
mohon sediakan tissu banyak2 yaπ π
karna epsode ini mengandung banyak bawang yang bikin mewekπππ
"ayahh... ibu..." teriak anissa hiteris.
"anissa maafin ayah" ucap pria paru baya itu lemah.
"ayo bawa mereka ke rumah sakit sekarang" teriak bram.
"ba...baik pa" ucap rayhan gugup.
rayhan langsung membawa mereka ke dalam mobil . di ikuti alex untuk mengatur jalan ke rayhan supaya bisa cepat sampai di rumah sakit.
sesampainya di rumah sakit para suster mulai sibuk melihat rayhan yang berlumuran darah. dengan sigap mereka langsung membawa kedua korban ke ruang icu.
"kakak tunggu di luar dulu ya. alex akan berusaha sekuat tenaga alex" ucap alex langsung menutup ruang icu.
anissa hanya duduk sambil menangis badannya begitu rapuh air matanya terus menetes tak ada hentinya.
melihat keadaan anissa rayhan bisa tau jika kedua pasangan paru baya itu adalah orang tua kandung anissa.
"sayang kamu yang kuat, alex pasti berusaha sekuat tenaganya" ucap rayhan menenangkan anissa.
"kenapa pertemuanku bersama mereka seperti ini rey" ucap anissa kesegukan.
"jangan menyalahkan takdir sayang karna allah pasti maha tau" ucap rayhan menasehati.
setelah hampir satu jam akhirnya alex keluar dari ruangan itu.
"bagaimana keadaan ayah dan ibu?" ucap anissa langsung menyosor.
"ayah kakak mau bertemu dengan kakak dan brayen. sedangkan ibu kakak hanya luka sedikit saja di bagian kepala dan kakinya" jelas alex.
mendengar ucapan alex anissa langsung berlari kedalam di ikuti rayhan dan alex membawa brayen dari belakang.
"ayah" ucap anissa lirih langsung memeluk pria paru baya yang terbaring lemah.
"maafin ayah nak, ayah terlaru keras sama kamu, ayah tidak bisa jadi ayah yang baik untukmu" ucapnya menangis menyesali perbuatannya selama ini.
"apa dia cucuku nak?" ucapnya lagi menunjuk bocah yang ada di gendongan pria yang berbadan kekar di belakang anissa.
__ADS_1
"ia yah.. dia cucu ayah" ucap anissa tak henti mengeluarkan air matanya.
rayhan langsung menyerahkan brayen ke aniss.
"sayang sapa kakek nak, dia adalah ayah kandung mama" jelas anissa menghapus air matanya.
"kamu sudah besar sayang. maafin kakek ya nak" ucap ayah anissa memeluk brayen.
"mana suamimu nak?" ucap ayah anissa binggung melihat pria yang bersama anissa bukan menantunya.
mendengar ucapan ayahnya anissa hanya bisa menatap rayhan dan tak terasa kekuatannya yang selama ini ia bangun hancur seketika. air matanya mengalir dengan derasnya.
melihat keadaan anissa yang begitu rapuh rayhan langsung menenangkanya dengan begitu lembutnya.
melihat perlakuan rayhan ke anissa dan melihat mimik wajah putrinya itu ayah anissa mulai tau segala beban yang ditanggung anissa selama ini.
"apa benar jika kau telah berpisah dari leon nak?" ucap ayah anissa menitikkan air matanya.
ya ayah anissa memang mendengar tentang gosip perceraian anissa. tapi dia meragukan kebenarannya oleh sebab itulah dia pergi ke kota untuk memastikan kebenarannya.
tai sayangnya baru saja sampai di kota mereka terlibat dalam kecelakaan beruntun yang mengakibatkan pertemuannya dengan anissa.
"ia pa," ucap anissa menangis. berlahan air mata penyelan ayah anissa mengalir deras.
"engak yah ayah adalah ayah terbaik" ucap anissa memeluk ayahnya.
"siapa dia nak?" ucap sang ayah menunjuk rayhan.
