Pengkhianat Cinta

Pengkhianat Cinta
Damar menyukai Laras


__ADS_3

Setelah kepergian Laras dari restoran itu, Jessica langsung menyerang damar dengan pertanyaan. Apakah damar menyukai Laras hingga mau menolong wanita itu. Dia terus memaksa damar untuk menjawab pertanyaannya. Damar yang juga tidak tahan, lalu mengungkapkan jika dia memiliki rasa suka kepada Laras. Karena hal itu damar rela melakukan apapun bahkan membantu Laras. Mendengar pernyataan itu, membuat Jessica sakit hati tidak terima jika suaminya menyukai wanita lain.


" Berarti mulai sekarang aku akan menganggap Laras sebagai musuhku! Dan kamu harus tahu jika aku akan melakukan apapun untuk menghancurkan musuhku." Ucap Jessica.


" Dan juga perlu untuk mengingat jika akan selalu menolongnya, bahkan dari kejahatan mu juga."


" Kenapa! Kenapa kamu memiliki perasaan padanya! Bukankah kamu hanya untukku, untukku!"


" Emangnya aku tidak boleh menyukainya?"


" Kamu mengkhianati ku!"


" Apa kamu bilang? Aku mengkhianati mu? Jess, kamu yang memulai duluan. Aku hanya menyukainya sedangkan kamu tidur dengan pria muda itu! Aku tidak mengkhianati justru kamu yang telah melakukannya. Hubungan pernikahan kita hanya sekedar ikatan yang tidak bisa dicerai karena perintah ayahmu, tetapi dalam hubungan ini kita sudah tidak saling mencintai. Lebih baik kamu urusin hidupmu, dan aku juga begitu." Kata damar meninggal Jessica di restoran tersebut.


Setelah bertemu dengan damar, Laras menuju rumah ibunya. Dia teringat akan perkataan Denis tentang ibunya yang sedang sakit. Dia menjenguk ibunya di rumah. Ibunya seperti orang sehat pada umumnya, dia bahkan tersenyum menyambut putrinya yang datang berkunjung ke rumah.


" Laras.. apa sekarang kamu sudah membaik?" Tanya Putri kepada anaknya karena kondisi hati Laras pastinya masih belum membaik setelah mendengar pengakuan tentang Denis.


" Iya ibu. Aku sudah membaik sekarang. Ibu tidak perlu khawatir." Ucap Laras sambil tersenyum.


Putri meraih tangan Laras lalu berkata, " Sayang, maafkan ibu. Ibu tahu ibu salah sudah mendukung kamu untuk segera menikah dengan Denis. Tapi ibu tidak berpikir jika Denis adalah orang jahat melainkan dulu ibu hanya memikirkan kebahagiaan mu saja. Meski sekarang kamu sudah tahu kebusukan Denis, apapun keputusan ibu akan mendukung. Jika kamu ingin menceraikannya ibu justru sangat mendukung hal itu, Laras."


" Ibu, untuk saat ini ibu tidak usah memikirkan hal itu. Sekarang ibu harus fokus dengan kesehatan ibu. Aku baru tahu dari Denis jika ibu akan menjalani operasi jantung. Ibu, Laras akan selalu ada untuk ibu dan menjaga ibu. Ibu tidak perlu mengkhawatirkan masalah ya." Kata Laras kepada ibunya, dia tidak ingin menambah kekhawatiran pada ibunya. Meski begitu ini juga demi kesehatan ibunya. Karena hanya ibunya satu-satunya orang yang akan selalu bersamanya.


Setelah berbincang bersama ibunya, Laras menuju kamar Maharani. Dia melihat tasnya berada disana. Laras sudah tahu tas itu pastinya dipake oleh Maharani. Meski begitu dulu Laras tidak perduli jika tas atau bajunya di pakai oleh saudaranya itu. Namun, setelah mengetahui pengkhianatan yang juga dilakukan oleh saudarinya, rasanya begitu tidak percaya. Laras ingin memastikan sejauh mana Maharani mengetahui semuanya tentang Denis dan Naomi.


" Laras, kamu kesini." Sapa Maharani saat melihat Laras di kamarnya.


" Ini tasku yang aku cari selama ini. Ternyata ada disini." Ucap Laras memegangi tas tersebut.

__ADS_1


" Iya, aku meminjamnya padamu dan lupa mengembalikannya. Maaf ya."


" Aku tidak mempermasalahkan soal tas ini, mau kamu memakainya sampai rusak juga tidak masalah. Tapi aku hanya merasa ragu apakah kita masih bisa dikatakan saudara?"


" Apa maksudmu?" Tanya Maharani yang menjadi karena tiba-tiba saja Laras bertanya seperti itu.


" Apa kamu yakin kita masih saudara?"


" Iya, kita memang saudara, Laras. " Ucapnya tersenyum.


