Penghianatan Terdalam

Penghianatan Terdalam
part 56


__ADS_3

" ini semuanya untukmu" ucap dion menyerahkan mangga yang ada di keranjang buahnya untuk anissa sambil tersenyum menebak penyebab perubahan anissa.


" terimakasi kak" ucap anissa tersenyum senang lalu duduk di sofa.


" sayang" ucap anissa menatap rayhan.


melihat sikap anissa, rayhan tau apa yang di inginkan sang istri saat ini. dia langsung mengambil pisau lalu membuka mangga untuk anissa.


dengan telatennya rayhan membukakan mangga untuk sang istri lalu menyuapinya dengan lembutnya.


"kakek liahat kan, mama seperti adik kecil saja" ucap brayen menunjuk anissa.


mendengar ucapan cucunya robert dan juli hanya tersenyum seperti tau penyebab perubahan sikap mantan menantunya.


"biar aja, yang penting papa kamu sayang sama mama" ucap anissa tak peduli.


"sudah ayo makan lagi" ucap rayhan menengahi pertikaian ibu dan anak itu.


melihat tingkah kakak iparnya alex mencoba mendekatinya dan memeriksa keadaan kakak ipar kesayangannya itu.


"kakak tidak sakit kan?" ucap alex memegang kepala kakak iparnya dengan punggung tanggannya.


bukan menjawab pertanyaan adik iparnya anissa malah dengan cepat menutup hidungnya.


"minggir kamu bau sekali" ucap anissa menutup hidungga sambil menghipaskan tanggannya.


"orang aku wanggi seperti ini kakak bilang pulak bau" ucap alex mencium bajunya yang masih wanggi.


"bau lho kakak gak suka. kamu pasti gak mandi tadi ya?" ucap anissa asal.


"enak aja kakak bilang aku gak mandi. kalau gak percaya coba cium wanggi kan?" ucap alex mendekatkan dirinya ke anissa.


hhuueekk...


anissa langsung berlari ke kamar mandi lalu memuntahkan isi perutnya setelah mencium badan alex.


dengan sigap rayhan langsung menyusul sang istri lalu memijit halus tengkuk leher sang istri.


lain dengan alex yang terus mencium badannya yang masih wangi parfum meskulin paforitnya.


"apa aku sebau itu ya" ucap alex ke tika yang sedari tadi berdiri di sampingnya.

__ADS_1


" gak kok dok, wanggi dokter seperti biasa" ucap tika mencium baju alex.


"kamu tidak bau kok nak, cuman kakakmu aja yang aneh" ucap juli menatap binggung perubahan mantan menantunya.


"kenapa kalian binggung seperti itu? harusnya kalian bahagia karna sebentar lagi pesanan brayen datang" ucap robert tersenyum bahagia.


mendengar ucapan robert semua orang yang disana menatap robert secara bersamaan sambil memikirkan perubahan anissa.


beda dengan mereka yang berubah bahagia ketika menyadari perubahan anissa. leon malah merasa sedih ketika mendengar anissa hamil anak rayhan.


jujur walaupun di mengatakan jika dia sudah ikhlas melepas anissa untuk rayhan tapi di dalam hatinya masih terukir indah nama anissa. ya dia masih sangat mencintai mantan istrinya itu.


"ia om benar, kenapa aku tidak kepikiran dari tadi ya" ucap alex senang.


" jadi sebentar lagi brayen akan punya dedek bayi?" ucap brayen senang.


"ia nak, sebentar lagi kamu akan punyak adik, jadi jangan berantem terus sama mama ya kasihan nanti adik mu yang ada di dalam perut mama" ucap juli menasehati cucunya karna dia melihat jika ibu dan anak itu sering sekali bertengkar jika bertemu.


"ia nek, tapi mama tu suka jahil" ucap brayen mengingat kelakuan jahil sang mama yang sama sekali dia tidak suka.


"itu biasa sayang jika kamu ingin adik dari mama kamu harus sabar dengan sikap mama yang sekarang" ucap juli dengan lembut walaupun dia sama seperti brayen tidak suka dengan perubahan sikap mantan menantunya.


mendengar ucapan sang nenek brayen hanya menganguk mengerti.


dengan lemas dia bersandar di sopa sambil memejamkan matanya. kepalanya sedikit pusing karna mencium wangi parfum alex.


