Pengkhianat Cinta

Pengkhianat Cinta
episode 22


__ADS_3

Hari yang di janjikan oleh ibu pun telah tiba, minggu pagi menjelang siang ibu dan abah mendatangi rumah pak RT lingkungan kami karena kejadian ibu kan di rumah bukan di tempat jeng erna. Ibu dan abah memasuki rumah pak RT dan kebetulan ibu sudah membicarakan dengan pak RT sebelumnya dan dia juga sudah tau masalahnya bukan hanya dari ibu tapi juga dari para tetangga yang kebetulan melihat dan mendengar kejadian itu.


Ternyata di dalam rumah pak RT sudah ada om adit, tante letha, jeng erna dan suaminya, hanya om satrio yang tidak hadir karena dia sendiri masih berada di dalam sel Polsek.


Ibu dan abah menyalami semua yang ada di sana termasuk jeng erna tapi sikap ibu terhadap jeng erna berbeda dengan yang lain. Rasa kesal,kecewa dan marah semua tumpah jadi satu, padahal ibu masih tidak ingin bertemu dengan jeng erna tapi karena ibu sudah janji kepada om adit dan tante letha jadi mau tidak mau ibu harus bertemu dengannya.

__ADS_1


Ibu merasa aneh dengan sikap Erwin suami jeng erna yang hanya diam saja seakan-akan tidak ada rasa kecewa atau marah sekalipun atas perbuatan istrinya itu sama seperti abah yang juga hanya bisa diam karena abah tau dia salah dan menyesali perbuatannya itu.


"Semua sudah hadir di sini dan secara garis besar saya sudah di beritahukan tentang pertemuan ini, gimana kedua belah pihak bisa di mulai sekarang" tanya pak RT kepada tamu yang hadir di rumahnya itu.


"Baiklah bukan maksud saya tuk menggurui atau menasehati tapi saya hanya ingin menyampaikan apa yang ada di benak saya saja dan sebelumnya saya minta maaf lagi kalau apa yang saya ucapkan menyinggung kalian semua yang ada di sini" kata pak RT.

__ADS_1


"Gak papah kok pak kami mengerti" ucap tante letha.


"Ya sudah kalau gitu saya tidak akan sungkan lagi tuk pihak pertama atau pihak yang melukai, saya mohon dengan sangat cukup kali ini saja semua itu terjadi dan tidak ada lagi kejadian ke dua atau ketiga atau seterusnya. Ibu erna kamu sudah bersuami selalu jaga amanat dan kepercayaan suami mu itu dan seberapa pun pemberian suamimu itu adalah rejeki tuk keluargamu, kalau di bilang kurang semua manusia akan berpikiran sama pasti kurang tapi kalau di sertai rasa syukur pasti akan cukup dan nikmat dan tuk kejadian ini alhamdulillah Bu Mirna dengan berbesar hati tidak meneruskan masalah ini ke pihak kepolisian.


Kalau saya yang jadi Bu Mirna pasti akan saya teruskan kasus ini biar jera tapi sayang saya bukan Bu mirna, Bu Erna apa kamu tak lihat kebesaran hati dari wanita yang telah kamu sakiti ini, wanita yang sudah menganggap mu seperti saudari nya sendiri apa kamu tidak malu. Bu erna saya harap jangan sampai ada Mirna Mirna lainnya cukup Bu Mirna saja yang mengalaminya dan semoga dari kejadian ini bisa kita ambil hikmahnya dan ini semua jadi pembelajaran untuk kita semua" kata pak RT sambil melihat jeng erna yang dari tadi hanya menunduk saja.

__ADS_1


__ADS_2