
dengan sigap rayhan membalas pelukan anissa.hingga akhirnya mereka terjun bebas di area kolam renang. tpi anissa masih setia dalam pelukannya.
"ma.. lagi yuk..." ucap brayen gembira. sadar jika mereka sudah berada di kolam renang anissa mencoba melapaskan pelukannya.
"su..sudah sayang. mama takut" ucapnya masih menyeimbangkan diri dari rasa takutnya.
"yah...mama" brayen sedih.
"udah sayang kasian mama. kita main yang lain aja disini kan masih banyak wahana airnya" rayhan mencoba membujuk.
"ok lah pa. ayo kita kesana" ucap brayen menuju permainan lain.
rayhan dan anissa langsung mengikuti brayen lalu bermain bersama. karna keasikan bermain mereka sampai lupa jika hari sudah menjelang malam.
"sayang... sudah mau malam. ayo kita pulang" teriak anissa memanggil rayhan dan brayen yang masih asik bermain.
"ia ma" brayen dan rayhan langsung menganti pakaiannya. setelah itu mereka menemui anissa yang sudah siap dari tadi.
"ma... brayen lapar" ucap brayen. karna beberapa jam berendam dalam air brayen merasa jika perutnya mulai keroncongan.
"ayo kita makan di restoran itu" ucap rayhan menunjukkan restoran di dekat wahana permainan itu.
"ayo pa..." ucap brayen menarik tanggan rayhan tidak sabaran.
setelah sampai di restoran itu mereka langsung duduk di meja yang kosong. rayhan langsung memesan makanan. setelah selesai dia kembali bergabung dengan anissa dan brayen.
"sayang besok malam keluargaku mau ke rumah melamarmu secara langsung" ucap rayhan memandang anissa. anissa hanya menggaguk sambil tersenyum.
setelah pesanan mereka datang mereka langsung menyantap makanan mereka masing2.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
karna semalam rayhan sudah mengatakan ingin berkunjung bersama keluarganya anissa memilih untuk tidak berangkat ke kantor. anissa sibuk memasak untuk calon mertuanya nanti malam.
"sayang belum selesai masaknya?" ucap juli menghampiri anissa yang sedang bergulat dengan alat masaknya.
"sedikit lagi ma" ucap anissa tersenyum.
"hem... wangi sekali masakannya nak. tapi kok banyak sekali memang ada acara?" ucap robert binggung.
anissa memang belum mengatakan jika nanti malam keluarga rayhan mau datang kepada robert. karna robert begitu sibuk denga angkutanya.
"ini pa, keluarga rayhan nanti malam mau datang" ucap juli sambil melirik anissa tersenyum.
"oh... calon besan mau datangnya?" robert mengoda anissa. anissa hanya bisa tersenyum sambil menyembunyikan wajah tomatnya.
"sudah papa gak usah menggoda anissa seperti itu. sana mandi nanti calon besan sudah datang papa masih bau apek" ucap juli mengusir robert.
__ADS_1
tak mau berdebat dengan kedua wanita dihadapanya robert lebih memilih pergi ke kamarnya lalu membersihkan diri.
"ma brayen mana? apa dia sudah mandi?" anissa.
"mama tidak tau ya, coba mama periksa dulu ya" juli.
"mama.. apa brayen sudah rapi?" ucap brayen menghampiri anissa sambil menunjukkan penampilanya.
walau hanya mengunakan celana pendek dan baju santai brayen tampak begitu rapi dan tampan. wajahnya memang lebih dominan mirip anissa.
"anak mama walaupun memakai baju apa saja akan tetap tampan" ucap anissa memuji.
"ia..bener kata mama. cucu nenek ini memang sangat tampan" puji juli.
"hehe.. ia lah nek, anak siapa dulu" ucap brayen cengegesan.
"udah, main dulu diruang tamu ya sayang mama mau nyelesain masaknya dulu. tapi ingat jangan di berantaiya" anissa.
"siap ma" ucapnya patuh tingkat dewa.
setelah kepergian brayen anissa kembali menyelesaikan masakanya. setelah selesai dia menata semua masakanya dengan rapi di meja tentu saja dengan bantuan juli.
