
setelah tiba kamar leni langsung membaringkan tubuhnya di kasurnya. namun tiba2 hpnya berbunyi. dia melihat pesan melihat ada pesan masuk dari grub kantor.
" kurang ajar, ternyata rayhan memberikan mobil semewah itu ke wanita murahan itu. bahkan mobilnya jauh lebih mewah dari mobil yang di berikan rayhan ke padaku." ucap leni geram.
leni melempar hpnya dengan kerasnya dia langsung berteriak histeris. lalu mengacurkan semua barang yang ada di dekatnya.
mendengar jeritan leni luna dan leon langsung menghampiri leni. mereka begitu kaget melihat keadaan kamar leni yang begitu berantakan.
luna langsung menghampiri leni menghampiri leni lalu mencoba untuk menenangkannya.sedangkan leon hanya bisa menatap adik iparnya itu. leni memang manja sedari dulu dan selalu berbuat apapun jika keinginannya tidak terkabul.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
di dikediamaan robert.
di pagi hari robert beserta keluarganya lagi sarapan bersama.
" nis, diluar ada mobil. mobil siapa itu?" juli.
"mobil kak nissa lah ma" ucap lia langsung memotong perkataan juli.
"kamu baru beli mobil nis?" ucap robert mengerjitkan dahinya.
"itu hadiah dari pak rayhan. karna semalam kak nissa udah nerima lamaran pak rayhan. itu makanya mama sama papa semalam cepat kali tidurnya kan ketinggalan impormasi penting" jelas lia.
"yang benar lis?" ucap juli dan robert serentak.
melihat juli dan robert terkujut mendengar ucapan lia, anissa hanya bisa menggangguk. anissa takut jika robert dan juli tidak setuju dengan keputusannya.
"wahh... syukurlah akhirnya kamu bisa membuka hati untuk nak rayhan nis" ucap robert tersenyum.
"akhirnya keingginan brayen membuat rayhan jadi papanya terwujud juga" juli melirik brayen.
"apa nek mama dan papa rayhan mau menikah?" ucap brayen tersenyum senang.
"ia sayang" ucap anissa tersenyum
"horee... terima kasih ya ma udah mau ngabulin permintaan brayen" ucap brayen lalu berlari memeluk anissa.
mereka tersenyum bahagia melihat anissa. akhirnya perasaan anissa yang pernah di hancurkan oleh leon sekarang sudah berhasil di sembuhkan rayhan secara berlahan.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
setibanya di kantor anissa langsung memarkirkan mobilnya. lalu dia berjalan memasuki kantor. dia heran melihat para karyawan di sana menunduk memberi hormat kepadanya.
anissa hanya bisa tersenyum dan merasa canggung karna sikap para karyawan yang begitu menghormatinya.setelah tiba di mejanya anissa langsung meletakkan bokongnya di kursi kerjanya.
__ADS_1
tak lama kemudian dia melihat rayhan berjalan memasuki pintu utama. anissa langsung berdiri dan memberi hormat ke rayhan.
"assalam wallaikum calon istriku" ucap rayhan berdiri tepat di depan anissa.
"wa..wallaikum sallam" ucap anissa gugup.
"masak cuman wallaikum sallam saja, sambungannya mana?" ucap rayhan gemas melihat ekspresi anissa yang begitu menggemaskan untuknya.
"walaikum sallam calon suamiku" ucap anissa menyembunyikan muka tomatnya.
melihat anissa malu2 rayhan tersenyum lalu berjalan meninggalkan anissa. diikuti zidan dari belakang. tak mau kalah dari tuan mudanya zidan juga mengoda anissa.
"assalamwallaikum nona mudaku" ucap zidan mengoda anissa.
"wallaikum sallam" anissa tersenyum. zidan langsung berlari menghampiri tuan mudanya itu.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
saat makan siang tiba anissa, lia dan sarah makan siang bersama di kantin kantor. mereka makan sambil bercandaria bersama.
"nis, gue gak nyangka lho jika tuan rayhan memberi kejutan yang sangat indah untuk lho semalam" sarah.
"ia kak, aku juga tidak menyangka seorang rayhan adhijaya yang terkenal playboy bisa nangis bersimpuh di kaki kakak" ucap lia tersenyum menggingat kelakuan rayhan semalam.