"dia rayhan yah, calon suami anissa" ucap anissa memperkenalkan .
degh... hatinya begitu sakit mendengar ucapan anissa. dia merasa sebagai ayah tak berguna. dia sama sekali tidak peduli dengan putri semata wayangnya.
hingga dia tidak tau menau tentang perceraian anissa dengan leon. di tambah lagi dia mendengar jika putrinya itu mau menikah lagi.
sekejam itukah dia kepada putrinya sehingga putrinya sendiri tidak mau datang kepadanya walaupun begitu banyak masalah yang menimpa putrinya itu.
"nak tolong jaga putri ayah, sayangi dia dan ayah mohon jangan sesekali kau menyakiti hatinya. sudah cukup penderitaannya selama ini" ucap ayah anissa ke rayhan sambil memegang dadanya sesak.
"ia yah, aku akan membahagiakan putri ayah semampuku. aku tidak akan pernah berani untuk menyakitinya karna dia lah hartaku yang paling berharga" ucap rayhan tulus.
mendengar ucapan rayhan dengan tulus ayah anissa langsung tersenyum bahagia. dia merasa jika putrinya itu telah jatuh ke tangan yang tepat.
__ADS_1
namun dengan seketika keadaan ayah anissa ngedrop. melihat itu alex beserta para suster langsung sigap memberi pertolongan yang terbaik.
"aayyahhh...." teriak anissa melihat keadaan ayahnya.
rayhan langsung menarik badan anissa menjauh agar para suster bisa bebas mengerjakan tugasnya. sedangkan maya yang sedari tadi memerhatikan dari belakang langsung membawa brayen ke gendongannya.
sedangkan bram langsung membantu tenaga medis untuk memberi pengobatan terbaik untuk calon besannya itu.
"walaupun aku sudah pergi untuk selamanya tolong lanjutkan pernikahan kalian sayang. maafkan ayah yang tidak bisa menjadi walimu nak. maafkan ayah" itulah kata2 terakhir yang keluar dari mulut ayah anissa.
dia meninggal dengan senyuman yang terukir indah di wajahnya. wajahnya terlihat begitu tenang seperti tidak ada beban yang menghantuinya lagi.
"ayah jangan tingalin anissa yah. ayah harus menyaksikan pernikahan anissa dengan senang hati tidak seperti dulu yah" ucap anissa mengoyang goyangkan badan ayahnya.
"sayang kamu harus kuat. mungkin ini sudah ketetapan allah" ucap rayhan memeluk anisaa mencoba untuk menenangkannya.
anissa menangis histeris di dalam pelukan rayhan hingga akhirnya badannya begitu lemas tak berdaya hingga akhirnya anissa pingsan didalam pelukan rayhan.
sadar jika anissa telah pingsan rayhan langsung membawa anissa keruang rawat untuk di periksa.
"bagaimana keadaan anissa pa?" ucap rayhan setelah melihat bram selesai memeriksa anissa.
"dia baik2 saja hanya saja tubuhnya masih sangat lemah" jelas bram
rayhan hanya menatap sedih melihat wanita yang sangat berharga dalam hidupnya terbaring lemah dengan selang impus di tangganya.
"pa mama kenapa?" ucap brayen lirih.
"mama tidak apa2 sayang, dia cuman kelelahan saja" ucap rayhan menenangkan brayen.
setelah mendengar kabar tentang kematian ayah anissa bram beserta keluarganya langsung menuju rumah sakit.
mereka langsung mengurus ibu anissa dan mayat ayah anissa.karna ibu anissa tinggal sendiri maka rayhan langsung menyuruhnya untuk menetap di kota.
lalu rayhan langsung meminta agar almarhum ayah anissa di kebumikan di kota juga. karna melihat ketulusan rayhan ibu anissa langsung setuju.
rencananya mayat ayah anissa akan di bawa ke kediaman bram. mereka langsung bergerak untuk mengurus acara pengajian dan pemakaman untuk ayah anissa.
sedangkan ibu anissa yang masih lemah mengunakan kursi roda melihat keadaan putrinya itu.
"nak maafkan ibu. karna ibu kamu bisa seperti ini. kamu memang anak kebanggan ibu nak. tapi ibu ini sangat tidak berguna" ucapnya menangis sambil menggengsm tangan putri semata wayangnya itu penuh penyesalan
__ADS_1
bersambung