Penghianatan Terdalam

Penghianatan Terdalam
part 29


__ADS_3

seperti biasa sebelum berangkat kantor anissa menyiapkan sarapan terlebih dahulu. lalu membantu brayen untuk bersiap siap berangkat sekolah. setelah selesai mempersiapkan keperluan brayen anissa membawa berayen untuk sarapan bersama.


anissa memberikan susu dan roti tawar untuk brayen baru memasukkan bekal yang sudah ia siapkan ke dalam tas brayen. barulah dia duduk dan mengisi perutnya sendiri.


"ma, nanti pulang sekolang brayen main ke kantor papa rey ya" ucap brayen meminta izin kepada anissa.


"papa rey kalau di kantor sangat sibuk sayang, nanti aja kalau ada waktu papa rey ke sini ya sayang" ucap anissa memberi pengertian ke brayen.


bukan tidak mau membawa brayen ke kantor tapi jujur saja jika dia malu bertemu bosnya itu. anissa takut jika alex sudah memberitaukan soal pembicaraannya denga tika kemarin.


"papa rey aja sudah memberi izin ke brayen untuk main ke kantornya." ucap brayen cemberut.


"sudah nis, izinkan aja lah dia main ke kantor rey. lagian kamu juga kan bekerja di sana, jadi apa salahnya jika brayen mau main ke sana" ucap robert membela brayen.


"ya udah nanti pulang sekolah mama jemput" ucap anissa mengalah.


"hore... makasi ya ma. brayen janji gak bakalan nakal di sana." ucap brayen menujukkan wajah imutnya. anissa hanya tersenyum lalu melahap kembali sarapannya.


selesai sarapan anissa dan lia mengantar brayen terlebih dahulu baru berangkat ke kantor. sesampainya di kantor anissa langsung menuju meja kerjanya.


tak berselang lama rayhan pun muncul dengan di ikuti zidan dari belakang. melihat itu anissa langsung menunduk memberi hormat ke rayhan. namun tak seperti biasanya rayhan selalu menunjukkan senyumannya ke anissa tapi sekarang rayhan hanya menoleh sebentar saja ke anissa.


melihat sikap rayhan yang berubah, anissa merasa binggung sendiri.


"rayhan kenapa ya tak seperti biasanya? apa aku ada salah ya sama dia? tapi apa? " gumam anissa bertanya tanya sendiri.


anissa menepis semua keganjalan yang ada di dalam hatinya lalu melanjutkan pekerjaannya kembali. setelah beberapa lama anissa pun menoleh kepada jam yang melingkar di pergelangan tangganya.


" aduh, sudah jam 10 sebentar lagi brayen pulang. bagaimana ini? " gumam anissa sendiri.


tidak mau berlama lama anissa pun memberanikan diri menemui rayhan di ruangannya. setelah sampai di depan ruangan rayhan, anissa langsung mengetuk pintu pelan.


" masuk" ucap rayhan dinggin.

__ADS_1


anissa langsung membuka pintu lalu masuk dia melihat leni sedang berdiri di samping rayhan. melihat anissa datang leni menatapnya dengan kesal.


"ada apa?" ucap rayhan dinggin.


"ma..maaf tuan sudah mengganggu waktu anda, saya hanya ingin berbicara sebentar dengan anda" ucap anissa gugup


melihat ekspresi anissa rayhan tersenyum tipis. lalu menghipas kan tanggannya menyuruh leni keluar. tak punya pilihan leni keluar dengan kesalnya dan menatap anissa dengan geram.


"silahkan duduk" rayhan. mendengar perintah rayhan anissa langsung duduk di kursi tepat di depan rayhan.


"maaf tuan, saya hanya ingin meminta izin untuk menjemput anak saya karna brayen ingin sekali ke kantor ini" ucap anissa menunduk tak berani menatap rayhan.


mendengar ucapan anissa rayhan langsung berdiri lalu memakai jasnya.


