
setelah sampai di rumah sakit alex langsung memeriksa keadaan leon. dia menatapnya dengan penuh rasa kasihan tapi dia juga kesal terhadapnya karna pernah menyakiti kakak iparnya.
"bagaimana keadaannya nak?" ucap robert mendekati alex.
"dia baik2 saja kok om. tapi kelihatannya dia begitu stres dan kurasa dia blm ada makan sama sekali" jelas alex perihatin.
tak terasa air mata robert menetes melihat keadaan anaknya yang begitu lemah dan juga terlihat selang impus di tangganya.
"nak kenapa kamu bisa seperti ini?" ucap robert mengenggam erat tanggan leon.
"sudah pa. sekarang kita harus menjadi kekuatan untuk putra kita. sama seperti saat kita memberi kekuatan kepada putri kita anissa sehingga dia bisa meraih kebahagiaannya kembali. walaupun tidak bersama anissa" ucap juli menenangkan robert.
"kamu benar ma sekarang waktunya kita juga harus menyemangati putra kita" ucap robert menatap lekat wajah leon.
brayen yang berada di gendongan dion hanya bisa menatap ayahnya penuh haru. jujur dia masih sangat marah kepada ayahnya karna pernah menyakiti wanita yang paling berharga dalam hidupnya.
tapi, sebagai anak dia juga tidak tega melihat ayah kandungnya sendiri dalam keadaan sangat hancur seperti ini.
"paman, apa ayah tidak apa apa?" ucap brayen menatap dion dengan mata berkaca kaca.
"ayah kamu tidak akan apa2 sayang. sama seperti mamamu dulu nak. ayahmu juga akan bisa bangkit lagi asal kamu selalu memberi kekuatan untuknya" ucap dion menasehati.
"apa semua orang dewasa seperti itu ya paman?" tanya brayen polos.
"bukan hanya orang dewasa nak. kita semua pasti akan merasakan kekecewaan dalam hidup ini. tapi bukan berarti kamu harus pasrah dengan keadaan. kamu harus buktikan jika kamu sanggup untuk menghadapi segala cobaan yang di berikan allah kepadamu. agar kelak kamu akan menjadi manusia tangguh dan kuat" jelas dion dengan baik agar brayen bisa memahami ucapannya.
"oh gitu ya om" ucap berayen mengerti.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
di hotel
walaupun matahari sudah terbit begitu tinggi anissa masih terlelap dalam tidurnya. terlihat dia begitu kewalahan menghadapi suaminya itu.
rayhan yang sedari tadi menunggu istrinya terbangun hanya bisa menatap wajah polos yang tidur dengan lelapnya penuh rasa kasihan.
__ADS_1
walaupun merasa perutnya sudah sangat keroncongan tapi dia tetap setia menunggu istrinya untuk makan bersama.
karna sudah terlalu lama menunggu dan sang istri blm bangun juga rayhan memilih untuk membangunkanya karna cacing di dalam perutnya sudah dari tadi berdemo meminta makan.
"sayang ayo bangun" ucap rayhan mengelus kepala istrinya pelan.
namun sang istri belum ada niat untuk membuka matanya sama sekali. ingin sekali dia memangsa istrinya kembali tapi tiba2 bel kamar mereka berbunyi.
rayhan langsung keluar dari kamar menuju ruang tamu lalu membuka pintu. dia menatap binggung melihat zidan datang langsung ke kamarnya tanpa menghubunginya terlebih dahulu.
"apa tuan masih betah berdiri di sini?" ucap zidan secara tidak langsung meminta izin untuk masuk karna tuan mudanya itu masih berdiri menatapnya tanpa menyuruhnya masuk.
sadar dengan ucapan sekertarisnya itu rayhan langsung menyuruhnya masuk lalu duduk di sofa ruang tamu.
"ada apa? tiba2 datang tanpa memberitau dulu" ucap rayhan kesal karna belum mengisi perutnya yang sudah lapar dari tadi.
