
Eva pamit kepada ibu, tante letha dan om adit masuk ke dalam rumah tuk ganti seragam sekolahnya,, eva pun ke kamar dan mengganti seragam nya dengan baju yang lebih santai, dia tidak makan siang karena sudah tidak nafsu lagi.
Dia duduk di ruang tengah karena khawatir dengan ibu nya, walau dia tau tante letha dan om adit sangat baik di bandingkan om satrio dan jeng erna karena eva kenal dekat tante letha dan om adit dari dia masih kecil hingga sekarang.
__ADS_1
Karena selama ini Tante letha selalu berhubungan baik dengan ibunya sehingga ibu sudah menganggap tante letha seperti adiknya sendiri, begitu juga tante letha sudah menganggap ibu sebagai kakak nya karena tante letha tinggal di Jakarta juga seorang diri karena keluarga besar nya ada di kampung semenjak menikah dengan om adit tante letha langsung ikut om adit ke jakarta karena memang om adit asli Jakarta.
Ibu mengenal tante letha karena waktu pindah ke jakarta ibu bertetanggaan dengan tante letha dan keluarga besar om adit jadi ibu tau semua keluarga om adit termasuk orang tua om adit juga di situlah awal hubungan ibu dan tante letha di mulai, walau ibu pindah rumah hubungan ibu dan tante letha tidak berubah sedikit pun malah jadi lebih akrab apalagi Rena anak pertama dari tante letha dan om adit seumuran dengan ku membuat kami seperti saudara sepupu, padahal tante letha hanya orang lain tapi melebihi saudara kandung. Namun aku curiga dengan kedatangan tante letha kali ini karena dia datang dengan om adit selaku suaminya yang ternyata adik kandung dari jeng Erna dan kakak kandung dari om satrio, ya udah tante letha adalah kakak ipar dari om satrio dan yang pernah aku dengar dari ibu kalau tante letha tidak suka dengan sikap dan tingkah laku dari om Satrio itu.
__ADS_1
"Tapi apa letha" jawab ibu dengan lembut, "aku bingung mba tuk ngomongnya ??" ucap tante letha cemas. Ya nampak kecemasan yang sangat di wajah cantiknya, "sebenarnya apa ini ada hubungannya sama jeng Erna dan satrio" kata ibu sedikit curiga salah bukan sedikit tapi memang curiga akan kedatangan tante letha. Tante letha hanya bisa diam seribu bahasa aku tau apa yang tante letha rasakan saat ini di satu sisi keluarga suaminya dan di sisi lain ibu yang sudah di anggap kakaknya sendiri dan hubungan mereka bukan cuma setahun dua tahun tapi belasan tahun ya tepatnya hampir dua puluh tahun.
"Maaf mba,, iya ini ada hubungannya dengan kakak dan adik saya" ucap om adit di antara kediaman tante letha dan ibu, tante letha hanya bisa menundukkan kepalanya terlihat kesedihan di wajahnya itu. Aku selalu memperhatikan tante letha dari ruang tengah mungkin tidak baik mendengar percakapan orang lain tapi aku terlalu khawatir dengan ibu, aku lihat ada air mata yang menetes dan jatuh di pipinya dan tante letha buru-buru menghapus nya dengan telapak tangannya itu.
__ADS_1