
para karyawan yang lagi sibuk bekerja namun diahlikan karna melihat bos besarnya seperti mau menyampaikan sesuatu.
"selamat siang semuanya" ucap rayhan tersenyum. rayhan berdiri di depan para karyawan dengan memperlihatkan gaya coolnya.
"selamat siang juga pak" ucap para karyawan serentak.
"saya ingin memberitaukan kepada kalian semua jika nanti malam saya mengadakan pesta ulang tahun perusahaan saya ini. memang ulang tahun perusahaan ini seharusnya di rayakan tiga hari lagi, namun saya memajukannya menjadi nanti malam karna cuman malam ini yang saya rasa tepat untuk merayakannya." jelas rayhan panjang lebar.
para karyawan hanya bisa mengangguk mengerti.
"saya harap kalian semua bisa datang, jika kalian tidak menghadiri pesta nanti malam saya anggap kalian tidak bisa menghargai usaha saya. apa kalian mengerti?" ucap rayhan menatap ke arah anissa lalu tersenyum tipis.
"mengerti pak" ucap para karyawan. setelah selesai rayhan langsung kembali ke ruanganya.
melihat bos besarnya telah pergi para karyawan wanita mulai heboh.
"*bagaimana ini aku belum belanja baju untuk aku kenakan nanti malam"
"ia aku juga belum perawatan, padahal nanti malam bakalan banyak para pengusaha muda seperti pak rayhan akan hadir"
"ia benar banget, bagaimana ini*?"
berjuta protes keluar dari mulut para karyawan wanita di sana. karna mereka tau jika acara pesta nanti malam akan sangat meriah seperti pesta sebelumnya.
bakalan banyak pengusaha dari kalangan atas akan hadir di sana. hanya itu lah kesempatan para wanita bisa menggoda pengusaha ternama seperti rayhan.
di saat para karyawan wanita lagi heboh membicarakan persiapan pesta nanti malam, anissa malah sibuk dengan pikirannya sendiri dan pesta nanti malam tidak masuk ke dalam otaknya sama sekali.
sibuk bergulut dengan pikirannya sampai2 anissa tidak sadar jika waktu pulang telah tiba.
"hay nis, belanja untuk keperluan nanti malam yuk" ucap sarah menghampiri anissa di ikuti lia di belakangnya.
"ia kak, kita harus mempersiapkan diri untuk acara nanti malam" ucap lia antusias.
"aku lagi gak mut nih, kalian aja ya" ucap anissa murung.
"lho kenapa nis? seperti banyak pikiran banget?" sarah.
"ia kak, aku perhatikan seminggu ni kak seperti gak bergairah" lia.
"apaan sih? aku gak papa kok" anissa tersenyum.
"kakak ada masalahnya sama pak rayhan?" lia.
__ADS_1
"engak kok," anissa
"jangan bilang lho gak mau datang ke acara pesta nanti?" sarah menebak.
" bukan gitu" anissa.
"jadi apa? kalau lho mau ikut ke pesta nanti ayolah kita belanja dulu." sarah.
"maaf kak, li, aku sepertinya gak bakalan datang ke acara nanti malam" ucap anissa murung.
"kenapa kak, kan jarang2 pak rayhan buat pesta seperti ini" ucap lia mendekati anissa.
"ia nis, masa lho gak datang." sarah.
"maaf kak, li kalian tau sendirikan jika aku sekarang sudah jadi ibu tunggal. jadi aku harus mengumpulkan uang untuk keperluan brayen.terus aku juga tidak punya gaun untuk acara pesta." ucap anissa sedih.
mendengar pengakuan anissa, sarah dan lia menatap kasihan sahabatnya itu. mereka tau bagaimana kehidupan anissa setelah berpisah dengan leon.
hingga mereka tidak sadar jika sedari tadi ada dua orang pria mendengarkan pembicaraan mereka. mendengar penuturan anissa rayhan hanya bisa menatap sedih ke anissa.
tak banyak pikir rayhan langsung mendekati anissa dan meletakkan kartu debit berwana hitam di meja kerja anissa. melihat itu tiga sekawan itu langsung menatap ke arah rayhan.
"pakai kartu ini dan belanjalah untuk keperluanmu nanti malam" ucap rayhan dinggin.
"saya paling tidak suka di bantah. ambil kartu ini dan belanjalah sekarang. dan satu lagi kamu harus datang di pesta nanti malam. tidak ada alasan" ucap rayhan lalu pergi meninggalkan anissa.
