
Jessica mengoles lipstik merah di bibirnya. Dia sudah rapi dengan deras mininya. Hari ini dia akan pulang ke kota, dia akan pergi dari desa yang sudah membuat sesak nafas selama tinggal disitu. Pengawal datang menghampiri Jessica dengan mengatakan jika dia sudah siap mengantar Jessica ke kota. Namun, Jessica menolak karena dia sudah ada yang menjemput.
Setelah insiden penembakan di hotel, Vernon menghilang. Namun kini dia kembali muncul, dia berjalan sambil membawa sebuket bunga mawar. Dia berpapasan dengan Jessica yang kebetulan sudah mau keluar dari rumah sakit. Vernon memberikan buket bunga mawar itu kepada Jessica.
" Wah! Kamu romantis sekali. Tapi sayang semenjak kejadian itu kamu justru menghilang." Ucap Jessica tersenyum menerima sebuket bunga mawar dari Vernon.
" Bagaimana aku tidak kabur, suami sangat galak. Aku sampai ketakutan dibuatnya. Ini saja aku harus bersembunyi dari kejaran suamimu dan ayahmu. Jadi, kita akan berkeliling ke mana hati ini?" Tanya Vernon siap menemani Jessica kemanapun wanita itu mau.
" Kita harus kembali ke Jakarta." Ucap Jessica raut wajah berubah menjadi serius.
" Kenapa harus ke Jakarta sih! Aku takut jika aku harus bertemu dengan ayahmu. Selama ini aku sudah mencoba bersembunyi dari kejaran ayahmu." Ucap Vernon takut karena dirinya masih buronan ayah Jessica.
" Tenang saja. Kamu tidak perlu takut, kita harus ke Jakarta. Ada yang harus aku lakukan." Ucap Jessica. Entah siapa yang akan Jessica temui, sepertinya akan ada hal yang akan dia lakukan.
Denis sedang bekerja, dia serius membaca dokumen yang berisikan kasus yang akan dia kerjakan. Tiba-tiba ibunya menelepon menanyakan tentang Denis yang sedang bertengkar dengan Laras. Denis merasa kesal, pertengkarannya dengan Laras harus diketahui oleh ibunya. Dia menduga jika Laras yang memberitahu kepada ibunya. Meski ibunya mengelak jika buka. Laras yang memberitahu. Ibu Denis menasihati anaknya untuk berdamai lagi dengan Laras. Namun, Denis yang sudah kesal justru mematikan telepon itu dengan mengatakan jika dirinya tengah sibuk bekerja.
Baru saja usai menghindar dari ibunya yang terus menanyakan pertengkarannya dengan Laras. Kini datanglah Maharani yang menanyakan hal yang sama. Bagi Denis Maharani adalah orang yang yang tidak perlu untuk ikut campur dan harus tahu tentang pertengkaran dirinya dengan laras. Namun Maharani terus bertanya dengan alasan jika nanti ibu mertuanya Denis bertanya kepadanya, apa yang harus Maharani jawab. Namun Denis justru memarahi Maharani untuk tidak ikut campur dalam urusan rumah tangganya. Bahkan jika ibu mertuanya bertanya pada Maharani, denis meminta Maharani untuk berkata jika tidak tahu apa-apa. Tetapi Maharani tetap tidak terima, dia tetap ingin tahu pertengkaran Denis dan Laras. Saat mereka berdua tengah berdebat, suara pintu ruangan terbuka. Bertapa terkejut Maharani dan Denis melihat dua orang yang mereka kenali tengah berdiri di pintu masuk.
" Apa yang kamu lakukan disini?" Teriak Maharani mendekati Jessica, namun Jessica malah justru melayangkan sebuah tamparan untuk Maharani.
" Tamparan pertama untuk orang yang sudah berani menjebakku. Dan tamparan kedua untuk orang yang berani ingin merebut suamiku." Ucap Jessica kembali menampar Maharani.
Maharani tidak terima dengan tamparan yang diterimanya, dia ingin membalas, namun Vernon dengan segera mendorongnya. Dengan mengancam jika tangan Vernon lebih kuat tamparannya dibandingkan dengan tangan Jessica membuat Maharani takut dan mundur untuk mendekati Jessica.
" Aku tidak menyangka jika kamu masih mau mengikuti kemanapun kekasihmu pergi. Padahal sudah jelas jika suami sudah berani menodongkan pistol kearah kalian berdua. Masih kurang ya? Atau kamu memang haus nafsu?" Kata Maharani kepada Jessica.
__ADS_1
" Mungkin itu masalahnya, bagi mereka yang harus. Aku paham bagaimana suami mereka mencampakkan mereka, sehingga mereka merayu suami orang lain. Meski dia tidak menginginkan mu, kamu tetap berusaha merayunya! Jika kamu sudah putus asa, kenapa kamu tidak membayar pria lain saja? Dari pada berusaha merebut suami orang lain!" Ujar Jessica kepada Maharani yang menurutnya wanita yang tidak tahu malu.
" Jessica!" Teriak Maharani kesal ingin melabrak Jessica namun dirinya ditahan oleh Denis.
" Cukup, Rani! Apa kedua tamparan tadi belum cukup?" Bentak Denis kepada Maharani yang memberontak ingin membalas perbuatan Jessica kepadanya.
" Aku akui apa yang kalian berdua lakukan kepadaku itu sungguh mengerikan. Tapi aku sadari, jika kau bukan orang yang dilahirkan untuk menjadi korban, apalagi menjadi korban makhluk busuk seperti kalian berdua!" Bentak Jessica kepada Denis dan Maharani yang sudah menghancurkan dirinya.
