
Hubungan pernikahan damar dan Jessica sudah begitu renggang, bahkan mereka berdua tidaklah lagi sibuk dengan tugas mereka sebagai suami dan istri. Jessica sibuk dengan dunia, setiap malam dia sibuk berpesta dan mabuk-mabukkan. Disaat pulang dengan keadaan mabuk, dia tidak perduli dengan damar yang sudah tertidur dan terpaksa terbangun karena keributan yang dibuat oleh Jessica. Meski sudah pernikahan mereka sudah tidak dikatakan sebagai hubungan, damar tetap bertahan karena ayah mertuanya yang sudah membantunya, meski dia tahu jika ayah mertuanya itu hanya memanfaatkannya saja. Damar tetap tinggal bersama Jessica meski memilih untuk tidak satu ranjang lagi dengan Jessica. Damar memilih tidur diruang kerjanya, karena Jessica selalu mengganggu ketika sedang mabuk.
Besok paginya, damar menemui ayah mertuanya. Dia sudah mengirim pesan mengenai tanah yang dia bicarakan dengan Denis. Ayah mertuanya menolak untuk membeli tanah tersebut, karena melihat letak tanah yang jauh dari kota. Mengingat perkataan Jessica tentang ayah mertuanya yang memanfaatkannya, begitu dengan perkataan Denis yang juga mengatakan jika ada kesempatan untuk memanfaatkan kembali ayah mertuanya itu. Damar meminta kepada ayah mertuanya untuk menerima ide proyeknya. Namun tetap ayah mertuanya itu menolak, karena menurutnya itu sangat merugikan.
" Tapi itu akan bagus untuk tiga tahun ke depan. Jika kamu tidak membelinya biar aku akan menjualnya ke perusahaan lain." Ucap damar kepada ayah mertuanya.
Lukman cukup terkejut, bagaimana bisa menantunya itu justru menjualkan tanah itu kepada perusahaan lain. Bukannya membantu perusahaan milik ayah mertuanya malah justru memberikan itu kepada orang. Lukman tidak terima dengan apa yang dikatakan oleh damar.
" Apa maksudmu?" Tanya Lukman.
" Bukankah kita masih keluarga? Jika kamu masih menganggap kita masih keluarga, bagaimana kamu tidak mencobanya? Bukankah dulu aku juga membuat proyek yang sama? Dan nyatanya berhasil, bukan?" Ucap damar meyakinkan ayah mertuanya tentang tanah milik Denis.
Denis yang berada di kantor mendapatkan pesan dari damar mengenai tanah milik ayah mertuanya, tanah itu berhasil diterima oleh ayah mertuanya damar. Denis begitu senang, akhirnya dia bisa memanfaatkan tanah milik ayah mertuanya itu demi keuntungan besar. Tidak berselang lama, keuntungan akan jatuh kepada Denis. Denis begitu bahagia,karena sebentar lagi dia bisa merasakan hidup penuh dengan banyak uang.
Namun, kebahagiaan itu tiba-tiba sirna karena kedatangan Jessica yang melabrak Denis. Jessica tahu jika Denis sengaja memanfaatkan damar untuk merayu ayahnya agar bisa menerima tanah itu untuk dijadikan proyek oleh perusahaan mereka. Jessica tidak terima, karena hal itu bisa membuat ayahnya kembali menerima damar untuk bekerja di perusahaan. Padahal Jessica ingin damar hidup menjadi seorang pengangguran.
" Kamu menggunakan tanah milik istri mu agar damar bisa menarik hati ayahku, kan?" Tanya Jessica, yang tidak terima melihat Denis mulai mengkhianatinya.
" Apa yang kamu katakan? Aku tidak mengerti." Ucap Denis berpura-pura seolah dia tidak tahu dengan apa yang Jessica tanyakan padanya.
__ADS_1
" Jangan berpura-pura tidak mengerti. Aku ini memiliki info dari mana saja. Kamu pikir aku tidak tahu, jika kamu meminta bantuan damar untuk merayu kembali ayahku."
" Emangnya kenapa? Kamu takut jika ayahmu kembali menarik damar untuk bekerja bersamanya. Ayahmu pasti berfikir begini, lebih baik aku menerima menantu ku yang bisa menghasilkan uang untukku, dibandingkan anakku sendiri yang suka menghamburkan uang dan membuat banyak masalah, bukankah begitu?" Kata Denis yang tidak takut dengan Jessica.
" Kamu! Berani-beraninya!" Ucap Jessica kesal, melemparkan sesuatu yang ada di meja hingga terkena foto pernikahan Denis dan Laras yang dipajang hingga retak.
" Kenapa? Apa yang aku katakan ada benarnya, bukan?" Ucap Denis.
