
Naomi datang ke kantor Denis, Denis tidak memperdulikan kehadiran Naomi. Dengan tampak tidak bersalah Naomi memberikan beberapa hadiah yang dia belikan waktu liburan di jepang. Naomi bilang jika dia juga membelikan gelang untuk Laras, agar Denis bisa kembali lagi bersama Laras dan masalah diantar mereka selesai. Namun Denis dengan marahnya mengatakan jika hubungannya dengan sudah kembali. Hal itu membuat Naomi begitu terkejut, dia tidak menyangka jika Laras memiliki hati seperti malaikat yang dengan cepat memaafkan denis. Denis yang benci kepada yang sudah menghancurkan rencana menghampiri wanita itu dan langsung menampar.
" Gara-gara kamu! Aku harus menanggung semuanya bahkan harta Laras harus aku kembalikan!" Ucap Denis dengan geram melihat Naomi.
" Maaf, Denis." Ucap Naomi merasa bersalah.
" Untuk apa lagi kamu kesini."
" Aku hamil." Ucap Naomi.
Membuat Denis begitu terkejut, bagaimana bisa Naomi yang liburan ke Jepang tiba-tiba pulang dalam keadaan hamil. " Siapa ayahnya?" Tanya Denis.
" Kenapa kamu bertanya seperti itu? Bukannya selama aku hanya berhubungan denganmu. Ini anakmu!" Kata Naomi.
" Kamu pikir aku percaya, lebih baik kamu keluar dari ruanganku!" Bentak Denis mengusir Naomi dari ruangan kerjanya.
Semakin hari kondisi Putri semakin kurang baik, Laras begitu mengkhawatirkan ibunya. Karena kondisi ibunya menjadi alasan kenapa Laras masih mempertahankan Denis meski Denis sudah mengembalikan semua hartanya. Laras tidak ingin banyak masalah yang membuat ibunya kembali mengkhawatirkannya, untuk saat ini Laras ingin fokus dengan kondisi ibunya. Laras juga membicarakan hal itu pada Denis, jika dia tidak ada masalah lagi yang memicu ibunya tambah kepikiran dan jatuh sakit.
Laras menghubungi damar, mengucapkan terima kasih karena selama ini damar sudah membantunya. " Damar, makasih sudah membantuku. Untuk saat ini aku ingin fokus dengan kesehatan ibuku." Ucap Laras.
" Kenapa kamu berbicara seolah kita tidak bisa bertemu kembali?"
" Damar, aku sudah kembali dengan Denis. Untuk saat ini aku tidak ingin dalam masalah. Aku juga memikirkan kondisi kesehatan ibuku."
__ADS_1
" Tapi Laras, kita masih berteman. Ingat aku masih bisa membantumu." Ucap damar.
" Makasih ya." Ucap Laras mematikan sambungan telepon mereka.
Laras sejak kemarin terus mendapatkan ancaman dari Jessica, Jessica terus mengatai dirinya sebagai wanita yang merebut suami orang lain. Namun Laras tidak memperdulikannya. Dia hanya ingin fokus kepada kondisi ibunya.
Naomi yang tidak terima dengan Denis yang tidak mengakui kehamilannya. Membuatnya nekat memposting sebuah foto testpack ke media sosialnya. Maharani yang kebetulan tengah bermain ponsel, terkejut dengan postingan Naomi. Dengan segera dia melapor kepada Laras. Saat itu Laras tengah menyuapi ibunya makan. Laras juga terkejut melihat postingan itu. Segera dirinya pergi menemui Denis.
Denis yang juga melihat postingan tersebut sama-sama terkejut, namun dia yakin jika itu hanya rencana Naomi agar bisa membuat Denis kembali padanya. Namun Denis tidak mau luluh lagi, saat ini dia ingin fokus bersama Laras dan ingin merebut warisan ibu Laras.
Laras menemui Denis di kantor, dengan marah dia menarik lengan baju suaminya. " Denis, apa maksud postingan Naomi? Bukankah kamu sudah berjanji jika kamu tidak akan menimbulkan masalah lagi. Ini demi kesehatan ibuku."
" Laras, itu cuma rencana Naomi saja. Dia memang tidak ingin kita bersama. Makanya dia memposting foto tersebut, bisa saja foto itu dia ambil di internet." Kata Denis.
