
pagi harinya semua keluarga leon berkumpul melihat bayi munggil leon dan anissa.mereka sibuk menimang nimang bayi kecil itu.
"*leon kalau boleh papa tau kamu udah buat nama cucu munggil papa ini?" papa robert.
"udah pa* brayen sky *gimana papa rasa?" leon
"bagus tu kak pangilannya baby brayen" leni
"assalamwallaikum*" ucap tika langsung masuk
"wallaikumsallam, eh tika datang juga" ucap anissa tersenyum.
" ya datang lah masak enggak sih" tika langsung memeluk anissa. lalu menggendong baby brayen di pelukannya.
"leon udah siang ni mama papa pulang dulu ya" mama juli.
"ia ma. ayok leon antar sampai depan." leon pun berjalan keluar mengantarkan kedua orangtuanya.
"eh nis kek mana rasanya nikah seneng gak? lho bahagia gak hidup sama leon dan leon gak pernah ngecewaiin lho kan?" oceh tika panjang kali lebar
"iss.. apaan sih tik lho tu kalau nanyak satu2 kenapa" ucap anissa cenggegesan melihat tingkah sahabatnya itu.
"ia deh. lho bahagia gak nikah sama leon?" tika
"ia tik gue bahagia hidup sama leon. dia selalu bekerja keras untuk bahagiain kami dan dia gak pernah ngecewaiin aku tik." tutur anissa tersenyum
"gue seneng kok melihat lho bahagia nis" ucap tika. karna lama tidak berjumpa mereka pun mengobrol banyak saling curhat satu sama lain. tika pun menceritakan tentang kuliahnya yang membuatnya pusing tujuh keliling dan tak lupa juga tika mengatakan kepada sahabatnya itu jika hubunganya dengan andre pun telah berakhir.
"kenapa lho bisa putus dari andre padahal lho kan dah lama pacaran sama dia tik" tanya anissa binggung.
"panjang ceritanya tik kalau gue ceritaiin tahun depan pun blm selesai" ucap tika cemberut.
"selamat siang " ucap dion langsung masuk sambil membawa keranjang buah di tanggannya dan langsung meletakkannya di meja.
" siang jugan dion" anissa tersenyum
"idihh.. lucunya keponakan om ini" ucap dion mengambil baby brayen dari gendongan tika.
"tapi nis leon ke mana kok gak keliatan batang idungnya" tanya dion sambil melirik tika.
__ADS_1
"bang leon lagi keluar yon. nganter mama sama papa tdi. eh kenalin ini tika sahabat aku" ucap anissa
"hai... kenalin namaku dion" ucap dion mengulurkan tangganya.
"tika" jawab tika menjabat tangan dion
" tika nama yang cantik sama cantik ya seperti orangnya" ucap leon tersenyum. tika pun hanya tersenyum malu.
"eh dion kapan lho datangnya" ucap leon tiba2 datang.
"baru aja kok bro" dion.
mereka pun saling mengobrol satu sama lain bercanda tawa bersama.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
setelah 3 hari di rawat di ruamah sakit akhirnya anissa pun telah diizin kan pulang. leon yang selalu setia merawat istrinya pun mulai membereskan semua barang2 istri dan anaknya di bantu oleh mama juli dan leni.
"apa semua udah siap leon" mama juli.
"udah kok ma sudah beres semua atministrasi rumah sakit ini pun sudah leon lunasi. " jelas leon.
"ouh ya udah sini baby brayen biar mama yang gendong" mama juli. anissa pun memberikan baby brayen kepada mama mertuanya. anissa pun berjalan pelan ke luar ruangan di bantu oleh leni lalu diikuti leon dari belakang sambil membawa barang2 mereka.
perjalanan mereka selalu di temani senyuman dan kemesraan mereka berdua. setelah sampai di rumah leon pun langsung menggendong istrinya tercinta ke dalam kamarnya tanpa menghiraukan orang tua beserta adiknya di sana.