" Apa kamu lupa! Sekarang kamu sudah bekerja denganku, dan aku sudah memerintah ku. Bukankah aku menyuruhmu untuk membalas dendam ku kepada Damar, lalu apa! Apa ini yang kamu sebut dengan balas dendam, hah!"
" Aku merasa jika aku tidak perlu melakukannya lagi, karena bagiku bekerja sama dengan suamimu malah justru lebih menguntungkan bagiku." Ucap Denis.
" Silahkan sebarkan! Jika kamu masih memilikinya." Ucap Denis dengan santai
" Apa maksudmu?" Jessica membuka ponselnya, dan semua foto Denis sudah terhapus didalam ponselnya. Jessica begitu terkejut, karena itu adalah senjata yang dia gunakan untuk mengancam Denis.
Denis tersenyum, karena sebelumnya dia sudah meminta bantuan damar. Denis meminta damar untuk membantunya menghapus semua fotonya di dalam ponsel milik Jessica, karena Jessica menggunakan foto itu untuk mengancamnya. Denis memanfaatkan damar untuk membantunya, agar dia bisa memberikan tanahnya itu untuk dijadikan proyek kepada damar.
Malam setelah Jessica pulang dalam keadaan mabuk, Jessica tertidur pulas diatas kasur. Damar yang kebetulan tidak bisa tidur memanfaatkan kesempatan itu untuk diam-diam mengambil ponsel milik Jessica. Dia melihat foto milik Denis dan segera menghapusnya. Jadi tanpa sepengetahuan Jessica, Denis meminta bantuan damar untuk menghapus semua foto itu di ponsel milik Jessica.
__ADS_1
" Aku dan suamimu sudah satu tim sekarang. Jadi jangan berpikir jika aku takut padamu." Ucap Denis.
Jessica yang begitu kesal, mengambil papan tulisan nama Denis, dan hampir memukul Denis menggunakan papan itu. Sebelum Denis mencegahnya dengan mengatakan jika diruangan kerja milik Denis sudah ada cctv untuk merekam. Jessica tidak berani melakukannya, karena bisa saja dia dituntut karena melakukan kekerasan.
" Aku sekarang tidak sebodoh dulu, jadi kamu melakukannya kamu bisa saja aku laporkan karena sudah melakukan kekerasan kepadaku." Ucap Denis.
" Kamu pikir kamu bisa mendapatkan keuntungan dari suamiku tentang tanah itu. Aku yakin ayahku bukan orang yang sebodoh, dia tidak akan berminat dengan tanah itu." Ucap Jessica.
Denis tertawa, seperti Jessica belum jika ayahnya mau menerima tanah milik Laras untuk dijadikan proyek oleh perusahaannya. " Namun sayang, ayah mu sudah menerima tanah itu. Dan kamu tahu, proyek itu akan segera dikerjakan. Jadi, sekarang kamu tidak perlu lagi repot-repot mengancam ku kesini. Karena aku sudah bekerja sama dengan damar dan juga ayahmu. Dan wanita sebodoh mu itu juga tidak mungkin mengalahkan kami bertiga."
Jessica sangat kesal dengan Denis, semua rencana hancur berantakan. Damar diterima oleh ayahnya kembali bekerja. Misi Balas dendamnya tidak berhasil karena Denis malah justru bekerja sama dengan damar. Dengan kesal, Jessica keluar dari ruangan kerja Denis. Sedangkan Denis justru tertawa bahagia karena keberhasilannya.
Malamnya, Denis mengajak damar ke cafe untuk menikmati segelas wine, sekaligus merayakan kesuksesan pertama mereka. Denis sangat berterima kasih karena damar berhasil membuat ayah mertuanya itu untuk menerima tanah milik istrinya sebagai proyek perusahaan. Begitulah dengan damar, dia juga berterima kasih kepada Denis berkat tanah itu, damar berhasil kembali menarik hati ayah mertuanya untuk dia bisa kembali bekerja di perusahaan. Mereka berdua menikmati segelas wine sebagai bukti perayaan mereka. Denis lalu memberikan nasihat kepada damar, jika hidupnya sekarang harus berubah. Dulu damar terlalu sibuk dengan pernikahannya, namun kini denis ingin damar mengubah pikirannya. Denis ingin damar memanfaat situasi ini, meski damar merasa ingin segera pergi dari hubungan pernikahannya.
" Aku ingin kamu untuk tidak terlalu menentang Jessica, bersabar dan manfaat kesempatan yang ada. Karena itu tidak akan membuat hidup melarat lagi. Habiskan minumannya, setelah ini aku akan memberikan kamu sebuah hadiah." Kata Denis sambil tersenyum, dia sudah menyiapkan sesuatu untuk damar.
" Kita akan kemana setelah ini?" Tanya damar.
" Kamu ikuti saja aku, hadiahnya pasti membuatku senang." Ucap damar sambil tersenyum.
__ADS_1