"whatt..ini kan kartu debit tanpa batas" ucap sarah memegangi kartu yang di beri rayhan.
"ia kak, kakak beruntung banget. sepertinya pak rayhan sudah dapat tempat perlabuhanya tu" ucap lia menggoda anissa.
"kamu benar li, kalau begitu tidak ada alasan lagi ayo kita belanja" ucap sarah langsung menarik tanggan anissa.
mereka langsung pergi ke mol ternama untuk membeli perlengkapan nanti malam. sesampainya di sana sarah dan lia langsung memilihkan baju paling bagus untuk anissa.
"coba ini kak pasti cocok untuk kakak" ucap sarah menyerahkan gaun berwarna merah maron ke anissa.
"ia nis, jika di cocokkan dengan jilbab berwarna cream ini pasti kamu semakin cantik" ucap sarah.
"tapi ini kan mahal" ucap anissa setelah melihat harga baju yang diberikan lia.
"kamu nis, gak usah norak, kalau uang segini hanya receh bagi pak rayhan" sarah.
tak punya pilihan karna lia dan sarah terus saja mengomel tak hentinya anissa menerima semua perlengkapan yang mereka pilihkan.
__ADS_1
"udah lah kak, li ini berlebihan, baju sama jilbab ini saja sudah cukup" protes anissa melihat sarah dan lia masih sibuk memilih tas dan sepatu untuknya.
namun mau protes bagaimanapun tidak akan menurunkan niat kedua sahabatnya untuk membuat penampilan anissa tak terkalahkan di pesta nanti.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
setelah puas berbelanja tak terasa waktu pestapun telah tiba. anissa, lia dan sarah berjalan bersama memasuki aula pesta yang sudah di persiapkan oleh rayhan.
melihat tiga sekawan itu masuk ke dalam pesta pandangan semua tamu beralih melihat pesona kecantikan ketiganya. namun pandangan yang paling banyak tertuju ke anissa.
anissa memang terkenal sebagai idola para pria di perusahaan rayhan. dari kecantikan, kelembutan dan kesopananya dapat memikat hati pria yang melihatnya.
walaupun sudah memiliki anak tapi badan anissa tidak luntur sedikitpun. karna dia sering berolahraga dan merawat tubuhnya dia juga memiliki badan yang munggil sehingga dia terlihat seperti anak gadis yang belum mempunyai anak.
memang sudah banyak karyawan pria yang mencoba mendekatinya. namun karna sifatnya yang menjaga jarak dari lawan jenisnya membuat semua pria susah untuk mendekatinya.
tapi yang lebih parah lagi melihat tatapan dari bos besar mereka dan juga sekertarisnya kepada setiap pria yang mendekati anissa sangat mengerikan membuat mereka menggurungkan diri.
rayhan dan juga zidan selalu mengawasi anissa dan memberi peringatan keras kepada setiap pria yang mendekati anissa.
"*wah nissa, kamu cantik sekali"
"ia nis, walaupun sudah memiliki anak tapi postur tubuhmu masih sangat bagus, tidak luntur sama sekali."
"ia, aku saja dulu pertama melihatmu aku kira kau masih gadis*"
ucap para karyawan mendekati anissa dan mengagumi pesona kecantikannya. namun mereka langsung berhenti ketika seorang pria datang menghampiri mereka.
"anissa" ucap dion menatap anissa kagum.
"kak dion, kak dion ada di sini juga?" ucap anissa kaget.
"ia nis, tapi kamu kok berbeda sekali sekarang? makin cantik aja" dion.
"makasi kak" anissa tersenyum.
"leon memang kurang ajar, bisa2nya dia menyia yiakan wanita sebaik dan secantik kamu demi luna" dion. anissa hanya diam menunduk mendengar ucapan dion.
"kakak minta maaf ya nis, karna kakak salah menyuruh luna membantu leon dulu. kakak tidak menyangka jika mereka akan melakukan ini ke kamu" ucap dion menatap anissa penuh menyasalan.
"ia, gak papa kok kak, mungkin ini yang terbaik untuk nissa" ucap anissa tegar.
sadar anissa telah datang para suruhan zidan pun melancarkan aksinya. tiba2 semua lampu di pesta itu redup hingga kadaan di sana gelap gulita
__ADS_1
bersambung....