
di saat adzan subuh terdengar sayup2 dari mesjid rayhan terbangun dari tidurnya. dia melihat istrinya masih tertidur dengan lelahnya.
"maaf ya sayang karna ulahku kamu jadi kelelahan" ucap rayhan sambil mengelus lembut wajah anissa dan mengecup keningnya pelan.
setelah itu dia beranjak dari tempat tidurnya menuju kamar mandi. dia membersihkan dirinya dengan air hangat.
setelah selesai mandi rayhan langsung menyiapkan air hangat untuk istri tercintanya. setelah keluar dari kamar mandi dengan handuk yang melilit di pinngangnys dia melihat istrinya masih lelap dalam tidurnya.
"sayang, bangun ayo sholat shubuh" ucap rayhan pelan mencoba membangunkan anissa.
"sudah jam berapa?" ucap anissa dengan suara serak khas baru bangun tidur tapi masih memejamkan matanya.
"sudah adzan subuh sayang, ayo mandi" ucap rayhan langsung menggendong anissa ke kamar mandi.
"eh, sayang mau apa?" ucap anissa kaget.
"mau apa lagi kalau tidak memandikan tuan putriku" ucap rayhan terkekeh kecil tanpa dosa.
"aku bisa mandi sendiri" ucap anissa memberontak.
"bukankah memandikan istri adalah pahala buat suami?" ucap rayhan polos langsung menyiram tubuh anissa dengan air hangat.
apalah daya anissa yang punya suami keras kepala. memberontakpun tak akan ada artinya jadi terpaksa harus pasrah saja.
selesai memandikan anissa rayhan langsung mengambil air wudhu lalu memakai baju koko dan kain sarungnya.
anissa yang melihat sikap rayhan yang membimbingnya ke jalan allah hanya bisa tersenyum bahagia.
anissa memakai gamis yang setara dengan baju koko rayhan lalu memadukannya dengan mukenah yang di jadikan rayhan sebagai mahar pernikahan mereka.
rayhan melantunkan ayat2 suci al'quran dengan begitu lantang dan merdu. walaupun dulunya dia suka bermaksiat tapi rayhan tau betul bagaimana cara mengerjakan kewajibanya sebagai seorang muslim
dia juga hapal beberapa ayat pendek. jadi, saat menjadi imam untuk anissa dia tidak terlalu gugup. setelah selesai mengerjakan sholat dan berzikir rayhan langsung meletakkan kepalanya di pangkuan anissa.
melihat itu anissa langsung mengelus rambut hitam lebat suaminya itu. merasa rambutnya di elus oleh sang istri rayhan langsung mengengam tangan itu lalu menciumnya dengan lembut.
rayhan begitu menikmati bermalas malasan dan bermanja dengan istri tercinta. tak ada bosan rayhan masih begitu betah di posisinya sekarang.
"sayang" ucap anissa pelan.
"ia sayang" rayhan tersenyum lalu menatap anissa dengan lekat.
__ADS_1
"kenapa melihat aku seperti itu?" ucap anissa gugup seperti tau arti dari tatapan rayhan.
"ayo kita buat menu utama kita" ucap rayhan tersenyum sambil menaik turunkan alisnya
"tapi.." belum selesai berbicara rayhan langsung mengendong tubuh sang istri lalu membawanya ke ranjang mereka.
rayhan tersenyum dengan lebarnya lalu mulai melahap seluruh tubuh anissa. walaupun semalam sudah melakukanya berkali kali tapi rayhan belum puas juga.
dia melakukanya lagi dan lagi hingga pinggang anissa terasa begitu remuk karna ulahnya.melihat anissa yang sudah sangat kelelahan rayhan lalu menghentikan aksinya lalu menatap wajah sang istri yang mulai merajuk.
rayhan terkekeh kecil sambil mencubit hidung mancung anissa. anissa hanya diam tak memperdulikanya.
"capeknya sayang? sini biar ku pijit" ucap rayhan mulai memijit pinggang anissa.
rayhan melakukannya dengan lembut sehingga anissa kembali tertidur pulas karna pijitan rayhan.
