Pengkhianat Cinta

Pengkhianat Cinta
episode 21


__ADS_3

Aku lihat tante letha menarik nafasnya dengan sangat panjang "maaf mba aku dan suami datang hanya bisa membuat mba Mirna bertambah sedih dan menambah luka di hati mba Mirna saja" ucap tante letha dengan suara seraknya, tangan om adit tiada hentinya mengelus bahu istri nya itu dengan lembut.


" Mba mengerti letha,kamu datang karena permintaan dari ayah mertua mu kan??" kata ibu yang di ikuti dengan anggukan dari tante letha, "maaf mba kalau keluarga saya membuat hubungan mba Mirna dan letha jadi sedikit canggung, saya selaku suami dari letha meminta maaf sekali lagi dan saya juga beribu ribu mohon maaf atas kelakuan kakak dan adik saya atas kejadian yang sudah melukai mba Mirna lahir dan batin hingga membuat mba mirna di rawat di rumah sakit" ucap om adit menyesal.


"Adit mengenai hubungan saya dan letha akan tetap seperti ini, kami masih saudara. Hubungan kami tidak ada sangkut pautnya dengan kejadian yang saya alami, letha masih adik saya tapi kamu tau sendiri kan yang membuat saya terluka seperti ini itu adalah kedua saudara mu" kata ibu, eva lihat ada perubahan sikap pada tante letha setelah mendengar ucapan ibu. Tante letha sedikit lega karena ibu tidak membawa bawa hubungan nya di kejadian itu, "saya tau mba, kakak dan adik saya sudah jahat pada mba dan keluarga tapi sebagai saudara mereka saya mohon maaf sebesar-besarnya dan biar bapak saya aja yang akan menghukum mereka" kata om Adit yang membuat ibu tau arah dari perkataannya itu.

__ADS_1


"Adit,,saya tau kamu pasti di suruh bapak kamu tuk datang ke saya membahas masalah ini" ucap ibu. Om adit hanya mengangguk dan tante letha hanya diam seakan akan dia tidak mau ikut berbicara biar suaminya aja, "sebenarnya apa alasan kamu datang ke sini dit ??" kata ibu membuat om adit sedikit canggung.


"Maaf mba, saya gak tau harus berapa kali lagi meminta maaf sama mba. Memang benar apa kata mba mirna saya datang ke sini bukan hanya tuk membesuk mba mirna tapi ada yang ingin saya bahas bersama mba" ucap om adit sambil menarik nafas dengan panjang.


"Katakan semuanya pada saya jangan ada yang di tutup-tutupi lagi adit" kata ibu yang sudah siap mendengarkan penjelasan om adit, om Adit mengangguk dan mulai menjelaskan "saya datang ke rumah mba memang di suruh oleh bapak saya, saya di minta tuk mewakili beliau karena keadaannya yang tidak memungkinkan tuk bertemu mba Mirna secara pribadi mendengar kejadian yang menimpa mba mirna sekeluarga yang di akibatkan dari tingkah kakak dan adik saya bapak jatuh sakit apa lagi ketika satrio masuk sel di Polsek membuat kesehatan bapak terus drop karena itu bapak meminta tolong kepada saya agar mba mirna tidak melanjutkan kasus ini ke ranah hukum".

__ADS_1


Ibu paham yang perkataan tante letha, ibu tau saat ini tante letha di posisi yang sangat sulit ibarat peribahasa seperti buah simalakama.


" Saya paham yang kalian berdua katakan, saya juga paham dengan keadaan letha saat ini. Adit, saya tidak akan meneruskan kasus ini ke ranah hukum lagi pula satrio sudah di hukum walau hanya seminggu tapi saya ingin membuat perjanjian hitam di atas putih dengan di saksikan RT setempat agar kejadian ini tidak terjadi lagi karena masalah ini berawal dari kakakmu, saya ingin dia juga hadir sebagai pihak pertama" kata ibu membuat om adit senang.


"Terimakasih mba, saya akan pastikan kakak saya akan datang dan meminta maaf pada mba" jawab om adit. "Kamu harus ingat saya lakukan ini bukan karena saya sudah memaafkan kakak dan adikmu tapi karena adik saya letha." ucap ibu lagi membuat tante letha terkejut tak percaya.

__ADS_1


"Mba, terimakasih mba memang kakak saya. Saya gak tau membalas mba dengan apa?" jawab tante letha sambil memeluk ibu. "Kamu gak harus membalas saya dengan apapun cukup sebagai adik saya yang baik saja dah membuat saya senang" perkataan ibu membuat tante letha mengangguk dan terus memeluk ibu sesekali mencium pipi ibu. Melihat sikap tante letha kepada ibu terlihat jelas kalau tante letha sangat menyayangi ibu.


__ADS_2