa menunggu persetujuan dari alex.
__ADS_1
"kak rayhan begitu gilanya kau akan cinta sampai2 terbawa mimpi olehmu. bagaimana ya reaksi zidan jika tau kelakuan tuan mudanya tadi? tapi tidak aku tidak bisa memberitau siapa pun nanti bisa2 uang saku ku di hentikan oleh kakak. biar sajalah aku pendam sendiri anggap saja bisa sebagai pegangan untuk mengancam kakak" gumam alex sambil tertawa geli mengingat kelakuan kakanya tadi.
alex memang seorang dokter dan gajinya juga cukup besar tapi, karna rayhan adalah pengusaha yang sukses bahkan kekayaannya pun melebihi kekayaan papa bram maka alex dan juga kedua orang tuanya selalu di beri uang bulanan oleh rayhan.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
karna terlalu sibuk di kantor rayhan pun sudah dua hari tidak menjenguk anissa. selain sibuk rayhan juga menghindar dari anissa agar mertua anissa tidak berpikiran buruk tentang hubungannya dengan anissa. ya, terlebih lagi untuk menghindari alex rayhan tau alex akan selalu mencari kesempatan untuk mengodanya.
karna hari libur rayhan pun ingin pergi ke rumah sakit untuk melihat keadaan anissa. rayhan pun membersihkan dirinya dan juga memilih baju yang cocok untuknya agar tampilannya terlihat cool di depan anissa.
rayhan pun menatap dirinya di pantulan cermin
"begitu banyak wanita yang sudah berkencang bahkan melewati malam panjang denganku. tapi, aku tak pernah merasakan hal seperti ini. anissa kau membuatku gila" ucap rayhan berbicara dengan pantulan dirinya sendiri.
rayhan pun meraih kunci mobilnya yang ia letakkan di atas meja ia pun berjalan keluar kamarnya. sesampainya di mobil dia pun masuk kedalam mobil mewahnya lalu menginjak pegal gasnya menuju rumah sakit.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
sedangkan di rumah sakit anissa pun sudah mulai pulih dia dirawat dengan baik oleh tika dan juga lia dan tentunya juga berkat doter alex yang mengobati anissa dengan telatennya.
"kakak ipar mu sudah jauh lebih baik. melihat kondisinya saya kira besok setelah membuka perbannya dia sudah bisa pulang" ucap alex dengan ramahnya.
tika dan lia pun langsung mendekati anissa memberi semangat kepada anissa. setelah selesai memeriksa anissa dan meminta izin alex pun keluar dari ruangan anissa.
"kak aku titip kak anissa dulu ya. aku mau pulang dulu" ucap lia ke tika, tika pun hanya menganguk.
setelah berpamitan lia pun keluar dari ruangan itu. namun ketika berjalan keluar dia perpaspasan dengan leon dan juga luna namun karna keadaan rumah sakit begitu ramainya orang yang berlalu lalang lia tidak menyadari kehadiran dua sejoli itu.
leon memang tidak pernah lagi melihat keadaan anissa. karna selalu di halangi oleh luna dengan memanfaatkan anak yang ada dikandungganya. luna selalu mencari cara untuk memisahkan leon dan anissa agar dia bisa memiliki leon seutuhnya tanpa harus berbagi lagi dengan anissa.
namun karna sering mengeluh kandungannya sedang tidak baik leon pun mengajak luna untuk memeriksa kandunganya. tentu saja agar dia bisa melihat keadaan anissa.
hampir tiba di ruangan anissa tiba2 ponsel leon pun berbunyi. melihat itu luna pun izin masuk terlebih dahulu ke ruangan anissa tentu saja agar dia bisa memancing emosi anissa agar leon marah lalu menceraikan anissa.
"hallo maduku, apa kabar?" ucap luna melihat keadaan anissa sambil tersenyum sinis.
__ADS_1
melihat luna yang berani datang ke ruangan anissa tika pun menjadi geram dan ingin sekali mengoyakkan mulut iblis wanita itu. tapi langsung di hentikan oleh anissa.
"jangan gegabah menghadapi iblis seperti dia tik" ucap anissa menatap tajam luna.
"kamu pasti iri ya melihat suami kita lebih perhatian kepadaku dan juga calon anak ku" ucap luna sambil mengelus perutnya yang mulai menonjol.
"untuk apa aku iri dengan mu jika kau saja hanya mendapat pria bekas ku" ucap anissa berdiri menantang luna. namun luna hanya diam tak mampu berkata.
" aku kasihan terhadapmu, apa tidak ada pria single di luar sana yang mau menerimamu sehingga kau rela menjadi wanita simpanan suamiku?,. igat aku tidak pernah iri denganmu tapi aku justru harus berterima kasih terhadapmu karna kau telah menunjukkan sifat asli suami ku. maka mulai sekarang ku ikhlas kan dia untukmu terimalah barang bekasku karna sampah cocoknya di tarok ke tong sampah." ucap anissa tersenyum sinis.
tak terima dengan ucapan anissa luna yang sedari tadi mengepalkan tanggannya mencoba untuk menampar anissa. tapi anissa yang sigap langsung menahan tanggan luna lalu melempar kasar tanggan luna.
sadar ada yang membuka pintu luna pun memainkan ektingnya bagaikan artis terkenal. luna pun menanggis sambil memegang pipinya. melihat luna yang sedang menanggis leon pun menghampiri luna dan menatap tajam anissa.
"apa yang suda kau lakukan anissa?" ucap leon penuh amarah.
tanpa mereka sadari ada sepasang mata yang mengawasi mereka dari belakang.
"sayang dia memakiku dan mengutuk anak kita sampai2 dia tega menamparku" ucap luna kesegukan.
mendengar itu leon pun menatap anissa penuh amarah. tak terima dengan tuduhan luna anissa yang mengepalkan tanggannya pun mendekati luna.
plaakk....
"itu baru aku yang buat" ucap anissa menatap tajam leon.
luna pun langsung memengang pipinya karna tamparan anissa. leon pun kembali menatap tajam anissa.
"apa? mau menampar ku atau mau menalak aku demi wanita murahan ini".
plaakk... belum selesai berbicara leon pun menampar anissa begitu kerasnya
"leoonnn..." pllakkk... leon pun memegang bibirnya yang sedikit terkoyak mengeluarkan darah karna tamparan seorang pria di depannya.
bersambung....
__ADS_1