
Dan di sini lah aku berada, di ruangan UGD salah satu rumah sakit pemerintah. Ya kejadian yang begitu cepat membuat ibuku mengalami luka di tangan kanan nya,ketika ibu pingsan para tetangga yang menyaksikan kejadian itu pun langsung menolong ibu dengan membawa ibu ke rumah sakit.
Aku dan abah langsung aja ikut dengan mobil yang membawa ibu ku itu,sedang mas yudhi di tinggal di rumah dan om Satrio aku gak tau keadaan nya dan kelanjutan dari kejadian itu.
__ADS_1
Di kursi tunggu ini lah aku dan bagas menunggu abah yang berada di dalam ruang UGD menemani ibu,ya bagas ikut karena ketika dia mau pulang ke rumah sehabis main dia melihat kami yang sedang naik mobil tetangga ku maka nya dia ada di rumah sakit ini sekarang.
Aku menghapus air mata ku dan menengok ke arah bagas adik ku yang sedang menangis juga tiada hentinya sebagai seorang kakak aku harus kuat di depannya, aku merubah posisi ku dari duduk di sampingnya menjadi jongkok di hadapannya ku hapus air matanya yang membasahi pipi tembem nya "udah jangan nangis lagi kita doakan saja semoga ibu tidak kenapa-napa ya" ucapku menguatkan hati dan pikirannya..
__ADS_1
Bagas menatap ku dan mengangguk kan kepala nya,aku tersenyum padanya dan dia menghentikan tangisnya. Dengan raut wajah kami yang cemas dan khawatir tentang keadaan ibu yang ingin kami tau selama 2jam ini akhirnya membuahkan hasil tidak sia-sia kami duduk menunggu di depan ruang UGD,abah keluar dari ruangan tersebut kami berdua langsung berdiri dan menghampiri abah yang sedang menutup pintu ruang itu "Alhamdulillah ibu kalian tidak apa-apa luka di tangan nya sudah di bersihkan dan di jahit tinggal di pindah ke kamar inap".
Kami berdua pun turun dari taksi yang hanya 30 menit mengantar kami sampai rumah, ku arah kan pandangan ku ke sekeliling rumah ku lihat tampak sepi,tetesan darah ibu pun sudah tak ada kami pun melangkah masuk dan mengucapkan salam "assalamualaikum" terdengar suara pria membalas salam kami yang aku kenali itu suara masku kakak lelaki siapa lagi kalau bukan mas yudhi "wallaikum salam".
__ADS_1
DIa pun menghampiri kami yang sedang duduk di ruang tengah dengan wajah cemasnya "gimana keadaan ibu de" dia pun ikut duduk di sampingku "Alhamdulillah mas ibu baik-baik aja,mas di suruh abah antar baju dan keperluan buat ibu di rumah sakit" jawabku sambil melangkah masuk ke kamar orang tua ku untuk mengemasi apa yang abah suruh tadi.
Mas yudhi pun hanya menganggukkan kepalanya dan terlihat di wajahnya berubah menjadi tenang,aku menyodorkan tas yang berisi pakaian dan keperluan buat ibu ke arah mas Yudhi "nih mas,,ooh yah om satrio gimana mas??". Mas ku mengambil tas itu dan berkata "nanti habis anter tas ibu mas ceritain deh mas anter ini dulu yah ke abah". "ya udah sana takut ibu membutuhkan nya" jawab ku sambil mendorong mas yudhi keluar, dia pun tidak lupa mengucapkan salam dan aku membalas salamnya sambil menatap kepergiannya..
__ADS_1