"kalau begitu ayo" ucap rayhan langsung berjalan.


anissa langsung mengikuti rayhan dari belakang tanpa berani bertanya sepatah katapun. sesampainya di mobil tidak seperti biasanya rayhan akan membuka pintu untuk anissa, rayhan langsung saja masuk ke mobil tanpa memperdilikan anissa.


setelah melihat anissa sudah duduk rayhan langsung menginjak pegal gas mobilnya menuju sekolah brayen. reyhan selalu pokus dengan jalanan tanpa berpicara sedikit pun.


setelah sampai di perkarangan sekolah brayen rayhan langsung menemui brayen. melihat rayhan datang brayen langsung berlari ke arah rayhan dengan senangnya.


"papa rey" ucap brayen langsung memeluk rayhan.


"jagoan papa sudah pulang?" ucap rayhan membawa brayen ke gendonganya.


"sudah pa, brayen boleh kan main ke kantor papa?" brayen.


"tentu saja boleh dong, mama tadi sudah bilang sama papa itu makanya papa jemput brayen ke sini" rayhan.


rayhan langsung membawa brayen ke mobilnya lalu mendudukkan brayen di kursi belakang. melihat sikap rayhan tidak berubah ke brayen anissa merasa sedikit lega.


setelah masuk kedalam mobil rayhan kembali mengemudikan mobilnya. dia sekilas melirik anissa sambil tersenyum.

__ADS_1


"ini mobil papa ya?" ucap brayen memandang kagum mobil mewah rayhan.


"ia sayang. ini mabil papa kamu suka kan?" ucap rayhan melirik kaca spion dalam mobilnya.


"suka banget pa, pasti harganya mahal kan pa?" ucap brayen sampil memegangi mobil rayhan. rayhan dan anissa hanya tersenyum melihat tingkah brayen.


"brayen akan belajar yang giat agar bisa jadi pengusaha yang sukses seperti papa. jika uang brayen sudah banyak, brayen akan membeli mobil seperti ini untuk mama. agar mama gak usah lagi numpang sama tente lia" ucap brayen tersenyum.


"ia sayang, doa mama akan selalu menyertaimu nak" ucap anissa tersenyum.


"ia sayang, papa juga akan selalu mendukungmu" ucap rayhan bangga akan semangat brayen.


setelah menghabiskan waktu 15 menit perjalanan akhirnya mereka sampai di kantor rayhan. rayhan langsung mengendong brayen memasuki kantornya.


melihat rayhan mengendong anak kecil berjalan bersama anissa para karyawan menatap mereka penuh tanya. tapi mereka tak berani berkata apapun karna mengingat ancaman zidan.


"kamu lanjutkan aja kerjanya biar brayen aku yang urus" ucap rayhan menatap anissa. anissa hanya diam menggangguk.


" jam istirahat nanti kamu datang ke ruangan saya" ucap rayhan lagi dan langsung pergi meninggalkan anissa.


rayhan berjalan dengan santainya mengendong brayen tanpa memperdulikan tatapan para karyawanya. hinga tak sengaja rayhan berpaspasan dengan leni. leni yang melihat rayhan dan brayen begitu akrab hanya bisa mengepalkan tangganya geram.


setelah kepergian rayhan anissa pun melanjudkan pekerjaannya hingga tak terasa jam istirahat telah tiba.


"hai nis, makan di kantin yok" ucap sarah menemui anissa.


"maaf kak, aku di suruh tuan rayhan untuk datang keruangannya. besok saja makan siang barengnya ya." ucap anissa meninggalkan sarah agar tidak mendapat sejuta pertanyaan dari sahabatnya yang super kepo itu.


"tapi nis" ucap sarah. namun terhenti karna melihat anissa sudah pergi jauh. sarah yang merasa di cueki oleh anissa hanya bisa pasrah lalu pergi ke kantin sendirian.


sesampainya di ruangan rayhan anissa langsung saja masuk dan melihat rayhan dan brayen sedang asik main leptop di sofa santai rayhan.


"kamu sudah datang, ayo duduk saya sudah pesankan makanan" ucap rayhan menyuruh anissa duduk di sampingnya.

__ADS_1


anissa hanya bissa menurut. tidak berselang lama zidan datang membawa pesana rayhan. zidan meletakkan makanan yang di pesan rayhan di meja. mereka menyantap makanan mereka masing2 tentu saja zidan ikut makan bersama mereka. untuk menghindari gosip yang tidak2 dari para karyawan.


bersambung.....


__ADS_2