
Hari ini adalah hari yang paling membahagiakan tuk kami sekeluarga terutama mas Yudhi, setelah pagi tadi dia bergembira dengan kabar yang selama ini dia nantikan hingga membuat gempar seisi rumah dengan teriakan hingga membuat dia terus menerus tersenyum. Senyum manis itu selalu menghiasi wajahnya ya kalau di bilang wajahnya itu tidak terlalu tampan tapi juga bisa di bilang tidak terlalu jelek juga ya lumayan lah tapi bagi keluarga kami, mas Yudhi adalah pria yang paling tampan setelah Abah tentunya ya itu ibu yang bilang entah untuk membuat nya senang atau memang begitu lah rasa cinta dan sayang ibu yang di tunjukan untuk anak-anak nya walau bagaimanapun kami lahir dari rahimnya.
"Assalamualaikum, Eva yang cantik pulang" suara yang terdengar itu tidak asing lagi bagi keluarga nya itu apalagi dia menyebutkan namanya itu.
"Walaikumsalam" jawab mas yudhi, Bagas dan ibu dengan kompak. Eva melangkahkan kakinya masuk ke dalam rumah setelah melepas sepatu dan kaos kakinya.
Nampak perempuan paruh baya itu duduk di ruang keluarga di apit oleh dua bodyguard nya yang beda usia itu, Eva melihat wajah mas nya yang sedikit dia curiga ya raut wajah itu sangat berbeda dengan raut wajah tadi pagi yang dia lihat ketika mereka sedang sarapan bersama, menggelitik rasa penasaran nya sehingga dia bersuara "wah sepertinya ada yang aneh ya Bu hari ini" ucap Eva yang langsung duduk di kursi tunggal sebelah masnya itu sambil menatap masnya tiada henti menebarkan senyumannya itu.
"Aneh apa sih va, ibu gak ngerti kamu ngomong apa. Perasaan ibu sih gak ada yang aneh" kata ibu yang memang tidak mengerti dengan ucapan Eva.
"Iih masa ibu gak ngerti maksud ucapan aku sih,," jawab Eva kesal bangkit berdiri hendak berjalan menuju kamarnya.
__ADS_1
"Ibu emang gak ngerti sayang" ucap ibu sedikit merayu agar anak gadisnya itu tidak kesal padanya.
"Itu loh Bu, mas salah minum obatnya Bu dari tadi eva perhatiin mas senyum-senyum sendiri" jawab eva sambil membuka pintu kamarnya dan kemudian menutupnya. Mendengar perkataan Eva tadi sang ibu langsung menoleh ke arah putra sulungnya itu, akhirnya sang ibu mengerti perkataan anak gadisnya itu dan langsung menggelengkan kepalanya melihat raut wajah putranya itu.
"Enak aja mas di katain salah minum obat, mas ini gak sakit ya jadi gak ada obat yang mas minum hari ini." ucap mas Yudhi sedikit berteriak gak terima dengan perkataan adik perempuan satu-satunya itu.
"Mas jangan teriak-teriak aah cukup yang tadi aja" ucap sang ibu.
"Biar kedengaran Eva Bu, dia kan lagi di dalam kamar" sela mas Yudhi gak terima karena ucapan sang ibu.
"Emang tampang mas Yudhi itu patut di curigain ya gak mbak" ucap sang adik yang sedang mengganti saluran tv mereka.
__ADS_1
"Kamu pikir mas mu ini pencuri yang harus dicurigai nih lagi ganti-ganti acara terus pusing lihatnya" kata mas Yudhi sambil mengambil alih remote tv dari tangan adik laki-laki nya itu.
"Ya terus mas kenapa senyum-senyum gitu" tanya eva.
"Masa kamu gak tau hari ini hari apa" tanya masnya.
"Hari inikan hari Senin, betulkan Bu" ucap Eva dan ibu menganggukkan kepalanya sambil tersenyum.
"Iih ibu sih masa gitu sama mas"kata mas Yudhi kesal. Sang ibu hanya bisa tersenyum lihat atraksi putra-putrinya itu.
"Tau gak dari tadi mas mu ini senyum-senyum dari tadi hari ini hari kelulusan nya dan mas mu itu lulus peringkat ketiga di sekolahnya." ucap ibu membuat Eva langsung bangkit dari duduknya dan loncat-loncat bahagia.
__ADS_1
"Yakin mas"tanya Eva. "Iya dong" jawab mas Yudhi bangga.
Eva jadi tau alasan perubahan sikap masnya itu, dia pun ikut bahagia.