
Tibalah hari ini Hari yang ditunggu-tunggu bagi Elmira, dan kedua sahabatnya karena mereka akan melaksanakan Wisuda.
Ibunya sudah 2 hari tiba dari kampung, ia dan Ibunya sedari subuh tadi sudah bangun, Elmira memang pesan jasa make up yang bisa datang ke rumah, jadi ia tidak perlu repot-repot ke tempat make up.
tepat pukul 06.45 menit Rayna dan Ibunya telah siap dan selesai di make up, Rayna dan Ibunya langsung menuju Kampus Tercinta Elmira.
****
Pengukuhan Wisuda Elmira Revalina Putri baru saja selesai, ia langsung memanggil Ibunya yang berada di Luar Auditorium Kampus untuk segera masuk dalam ruangan untuk berfoto, Fotografer sudah siap memotret mereka, Elmira ingin sekali mengajak kedua, sahabatnya untuk berfoto, bersama, namun rasanya untuk bertemu sahabatnya agak susah karena ribuan orang tua pendamping berlalu lalang, serta wisudawan dan wisudawati yang menjadi penghalang Elmira untuk mencari sahabatnya,
sementara berfoto, seorang laki laki dengan stel kemeja polos warna merah marun, segera menuju ke tempat Elmira berfoto, Elmira tersenyum melihat siapa yang datang, ibunya yang bingung melihat Ekspresi Elmira.
"Kenapa Ra" kata ibu
"Ma kenalkan ini pacar Elmira, Rayhan Sanjaya"
Rayhan lalu mengulurkan tangan ingin menciun tangan Ibu Elmira.
Namun, mungkin firasat ibu memang tidak pernah salah. kesan pertama ibu Elmira memandang ke Rayhan memang punya penilaian buruk entah kenapa Elmira tdk tahu alasannya.
Hal ini diketahui oleh Elmira disaat ia sudah tiba dirumah.
"Ra, menurut ibu itu bukan laki laki baik buat kamu" kata ibu
Elmira bingung
"Kenapa bu..? "
"Kurang tau jg, cuma penilaian ibu pandangan ibu dia bukan laki laki baik buat kamu"
"Jadi ibu harap, kamu akhiri hubungan mu denga, dia nak, " lanjut Ibu Elmira.
Elmira yang mendengar itu langsung membuat sesuatu yang dalam dadanya bergemuruh. ada rasa sakit, sesak, disisi lain hatinya bertolak belakang dengan apa yang ia rasakan, dan juga ia sudah terjebak dengan sebuah kesalahan besar.
__ADS_1
Dilema menyapa perasaan Elmira.
dia hanya mengangguk apa yang ibu nya katakan, namun disisi lain hatinya hancur lebur, ia janji dalam hatinya kalau tidak terjadi apa-apa dalam dirinya akan segera meakhiri hubungannya dengan Rayhan. walaupun sakit, tapi tanpa restu orang tua itu susah.
****
2 Hari setelah Wisudanya Ibu Elmira segera duluan balik kampung, Elmira belum balik karena lagi menunggu ijazahnya yang 2 minggu lagi keluar.
Hungannya dengan Rayhan kini agak sedikit mengalami kemunduran karena Elmira mencoba menghindari Rayhan..
****
siapa sangka sebuah kesalahan terbesar antara Elmira dan Rayhan ternyata membawa perubahan besar dalam hidup Elmira,
Elmira dan Rayhan kini akhirnya menikah akibat terjebak sebuah kesalahan diantara 2 insan ini,
Studi Rayhan belum jelas akhirnya itu sebabnya setelah Menikah Rayhan terpaksa meninggalkan Elmira yang kini sementara berbadan dua, ia pamit ke Keluarga Elmira untuk menyelesaikan studinya di Ibu kota.
****
Pada dasarnya memang sikap Rayhan tidak ada yang berubah, karena memang rasa itu benar adanya, rasa yang tumbuh begitu kuat di hati Rayhan untuk Elmira, dari zaman disaat Elmira kuliah sampai sekarang.
hidup jauh dari jangkauan suami tentunya, ini menjadi ujian trsendiri antara Elmira dan Rayhan, rasa khawatir tumbuh dalam hati khawatir kalau suaminya nanti akan berpaling, namun apalah daya, situasi dan kondisi yang memaksa Elmira harus kuat.
dalam kondisi Elmira saat ini, keluarga menjadi suport sistem terbaik, keluarga selalu mendukung apapun kondisi Elmira. aktifitas Elmira sekarang ia bekerja sebagai guru di salah satu sekolah tingkat SMA disekolahnya.