"santai aja tuan. bagaimana semalam?" ucap zidan menaik turunkan alisnya. bukannya menjawab rayhan menatap sekertarisnya itu dengan tajam.
melihat reaksi tuan mudanya itu zidan langsung mengidik ngeri sambil mengaruk kepalanya yang tidak gatal.
"apa aku datang di waktu yang tidak tepatnya? tapi ini kan sudah siang bolong" batin zidan menebak.
"dasar, mentang2 pengantin baru tidak tau waktu sampai2 jam segini pun belum makan" batin zidan mengoceh tanpa berani menggatakanya.
"ehem" dehem rayhan karna melihat sekertarisnya itu masih setia dengan lamunannya.
"maaf tuan saya ke sini hanya ingin mengatakan jika leon sekarang ada di rumah sakit" jelas zidan tersadar. mendengar ucapan zidan rayhan hanya mengerutkan keningnya meminta kejelasan.
"saya dengar dari tuan alex jika leon mengalami defresi tuan. saya rasa dia begitu terpuruk karna anda telah menikah dengan nona muda" jelas zidan.
mendengar ucapan zidan jujur dia merasa perihatin terhadap mantan suami istrinya. tapi apa lah dayanya dia juga sangat mencintai istrinya jadi dia tidak akan melepaskanya untuk siapa pun.
anissa yang merasa perutnya keroncongan terbangun dari tidur. dia melihat sekeliling kamar tapi tidak melihat keberadaannya di sana.
dia mengambil baju lingrie yang ia kenakan semalam lalu mencoba memakainya. dengan baju teransparan itu dia mulai mencari keberadaan suami tercinta.
__ADS_1
melihat anissa keluar dari kamar dengan mengunakan baju dinas malamnya rayhan begitu kaget langsung menutup mata zidan.
untung saja zidan menghadap kearah rayhan jadi dia tidak sempat melihat anissa.
kaget dengan keberadaan zidan anissa langsung berlari kedalam kamarnya dengan jantung yang tidak beraturan.
dia sangat gugup apa lagi melihat tatapan suaminya tadi.
setelah memastikan anissa telah kembali ke kamarnya rayhan langsung melepas tanggannya dari mata zidan.
"cepat pesankan makanan buat kami" ucap rayhan pergi meninggalkan zidan langsung menuju kamar.
melihat kelakuan tuan mudanya yang suka seenaknya saja zidan hanya bisa geleng geleng kepala tanpa berani melawan.
zidan langsung pergi untuk memesan makanan untuk tuan muda dan nona mudanya itu. setelah memastikan zidan telah meninggalkan penginapan mereka rayhan langsung menemui istrinya.
setelah dia membuka pintu dia melihat istrinya itu masih berdiri mondar mandir seperti setrika sambil menggit kecil jarinya.
sadar dengan kedatangan suaminya, anissa langsung berdiri mematung melihat suaminya menatapnya begitu tajam.
..."mati aku apa dia marah kepadaku? aku memang terlalu bodoh bisa seceroboh itu." batin anissa menyadari kecerobohannya....
dia lupa jika suaminya itu orang penting, jadi wajar saja ada yang selalu menemuinya dimana pun dan kapan pun.
rayhan mendekati anissa dengan sorot mata yang begitu tajam. anissa yang ketakutan mulai berjalan mundur.
hingga akhirnya ia terhadang diding kamar di belakangnya. anissa yang tidak bisa apa pun hanya bisa memejamkan matanya pasrah.
"kamu ngapain pakai baju ini keluar" ucap rayhan dinggin.
"maafkan aku, aku tidak segaja, aku tidak tau ada yang menemuimu. lagi pula ini kan hari untuk kita berdua jadi aku pikir tidak akan ada yang menemuimu" ucap anissa gugup.
melihat anissa yang ketakutan rayhan tersenyum tipis.
"memang jika tidak ada zidan tadi, kamu mau apa memakai pakaian ini lagi? apa masih mau lagi" ucap rayhan terkekeh tanpa dosa.
__ADS_1
mendengar ucapan rayhan anissa langsung membulatkan matanya menatap rayhan.
bersambung....