Denis tidak bisa menolak, mau tidak mau dia tetap menuruti perintah Laras. Denis mengajak Laras pergi ke apartemen milik Naomi. Naomi terkejut melihat kehadiran Laras dan Denis. Segera Laras menarik Naomi dan memberikan testpack baru yang dibelinya.
" Buktikan kepadaku sekarang juga jika kamu benar-benar hamil." Ucap Laras.
" Baiklah, kalian berdua seperti tidak percaya dengan postinganku." Ucap Naomi.
Naomi memberikan testpack yang sudah dipakainya, dan benar saja testpack itu bergaris dua. Dan Naomi terbukti hamil. Laras lalu menemui Denis yang menunggu mereka di luar.
" Benar, kan? Naomi tidak hamil, kan?" Tanya Denis kepada Laras.
__ADS_1
Laras langsung menampar Denis. Rasa sakit hatinya sangat sakit apalagi melihat suaminya ternyata menghamili wanita lain.
" Aku akan mengurus perceraian kita setelah ibu operasi." Ucap Laras lalu pergi.
Dalam perjalanan pulang, Laras mendapat telepon dari Maharani. Maharani mengatakan jika ibu Laras pingsan dan dibawa ke rumah sakit. Laras menangis tersedu-sedu, dia tidak menyangka hidupnya akan seperti ini. Segera melajukan mobilnya menuju rumah sakit.
Denis mencari Laras di rumah, namun dia terkejut dengan Maharani yang ada dihalaman rumahnya. " Kenapa kamu kesini?"
" Aku ingin memberitahu kalian jika ibu mertua mu sedang berada di rumah sakit. Untung Laras baru saja mengangkat teleponku."
" Apa! Kenapa ibu bisa berada di rumah sakit?"
" Ibu terkejut, sepertinya dia melihat postingan Naomi." Ucap Maharani kalau pergi.
Denis berteriak marah, dia tahu jika ibu Laras tidak mungkin tahu jika Maharani yang memberitahu ibu mertuanya. Segera dia melakukan mobilnya menuju rumah sakit.
Di rumah sakit, Laras dan Maharani duduk menunggu. Karena ibu Laras sudah dalam ruangan operasi. Denis juga ikut duduk dan berpura-pura mengkhawatirkan ibu mertuanya meski dia sebenarnya tidak memperdulikan hal itu. Lalu dokter keluar dari ruangan operasi segera Laras, Denis dan Maharani menghampiri dokter. Dengan wajah sendu, dokter hanya bisa menggeleng.
Laras yang mengetahui maksud dokter langsung menangis. Dia menemui ibunya di dalam ruangan sambil menangis memeluk ibunya. Kini tidak adalagi tempat bagi dia. Orang yang sangat dia percaya sudah meninggal dia selama-lamanya.
Damar berada di rumah sambil memainkan ponselnya. Dirinya begitu terkejut melihat pesan yang dikirimkan oleh Laras. Sebelum pergi ke rumah sakit, Laras sebenarnya ingin bertemu dengan damar. Laras ingin meluapkan sakit hatinya saat mengetahui Naomi tengah hamil anak Denis. Namun pesan itu, tiba-tiba muncul lagi. Laras mengirim pesan jika dia harus ke rumah sakit karena ibunya mengalami kondisi yang buruk.
Damar segera mengambil kunci mobilnya untuk menemui laras di rumah sakit. Dia yakin wanita itu pasti sangat terpukul apalagi mengetahui kondisi ibunya. Saat hendak pergi Jessica menahannya, namun damar tidak memperdulikan Jessica malah mendorong Jessica untuk tidak menghalaunya pergi. Damar begitu mengkhawatirkan Laras, dia tahu bagaimana perasaan Laras ditambah ibu Laras tengah dalam keadaan sakit. Dia melakukan mobilnya dengan cepat menuju rumah sakit tempat ibu Laras menginap.
__ADS_1
Sedangkan Laras terus menerus menangis memeluk mayat ibunya. Namun Denis dan Maharani hanya bisa memandang dalam diam. Laras begitu merasakan sakit yang luar biasa dihatinya. Dia keluar dan berlari dari ruangan ibunya. Dia tidak tahu harus bagaimana setelah ibunya meninggal. Saat dirinya berlari keluar, dia melihat Damar tengah berjalan di lorong rumah sakit, segera Laras memeluk damar sambil menangis. Denis yang mengejar Laras hanya terdiam, melihat Laras memeluk damar.