
setelah selesai mandi anissa langsung menyiapkan pakaian kerja rayhan. tak lupa anissa juga memakaikan dasi rayhan.
melihat anissa yang begitu perhatian kepadanya rayhan tersenyum kecil sambil menatap lekat wajah sang istri.
rayhan melingkarkan kedua tanggan kekarnya di pinggang sang istri lalu mengecup lembut bibir munggil yang sudah candu buatnya.
"terimakasih ya sayang, karna sudah mengisi hari2 ku menjadi sangat indah" ucap rayhan memeluk anissa.
"seharusnya aku yang berterimakasi karna kamu telah mau menerimaku dan anak kita di dalam hidupmu." ucap anissa menatap lekat wajah rayhan.
" tapi anak kita kapan tinggal bersama kita?" ucap rayhan mulai merindukan pangeran kecilnya itu.
karna leon sedang sakit maka robert dan juli meminta agar brayen tinggal bersama mereka sampai leon kembali seperti sedia kala.
"nanti aku tanya sama papa ya, sambil melihat keadaan bang leon" anissa.
" tapi aku tidak bisa mengantarmu sayang, nanti biar aku suruh alex menjemputmu ya" rayhan.
" aku bisa pergi sendiri sayang, lagian untuk apa mobil yang kamu berikan jika aku tidak boleh kemana mana sendiri" ucap anissa memayunkan bibirnya. sehingga membuat rayhan ingin melahapnya kembali.
" ya udah, tapi kamu harus hati2 ya ,dan satu lagi kamu harus membawa pengawal" perintah rayhan tak mau di tolak.
" makasi sayang" ucap anissa gembira lalu memeluk badan kekar suaminya.
setelah selesai mereka langsung turun untuk sarapan bersama. melihat tuan dan nona muda mereka turun semua pelayan langsung berdiri menyambut mereka.
"sudah biar saya saja yang melayani suami saya, kalian silahkan sarapan saja" perintah anissa sambil tersenyum manis ke anissa.
mendengar perintah nona muda mereka, para pelayan pun menunduk mengerti lalu pergi meninggalkan dua sejoli itu sarapan bersama.
anissa mengisi piring rayhan terlebih dahulu, tak lupa juga dia mengisi gelas suaminya dengan teh hangat kesukaannya.
setelah itu barulah dia mengisi piringnya dan mengisi minumannya sendiri. masih mencium wangi masakan sang istri rayhan tau betul masakan iti sangatlah enak di lidahnya.
tak banyak pikir mereka langsung mengisi perut mereka masih2 sambil sesekali bertukar cerita bersama. tak lupa rayhan sesekali menyuapi sang istri dengan begitu lembutnya.
sehingga siapa saja yang melihatnya akan merasa iri dengan keromantisan pasangan suami istri itu.
setelah selesai menyantap makanannya anissa mengantar suaminya sampai di depan pintu utama. tak lupa anissa mencium tangan sang suami dan rayhan juga menunggalkan jejak kasih sayangnya di kening istri tercinta.
melihat keromantisan sang tuan muda zidan hanya mampu merenungi nasibnya sebagai jomblo sejati.
sepeningalan sang suami anissa langsung saja menyiapkan makanan kesukaan leon untuk di bawa ke rumah sakit.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
di rumah sakit.
__ADS_1
dengan dukungan dari orang terdekatnya leon akhirnya menujukkan perkembangan yang sangat meningkat.
dia sedang menghirup udara segar di taman rumah sakit sambil menatap buah hatinya sedang bermain dengan gembiranya bersama sahabatnya dion dan kedua orang tuanya.
"brayen" ucap anissa gembira berjalan dengan srmangatnya karna sudah sangat merindukan buah hatinya itu.
"mama " ucap brayen mengangkat kedua tangannya kearah anissa.
dengan sigap anissa menyambut uluran tanggan sang buah hati lalu membawanya ke dalam gendonganya.
" ma , pa" ucap anissa menyalim mantan mertuanya secara bergantian.
"sini kakek gendong. kasian mama" ucap robert.
" brayen turun saja kek" ucap brayen turun dari gendongan anissa.
"abang sudah makan? ini nissa buatin makanan kesukaan abang" ucap anissa membuka rantang yang dia bawa.