"nis, apa kamu perlu di periksa dokter" ucap tika mendekati sahabatnya.


"tidak perlu tik, aku tidak apa2" ucap anissa tersenyum sambil melirik ke arah tika dan dion bergantian.


ntah setan apa yang merasukinya tiba2 ide jahilnya datang kembali. walaupun kepalanya sedikit pusing tapi dia bahagia memikirkan idenya menyatukan tika dan dion.


"kak dion makan siang bareng yuk" ucap anissa sambil mengedipkan matanya.


melihat kode dari anissa dion langsung mengerti karna mereka telah sepakat jika anissa membantunya untuk mendekati tika.


"ide bagus, kakak juga lapar ni" ucap dion menatap robert dan juli.


melihat kode dari dion robert dan juli langsung mengerti. karna mereka tau jika dion menyukai tika dari mulut ember anissa.


"ya udah kalian makan siang bersama saja kami pamit pulang dulu" ucap robert setelah selesai membereskan barang2 leon.

__ADS_1


"apa kamu tidak berobat dulu sayang" ucap rayhan hawatir melihat wajah pucat istrinya.


"tidak sayang aku mau makan siang saja, kamu ikut ya tik. kita makan siang bersama" ucap anissa menatap tika penuh permohonan. melihat wajah polos sahabatnya itu tika hanya menganguk mengiakan.


"aku bagaimana kak" ucap alex polos.


" kamu mandi saja dulu. kakak tidak suka bau badanmu" ucap anissa tak peduli.


mendengar ucapan kakak ipar kesayangannya alex hanya bisa diam tanpa ada kata sedikitpun.


setelah selesai berunding mereka pun pergi meningalkan rumah sakit. juli, robert dan leon membawa brayen ke rumah mereka.


anissa, rayhan , dion dan tika pergi ke restoran untuk makan siang bersama. sedangkan alex karna anissa merasa mual asal mencium bau parfumnya maka dia tinggal di rumah sakit makan siang seorang diri.


rayhan mematap aneh sang istri yang duduk di samping kursi pengemudi sambil menempel manja kepadanya.


sedangkan tika yang ikut dengan mobil dion hanya diam sambil menatap keramaian kota dari kaca jendela mobil dion.


sesampainya di restoran mereka mengambil meja yang sama anissa duduk di samping rayhan sedangkan tika duduk di samping dion.


"permisi tuan dan nyonya muda kalian mau pesan apa?" ucap menejer restoran.


" saya mau soto sapi ukuran jumbo satu dan ayam bakarnya satu terus es lemon tea dua" ucap anissa .


mendengar pesanan sang istri rayhan langsung tau jika istrinya itu mau makan sepiring berdua dengannya.


setelah selesai dengan pesanan anissa kepala menejer itu pun menanyakan pesanan dion dan tika. setelah selesai dia pun langsung ke dapur menyiapkan pesanan mereka.


setelah selesai memasak pesanan orang terkaya di kota itu kepala koki di sana langsung turun tangan menyajikan pesanannya.


setelah selesai menghidangkan pesanan mereka dengan rapi para pelayan dan kepal koki beserta menejer restoran itu langsung pamit undurkan diri.


melihat pesananya tersaji di depannya mata anissa langsung membinar ingin segera melahap habis makanan itu.


sudah hapal dengan keinginan sang istri rayhan langsung saja menyuapi istrinya dengan telaten. melihat keromantisan rayhan dan anissa, dion dan tika hanya saling tatap canggung.


" sudah tik, gak usah canggung seperti itu. kamu terima aja kak dion jadi pendampingmu lagian kak dion itu baik kok jadi kamu tidak akan nyesel memilih kak lion sebagai pendampingmu" ucap anissa tulus.


bersambung...


*apa kabar pembaca setia author? author harap kalian semua sehat selalu agar bisa terus membaca karya author😅😅😅.

__ADS_1


author ucapkan banyak terimakasi karna telah memberi dukungan untuk author sampai saat ini. jangan lupa tinggalkan jejak like dan pavorit kaliannya🥰🥰.


kalau di kasi vote dan hadiah author juga merasa sangat berterimakasi. jangan lupa kasi saran di kolom komentar ya😁😁*


__ADS_2