" Terlepas dari tuduhan mu, tapi kamu tidak punya bukti untuk membuktikannya." Ucap Denis
" Bagaimana dengan ancaman mu terhadap Vernon dengan memiliki kenalan polisi. Mari kita lihat seberapa hebat kenalan polisi mu itu denganku." Ucap Jessica.
" Lalu bagaimana dengan rencanamu yang menjebakku di kamar hotel bersam vernon, bukankah itu juga perbuatan jahat." Ucap Maharani.
" Tapi aku tidak menyentuhmu sama sekali, jadi tidak ada bukti pelecehan. Dan aku juga tidak sudi menyentuh wanita tua seperti mu!" Ucap Vernon kepada Maharani.
" Ibu Jessica, katakan kepadaku apa rencanamu?" Tanya Denis karena tahu jika kedatangan Jessica pastinya ada alasan.
" Vernon, ambil ponselnya." Perintah Jessica kepada Vernon.
Segera Vernon merebut ponsel milik Maharani, Maharani memberontak dan mencoba merebut kembali ponselnya. Namun, Denis sepertinya mengkhianati Maharani, dia menahan Maharani untuk tidak merebut ponsel di tangan Vernon.
" Vernon segera buka akun media sosialnya." Perintah Jessica lagi.
" Akun media sosialnya di kunci." Ucap Vernon.
__ADS_1
Segera Denis membantu, dengan menahan Maharani agar bisa menggunakan jarinya untuk membuka akun media sosialnya sendiri. Maharani tidak berdaya disitu, dia tidak melawan. Denis malah justru berpaling darinya.
" Segera kamu ketik, aku Maharani, disini aku ingin menyampaikan jika aku adalah seorang wanita yang mencoba untuk merayu suami dari Jessica, anak seorang direktur perusahaan besar bernama Lukman.. Aku sudah berusaha untuk mencoba menelpon dan mengirimnya pesan, namun pria itu malah justru mengabaikan ku. Hal itu membuatku menjadi geram padanya. Karena sudah menyakiti perasaanku, aku memutuskan untuk tidak mengganggu suaminya lagi. Bahkan suami orang lain di negara ini. Jika aku melakukannya, kalian boleh menghukum ku. Sudah itu saja." Kata Jessica.
Mendengar apa yang Jessica katakan, Maharani begitu kesal. Dia mencoba merebut kembali ponselnya. Dan akhirnya ponsel itu berhasil berada ditangannya segera dia menghapus tulisan yang sudah di posting oleh Vernon di akun media sosialnya.
" Sudah ku hapus!" Ucap Maharani dengan senyum karena baginya postingan itu pasti belum sempat dibaca oleh orang lain.
" Tapi sayang sudah ku screenshot." Ucap Jessica menunjukan hasil screenshootnya kepada Maharani.
" Akan aku posting di akun media sosial ku." Ucapnya lagi.
" Baiklah, anggap tidak sudah menerima hukumannya. Jadi sudah cukup ibu Jessica." Ucap Denis.
" Lalu kamu?" Ucap Jessica kepada Denis.
" Aku apa? Aku tidak melakukan apapun. Suamimu juga sudah menyudahi hubungan kerja sama kami jadi apa lagi." Ujar Denis yang seolah merasa tidak melakukan apapun kepada Jessica.
Jessica memberi kode kepada Vernon, dengan segera Vernon menarik kerah baju Denis dan menghajar Denis. Membuat Denis kesal dan ingin menghajar balik Vernon, namun dengan segera Jessica berteriak untuk menghentikan Denis.
" Denis, anggap saja satu pukulan itu untuk menebus kesalahanmu. Dan kedatangan ku disini untuk bekerja sama denganmu, tetapi sebelum itu kamu harus memecatnya. Karena aku tidak orang yang merusak hubungan pernikahan ku ini berada didekat mu. Jika tidak, kerja sama kita berakhir dan yang aku lakukan mungkin akan menyebarkan foto-foto mu." Kata Jessica.
" Baiklah, aku sepakat. segera aku akan memecatnya." Ucap Denis.
Jessica tersenyum, Denis merupakan pengacara bodoh yang bisa dia andalkan. Jessica lalu menarik rambut Maharani. " Asal kamu tahu, meski kamu mencoba untuk merebut suami ku. Damar tidak akan pernah menceraikan ku. Meski kami berdua saling membenci, dia tidak akan bisa menceraikan ku, karena dia milikku. Dan kamu harus ingat, aku meski aku sudah memberi milik ku sendiri bukan berarti aku orang yang membuangnya dan memberikannya kepada sampah seperti mu, ingat itu!" Kata Jessica mendorong Maharani ke lantai.
__ADS_1
Jessica lalu mengajak Vernon untuk pergi dari kantor Denis. Setelah kepergian Jessica, Denis segera memecat Maharani. Maharani kesal, dan mencoba untuk mengancam akan memberitahu tentang hubungan Denis dan naomi kepada Laras. Namun Denis tidak takut, dia malah justru meminta Maharani mengatakannya. Karena Denis tahu Maharani tidak akan berani mengatakannya karena Maharani takut jika Laras sudah tidak percaya kepadanya bahkan mungkin mengusirnya dari rumah. Karena itu, Maharani tidak bisa berbuat apa-apa. Maharani bisa pasrah menerima kenyataan jika dirinya harus dipecat oleh Denis.