"ia nis, lho sangat beruntung bisa menaklukkan hati pak rayhan. dari caranya semalam gue yakin jika pak rayhan cinta mati sama lho" sarah. mendengar ucapan kedua sahabatnya itu anissa hanya bisa geleng2 kepala.
"gue minta lho jauhin rayhan" ucap leni tiba2
takut jika leni membuat masalah lagi lia dan sarah mencoba untuk membalas leni namun anissa langsung memberi kode menyuruh mereka diam.
"apa hak anda menyuruh saya meninggalkan calon suamiku sendiri?" ucap anissa menatap tajam lia.
"apa hakku kau bilang? karna rayhan adalah milikku dan hanya milikku" ucap leni menatap tajam anissa.
"tapi rayhan sendiri lebih memilihku jadi pasanganya bukan dirimu" ucap anissa menantang leni.
"cihh... dasar manusia tak tau malu lihatlah dirimu apakah kau pantas bersanding dengan rayhan?" leni.
"apa alasanmu mengatakan aku tidak pantas untuknya?" anissa.
"kau memang tak pantas untuknya. lihatlah dirimu kau itu hanya seorang janda dan levelmu juga dengan pak rayhan berbeda sangat jauh. aku heran melihatmu kenapa pak rayhan bisa memilihmu jadi pasangannya? apa kau sudah menghabiskan malam bersama pak rayhan?" ucap leni memancing emosi anissa.
"berkacalah dahulu sebelum kau mengoreksi hidup orang. tapi apa kau tidak punya kaca ya dirumah hingga kau tak bisa mengoreksi dirimu sendiri?" anisa tersenyum sinis.
geram akan perkataan anissa leni langsung mengganggkat tangganya hendak memukul anissa. namun dengan sigap anissa langsung menangkap tangan leni.
__ADS_1
"sekali lagi ku katakan padamu aku tidak akan pernah meninggalkan rayhan. kecuali allah sendiri yang memisahkan kami, apa kau mengerti?" ucap anissa meremas tanggan leni.
leni hanya bisa meringgis menahan sakitnya. setelah melepaskan tanggan leni anissa langsung pergi meninggalkan. leni menatap kepergian anissa penuh amarah.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
di pagi hari seperti biasa anissa mengantarkan brayen ke sekolah. namum entah apa rencana lena dan leni sedari tadi mereka trus mengikuti anissa.
"ma aku mau beli makanan itu" ucap brayen menunjukkan pedagang kaki lima di sebrang jalan.
"yaudah tunggu mama parkirkan dulu mobil kita ya" anissa tersenyum.
"ok ma" brayen.
setelah memarkirkan mobilnya anissa mengandeng tanggan brayen untuk menyebrang jalan. namun tiba2 sebuah mobil datang dengan kencangnya ke arah meraka.
bruuukkk....
"aahhh" teriak anissa.
"nona tidak apa2?" ucap pengawal bayangan yangdi suruh rayhan mengawasi anissa.
"aku tidak apa2 tapi aww..." anissa meringgis karna tangganya lecet terkena aspal.
sedangkan brayen masih menanggis ketakutan di pelukan pengawal satu lagi.
"ssiiaaalll... kenapa harus ada kedua pria itu menyelamatkan anissa" ucap leni memukul setir dengan geram.
"tapi bagaimana jika kita ketauan len" ucap luna ketakutan.
"tenang aja kak inikan mobil rentalan trus plat mobilnya juga sudah aku ganti" ucap leni tersenyum sinis.
dia memang sudah merencanakanya dengan matang2. tapi semua rencananya gagal total karna kedua penggawal yang di suruh rayhan menjaga anissa.
flash back
"len itu anissa mau menyabrang." ucap luna menunjuk ke arah anissa.
leni langsung mengemudikan mobilnya dengan kecepatan tinggi ke arah anissa. namun melihat sebuah mobil melaju ke arah anissa. para pengawal itu pun langsung menarik anissa dan brayen.
untuk para pengawal yang di suruh rayhan bekerja dengan sigap. jadi brayen dan anissa tidak terluka begitu parah. anissa hanya lecet di bagian tangganya sedangkan brayen hanya shock.
mereka langsung membawa anissa ke rumah sakit alex lalu menghubunggi rayhan memberitaukan kejadian yang menimpa anissa.
flash on.
__ADS_1
bersambung....