"udah sekesai sayang, sana mandi dulu nanti calon mertuamu datang kamu masih lusuh seperti itu" juli mengingatkan.
"ok ma,nisa mandi dulu" ucap anissa pergi meninggalkan juli yang masih menata makanan.
"dandan yang cantik ya, ingat jangan malu laluin mama" teriak juli.
selang beberapa lama akhirnya orang yang mereka nantikan telah tiba.
"*assalamwakaikum"
"wallaikum sallam*" ucap robert menghampiri keluarga rayhan.
"paman alex" ucap brayen berlari menghampiri alex.
"jagoan paman tanpam sekali" ucap alex langsung menyambut brayen membawanya ke gendongannya.
"ehem.. paman alex aja yang di sapa? sama papanya sendiri sudah lupa" ucap rayhan cemburu.
melihat tingkah rayhan seperti anak kecil yang tidak di pedulikan membuat semua orang terkekeh geli.
"hahaha... baru tau rasanya di cuekin anak sendiri" ucap bram mengejek.
"papa" ucap rayhan merajuk.
"mama sudah datang" ucap anissa langsung mencium tangan kedua calon mertuanya itu.
__ADS_1
"cantik sekali kamu sayang" ucap maya mengelus halus wajah anissa.
"makasi ma... mama juga sangat cantik" puji anissa.
"hehe kamu ini ada ada saja" ucap maya malu.
"ayo kita ke ruang makan. calon menantu kalian sudah memasak makan banyak sekali" robert mengoda anissa.
"wah... maaf ya sayang karna kami kamu jadi repot" maya.
"tidak apa apa kok ma, anissa memang senang memasak" anissa.
mereka langsung menuju ruang makan. walaupun belum sampai di ruangan itu mereka sudah mencium wanggi masakan anissa hingga membuat perut mereka keroncongan.
"wah... kak anissa ternyata pinter masak ya. wanginya aja sudah seperti ini. kalau nanti kak anissa sudah nikah sama kak rayhan bisa2 aku jadi gemuk ni" ucap alex melihat semua masakan anissa yang sudah tertata rapi.
"kakak yang nikah kok kau pulak yang jadi gemuk?" ucap rayhan binggung akan perkataan adiknya itu.
"ya ia lah kak. kak anissa kan kakak iparku pasti dia akan masak untuk ku juga" ucap alex asal.
"sudah2 jangan bertengkar. malu sama calon istrimu" ucap maya menengahi.
"assalamwallaikum" ucap lia tiba2 datang.
wallaikumsallam.
"perkenalkan dia adalah putri termuda kami" ucap robert memperkenalkan lia.
"hai om tante" ucap lia menunduk.
"sudah mandi dulu, baru ikut makan bersama," juli.
"biak ma" ucap lia berlari kecil menuju kamarnya.
setelah selesai berbicara mereka langsung mengisi piring mereka lalu mulai menyantap makanan mereka masing2 sambil berbincang bincang kecil.
setelah mereka selesai anissa dan lia langsung membersihkan piring kotor lalu menghampiri keluarga rayhan di ruang tamu.
"jadi kedatangan kami kemari ingin membicarakan masalah pernikahan putra kami rayhan dengan putri anda" ucap bram menjelaskan tujuannya.
"ia saya dan keluarga sudah tau karna nak rayhan telah menyampaikanya kepada kami. kami sangat menghargai kedatangan kalian" ucap bram dengan mata berkaca kaca.
jujur dia merasa sangat senang akhirnya anissa akan mengakhiri masa jandanya. tapi dia juga merasa sedih karna akan kehilangan menantu sebaik anissa.
"pa.. papa gak usah sedih. anissa akan tetap jadi putri papa" ucap anissa mengerti perasaan mantan mertuanya itu.
tak terasa air mata yang ia bendung akhirnya jatuh juga. robert langsung memeluk anissa dengan erat sambil menumpahkan rasa kesedihannya. di ikuti oleh juli juga memeluk anissa dengan erat lalu mencium kening mantan menantunya itu sambil menangis kesegukan
__ADS_1
melihat kasih sayang seorang mertua ke menantunya itu semua orang yang di sana tersenyum sambil meneteskan air matanya.
bersambung...