"makasi ya, sini biar aku makan sendiri" ucap leon mengambil makanan yang di tanggan anissa.
leon langsung saja melahap masakan yang selama ini dia rindukan. melihat perkembangan leon anissa langsung saja tersenyum bahagia.
"bagaimana keadaan bg leon ma?" tanya anissa ke juli.
"dia sudah lebih baik nak, kalau dia lebih membaik kata nak alex besok sudah bisa pulang" jelas juli tersenyum.
"assalamwallaikum" ucap tika datang membawa obat untuk leon.
"*wallaikum sallam"
" tika bagaimana kabarmu*?" ucap anissa memeluk tika.
"aku sehat kok nis, bagamana denganmu? " ucap tika membalas pelukan anissa.
"aku baik kok, baik banget malah" ucap anissa tersenyum bahagia.
tika yang melihat kebahagian di wajah sang sahabat merasa lega karna sahabatnya itu telah mendapatkan kebahagiannya.
"apa leon sudah makan tante?" ucap tika.
"sudah nak, ini obat untuk leon ya?" jawab juli.
" ia tante" tika.
" sini biar tante saja yang memberikannya" juli.
tika hanya tersenyum menurut lalu memberikan obat yang dia pegang ke juli. sesekali dia melirik ke lelaki yang berada di dekat anissa sambil tersenyum.
__ADS_1
anissa yang menyadari tingkah keduanya yang saling mencuri pandang hanya bisa tersenyum bahagia lalu mendekati dion.
"akhirnya kakakku sudah menemukan tempat pelabuhannya ya" bisik anissa ke dion tersenyum.
mendengar ucapan anissa, dion langsung salah tingkah sambil menatap tika sambil tersenyum sendiri.
melihat tingkah dion yang malu2 membuat sisi jahil anissa mulai meronta ronta.
"ehem...kakak gak usah malu sama nissa. walaupun kakak berusaha menyembunyikannya anissa sudah tau dari raut wajah kakak" bisik anissa mengoda dion.
"apaan sih nis" dion malu.
"kalau kakak diam terus seperti ini tidak akan bisa mendapatkan tika kak, karna kuadrat perempuan itu di kejar bukan mengejar. atau kakak mau nissa bantu?" ucap tika menaik turunkan alisnya.
melihat tingkah anissa, dion hanya bisa tersenyum mengangguk menandakan dia setuju
"gitu dong" ucap anissa tersenyum.
"kamu ini tidak pernah berubah" ucap dion tersenyum sambil melirik kearah tika.
tika yang penasaran dengan pembicaraan dion dan tika hanya bisa memperhatikan dari jauh.
"ma, papa rey mana?" ucap brayen mendekati anissa.
"papa sedang ke kantor sayang" anissa.
"yah padahal brayen mau bermain dengan papa" ucap brayen memayunkan bibirnya.
"kalau brayen mau main sama papa tunggu hati libur ya sayang" bujuk anissa sambil melirik ke arah juli.
"ya sudah brayen nginap saja di rumah papa rey, besok jangan lupa jengguk lagi ayah ke sini ya" ucap leon mendekati brayen.
mendengar ucapan leon anissa tersenyum bahagia. dia merasa senang karna leon sudah mulai menerima kehadiran rayhan di kehidupannya dan brayen.
"beneran yah, brayen bisa nginap di tempat papa" ucap brayen bahagia. leon hanya tersenyum mengangguk sambil mengelus halus rambut putranya.
"kalau begitu ayo ma, brayen mau ke kantor papa dulu" ucab brayen penuh semangat.
"ia nak, ayo pamit sama kakek dan nenek dulu" anissa.
brayen langsung meminta izin ke robert dan juli. setelah mendapatkan izin dari kakek dan neneknya brayen langsung menyalim secara tak lazim tanggan kakek dan neneknya secara bergantian.
setelah meminta berpamitan anissa langsung mengandeng tanggan brayen meninggalkan rumah sakit.
tak lupa sebelum pergi anissa memainkan matanya mencoba menggoda dion dan tika. sadar dengan kelakuan anissa keduanya hanya bisa tersenyum malu sambil mengaru kepala mereka yang tak gatal.
bersambung....
__ADS_1