Hidup yang seharusnya sudah ditanggung oleh suami, ini belum berlaku untuk kehidupan Elmira saat ini, karena suaminya masih dalam proses penyelesaian studi, ia menanggung sendiri nafkah hidupnya, Keluarga selalu ada buat Elmira. miris memang tapi disisi lain karena karena memikirkan sang suami Elmira tidak pernah mengeluh ke sang suami akan kendala kesulitan yang dia alami selama ia jauh dari suami.
****
Siang hari ini sepulang ngajar Elmira membaringksn tubuhnya diatas tempat tidur, ia begitu lelah, 2 bulan lagi ia akan melahirkan, tapi alhamdulillah sang bayi mungkin mengerti akan penderitaan ibunya, ia seolah mengerti keadaan, tidak ada rasa sakit yang di derita Elmira saat mengandung, bahkan ia tidak kesulitan dalam hal memilih makanan, makanan apapun asal halal dia makan,
Hari ini karena terlalu lelah ia memilih langsung istirahat saja. namun ia dikagetkan oleh getar HP yang ada di atas meja tidak jauh dari tempat tidurnya.
__ADS_1
Drrtttt... Drrrt....
ia segera mengambil Ponselnya rupanya ada notifikasi WA yang masuk dari sahabatnya saat kuliah Sherly, namun.... yang membuat Elmira bingung notif tersebut berisi sebuah foto, Elmira bingung ini foto apa, namun mata Elmira terbelalak kaget melihat foto tersebut, di foto tersebut nampak suaminya dengan seorang perempuan di taman kampus, siapa sangka laki laki yang ia percaya tidak akan menghianatinya, malah berbanding terbalik dengan kenyataan yang ada.
Kenyataan yang seolah menampar keras Elmira, sesak dalam dada, hati seolah tertusuk oleh sembilu tajam, air mata tak bisa dibendung lagi, rasa sakit dalam dada yang tidak bisa ia bendung, Ponsel nya jatuh dari tanganya, tangan bergetar hebat mencari sandaran untuk menyandarkan diri yang sudah tidak berdaya, Elmira memegang kepalanya yang rasanya mau pecah, tangisnya pecah hingga membuat ibunya yang sementara didapur kaget dan berlari cepat ke dalam kamar
"Ra..... Elmira, kenapa nak....? " ujar ibu sembari mengetuk pintu kamar Elmira.
tanpa menunggu jawaban Ibu Elmira membuka pintu dan segera masuk ke dalam kamar Elmira, ia mendapati Elmira yang sudah kelihatan Frustasi, air mata mengalir deras,, dari tatapan Elmira ke Ibunya nampak kekalutan luar biasa seolah kehilangan arah.
Ibunya mencoba mendekati Elmira,
"Kenapa Nak....? "
Elmira hanya diam, Ibunya lalu memeluknya memberikan kekuatan pada diri anaknya yang sudah sementara kehilangan kendali.
"Ma, Rayhan Ma, " Air mata begitu mudahnya lolos dari mata Elmira, mata yang selama ini memancarkan keceriaan, kini hanya menyisakan tatapan kosong yang penuh dengan kesedihan.
"Rayhan kenapa sayang....? "
Elmira mengambil Ponsel lalu menyodorkan ke Ibunya.
betapa kagetnya Ibu Elmira melihat apa yang ada difoto itu, namun... ia tidak mau makin memperkeruh suasana ia memilih menghibur anaknya
"Memangnya Elmira sudah menelusuri kebenaran di balik foto itu nak...? "
Elmira menggelengkan Kepala, kepalanya rasanya sakit, disamping emosinya yang tidak, stabil.
"Nak, kamu tidak usah dulu banyak pikiran, ingat kamu sekarang lagi mengandung, jaga kesehatanmu dan bayi kamu, terlepas dari fakta yang difoto itu nanti Ibu yang cari tahu nak"
Ibu Elmira berusaha menghibur anaknya, karena berfikir yang berat akan berimbas buruk pada kandungan Elmira yang sisa menunggu kurang lebih 2 bulan ia akan melahirkan.
ada rasa sakit yang ditahan oleh Ibu Elmira melihat fakta anaknya dibikin seperti itu. Rayhan mampu menumbuhkan kembali rasa tidak suka pada Ibu mertuanya yang pada dasarnya ia tidak menyukai Rayhan.
__ADS_1
****
Foto yang dikirim Sherly masih jadi misteri, fakta apa yang sebenarnya dibalik foto itu, Elmira belum mencari tahu kebenarannya, ia mengingat nasihat ibunya untuk tidak banyak fikiran ia memilih menyibukkan diri walaupun dalam hatinya ada rasa yang tidak bisa ia ungkapkan, seolah laki laki yang yang ia percayai selama ini kini merusak kepercayaan itu hancur lebur.