"iihhh... kakak ini selalu aja menebar kemesraan di depan leni. kalau kek gini terus nanti leni bisa2 pengen cepat2 nikah."ucap leni cemberut.
karna gemesnya leon pun langsung mencubit hidung leni sampai merah.
"aw... kakak ini apa apaan sih sakit tau. liat tu hidung leni sampai merah" leni cemberut sambit memegang hidungnya yang sakit.
"itu makanya jangan cerita soal kau mau merid sama kakak nanti kakak tambahin tu merahnya" ucap leon terkekeh.
"iihhh... kakak ini pun" leni
"udah2 jangan berantem terus nanti cucu kesayangan mama bangun. kamu len beresin ni semua barang2 kakak kamu" mama juli
"ia ma" ucap leni langsung membereskan barang2 kakak ipar dan keponakan nya itu.
__ADS_1
selesai membereskan barang2 leni pun segera ke dapur membantu mama juli memasak. tak lupa juga mereka memasak bubur ayam untuk anissa.
"sayang..." rengek leon dengan manjanya.
"ada apa sayang?"anissa. ketika leon mau menjawab tiba2 terhenti karna mendengar brayen menanggis. dia pun langsung mengendong anaknya itu.
"*cup..cup..cup..kenapa sayang papa? haus ya?" tanya leon menoel noel bibir munggil brayen yang sedang mencari sumber kehidupannya.
"sini sayang biar aku kasi minum dulu brayennya*" pinta anissa menggambil brayen dari gendongan leon. tak banyak tanya leon pun langsung memberikan brayen ke anissa.
melihat mulut munggil brayen yang gak sabaran mendapatkan sumberkehidupannya leon dan anissa pun tertawa bersama. setelah mendapatkan sumber kehidupannya brayen pun langsung menyedotnya dengan rakusnya
karna gemas dengan kelakuan anaknya itu leon pun menoel noel pipi gembul itu.
"cepat besar ya anak papa biar sumber kehidupanmu itu kembali lagi ke papa" ucap leon sambil melirik anissa. anissa pun tersenyum melihat kelakuan suaminya itu.
setelah kenyang brayen pu langsung tertidur dengan antengnya. anissa pun meletakkan badan munggil itu dengan sangat pelan. karna berhubungan sudah waktunya makan malam keluarga besar itu pun makan malam bersama sambil mengobrol kecil bersama. setelah selesai makan malam anissa dan leon pun kembali ke kamarnya.
melihat brayen masih tertidur lelap leon pun mulai memeluk manja tubuh munggil istrinya itu.
"sayang kira2 setelah melahirkan masih lama ya baru bisa olah raga malam lagi?" tanya leon serius.
"setauku sih masih lama sayang, setelah habis nifas baru bisa berhubungan lagi" tutur anissa leon pun mengganguk mengerti.
"sayang masih mau gak punya anak lagi?" tanya leon pelan
"maksud sayang" tanya anissa binggung
"maksud aku sayang gak terauma kan melahirkan?" tanya leon sambil menatap sendu wajah istrinya.
" ya enggak lah sayang, itu kan udah kewajiban aku sebagai perempuan mulai dari menggandung dan melahirkan keturunan suamiku" anissa tersenyum.
"tapi melihat sayang melahirkan anak kita haritu aku yang jadinya ter**auma" tutur leon menunduk. anissa pun langsung menatap wajah leon dan tanpa sadar dia pun tertawa.
"*ha..ha..ha... aku yang melahirkan kok suamiku yang tercinta ini yang terauma sih" ucap anissa sambil mencubil hidun leon.
"sayang kok ketawa sih? lucu ya ucapanku tadi*?" tanya leon binggung dan hanya di jawab senyuman oleh anissa.
karna kesal di tertawakan oleh istrinya leon pun langsung memeluk tubuh istrinya tak lupa juga ia meninggalkan jejak kasih sayangnya ke kening istrinya itu
__ADS_1
"udah lah sayang kita tidur aja dah malam tu"ucap leon dan langsung memejamkan matanya. tak menjawab anissa pun membalas pelukan leon dan tertidut di pelukan hangat suaminya..
bersambung...