"ya allah tidur lagi" ucap rayhan geleng2 kepala melihat istrinya itu tidur begitu pulasnya walaupun belum sarapan pagi.
rayhan menyelimuti tubuh polos itu lalu meninggalkan jejak kasih sayangnya di kening istrinya.
setelah itu rayhan kembali ke kamar mandi untuk membersihkan diri kembali. setelah selesai rayhan menggunakan celana pendek dan baju santainya. rambutnya yang basah dia biarkan acak acakan hingga membuat penampilannya jauh lebih mempesona.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"tuan, kira2 tuan muda sedang apa ya? kok sampe sekarang tidak keluar kamar. memesan makanan juga tidak" ucap zidan begitu polos.
mendengar ucapan zidan, alex langsung kesedak minumannya.
"uhhhukkk" alex
"tuan kenapa? ini minum dulu" ucap zidan menyerahkan minuman lalu menepuk nepuk pundak alex.
"saya tidak apa2" ucap alex mengeleng gelengkan kepalanya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
di kediaman leon.
terlihat seorang pria termenung sendirian di dalam sebuah kamar yang begitu gelap dan sepi. dia duduk seorang diri sambil menatap langit2 kamarnya.
tubuh kurus, wajah pucat pasi dan juga penampilannya yang begitu lusuh memang benar2 seperti orang yang tidak terurus.
__ADS_1
dia termenung menyesali semua perbuatanya. bayang2 di saat dia menyakiti anissa selalu melintas di ingatanya.
"aahhh" teriaknya sambil melempar cermin di depannya.
"leon kamu kenapa?" ucap dion berlari ke arahnya karna mendengar teriakan leon.
dion memang sengaja menginap di rumah leon karna dia takut jika leon nekat dan melukai dirinya. leon begitu sangat kacau apalagi setelah melihat sendiri jika wanita yang paling ia cintai mersanding dengan pria lain.
"leon kamu tenang dulu. jangan seperti ini ingat kamu masih punya brayen anak kamu. walaupun dia bahagia dengan keluarga barunya dia akan tetap membutuhkanmu karna kamu adalah ayah kandungnya" ucap dion menasehati leon.
"mana anak ku aku ingin bertemu dengannya" ucap leon dengan tubuh yang bergetar.
mendengar ucapan leon, dion langsung menghubungi robert dan memberitau keadaan leon sekarang.
mendengar kabar dari dion, robert dan juli langsung membawa brayen ke kediaman leon. robert mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi. dia takut terjadi apa2 dengan putra semata wajangnya itu.
"leon" ucap juli dan robert serentak setelah melihat keadaan leon yang begitu kacau.
mereka langsung membujuk brayen agar mau bicara dengan ayahnya. jujur mereka memang sangat marah kepada leon karna telah menyakiti menantu kesayangan mereka.
tapi perasaan orang tua ke anaknya akan selalu sama. semarah apa pun mereka akan tetap sedih jika melihat keadaan anaknya sekacau ini.
"ayah" ucap brayen menghapus air mata leon.
melihat putranya sudah mau berbicara kepadanya leon langsung menatap wajah chubby anaknya itu. dia tersenyum lalu membawa tubuh munggil itu ke dalam pelukanya.
"maafka ayah nak" ucap leon penuh penyesalan.
"brayen sama mama sudah memafkan ayah. tapi ayah harus bangkit gak boleh seperti ini" ucap brayen polos. mendengar ucapan brayen leonkembali menangis histeris.
"yah mama selalu bilang jika allah sedang mengguji setiap hambanya maka yakinlah jika allah sedang menyiapkan sesuatu yang sangat indah untuknya" ucap brayen bijaksana.
"ia nak kamu harus kuat. anissa telah bahagia dengan kehidupan barunya" ucap juli menasehati leon sambil membawa tubuh leon ke pelukannya.
leon menatap juli begitu lekat. dari netra mata leon, juli tau jika anaknya itu begitu terpuruk sekarang.
namun pandangan leon tiba2 gelap. badannya begitu lemas dan dia langsung pingsan sambil memeluk brayen.
melihat itu robert dan dion langsung melepaskan pelukan leon ke brayen. mereka langsung membawa leon ke dalam mobil dan membawanya ke rumah sakit.
bersambung...
__ADS_1