" Kalau begitu katakan pada saudara mu ini. Sejauh mana kamu mengetahuinya?"


" Mengetahui apa, Laras?"


" Berhenti berpura-pura tidak tahu, Rani. Katakan padaku sekarang jika kamu masih menganggap ku saudaramu!"


" Em.. aku sudah mengetahuinya selama dua tahun sebelum kamu menikah dengan Denis." Jawab Maharani dengan menunduk sebagai bentuk rasa bersalah karena sudah menyembunyikannya dari Laras.


" Laras, aku.. aku tidak tahu harus memulai bagaimana untuk memberitahu mu. Denis juga mengancam ku, Laras."


" Kamu takut padanya? Aku saudara mu. Aku bahkan menganggap sebagai kakak perempuan yang baik untuk ku. Namun nyatanya kamu malah menyembunyikan semua itu padaku. Apa ini masih disebut sebagai saudara?"


" Laras, aku minta maaf. Sekarang kamu sudah mengetahui semuanya, kan? Jadi tidak usah kamu membahasnya lagi. Cukup kamu beri keputusan kepada Denis."


" Entah apa keputusan ku itu bukan urusanmu. Tetapi aku hanya ingin bertanya kepadamu, apa kamu masih menganggap ku saudaramu?"


" Kamu saudaraku, Laras. Aku masih menganggap mu saudara, sampai kapanpun kamu tetap saudaraku.


" Aku akan bertanya sekali, sekarang kamu berpihak pada siapa, aku atau Denis?"

__ADS_1


" Tentu saja padamu, Laras."


" Kamu berjanji?"


" Aku janji, kita saudara, tidak mungkin aku berpihak pada yang lain."


" Jangan menyebut saudara, buktinya dua tahun kamu tidak berpihak padaku." Ucap Laras lalu keluar dari kamar Maharani.


Laras lalu mengajak ibunya pergi ke rumah sakit untuk di periksa, sesampai disana dokter memberitahu jika nantinya operasi akan berjalan dengan lancar, agar ibu Laras dan juga tidak perlu mencemaskan hal itu. Laras memegangi tangan ibunya sambil tersenyum memandangi ibu. Dia lega setelah mendengar apa yang dokter katakan. Sekarang dia tidak perlu begitu mengkhawatirkan ibunya. Setelah menemui dokter Laras mengantarkan ibunya pulang, dia memilih untuk tidak menginap dan pulang ke rumahnya.


Besok paginya, damar pergi ke kantor. Dia berpapasan dengan Jessica yang baru datang karena semalam tidak tidur di rumah. Jessica menghentikan damar untuk pergi. Namun damar tidak perduli. Jessica dengan kesal berkata jika damar merupakan suami yang terlah berselingkuh dengan wanita yang beristri. Mendengar hal itu damar tidak terima.


" Apa kamu bilang? Kamu salah! Justru kamu istri yang sudah berselingkuh. Aku hanya menyukai Laras bukan merebut Laras dari Denis." Ucap damar.


" Lihat saja, aku akan membuat Denis masuk penjara, dan membuat Laras menderita."


" Bukannya itu bagus, dengan Denis di penjara maka akan ada kesempatan bagiku untuk mengambil hati Laras. Dan bisa saja aku akan menikah lagi dengan Laras." Ucap damar dengan senyum lalu pergi menaiki mobilnya.


Jessica begitu kesal mendengarnya, dia tidak terima. Ingin segera membalas dan membuat Laras menderita. Tiba-tiba ponselnya mendapatkan pesan sebuah video yang di kirim oleh Vernon. Segera dia menemui Vernon di restoran yang sudah Vernon berikan.


Di restoran, Jessica menunggu kedatangan Vernon. Vernon datang dengan senyum, karena kali ini dia akan mendapatkan keuntungan besar karena sudah membantu Jessica. Jessica tidak menjebloskannya ke penjara melainkan memanfaatkan Vernon untuk membalas dendamnya kepada Laras. Video yang dikirim Vernon merupakan video cumbu Vernon dengan Maharani. Vernon menjebak Maharani hingga luluh dan tidur dengannya. Sengaja Vernon melakukan itu juga ingin mendapatkan uang agar dia bisa kabur dari kejaran ayah Jessica. Jessica memberikan uang sebagai hasil imbalan Vernon yang sudah membantunya, dengan begini dia bisa mengancam Maharani dan perlahan-lahan akan menghancurkan Laras.


Laras menuju dapur, dia melihat Denis yang tertidur di meja makan. Laras memandangi Denis penuh dendam, dia mengambil gelas kaca dan ingin memukuli kepala suaminya itu. Namun Laras mengurungkan niatnya. Laras menyediakan bubur yang sering dia buat untuk dirinya dan Denis. Melihat hal itu, Denis merasa jika Laras sudah mulai luluh dan mau menerimanya lagi.


" Makanlah." Ucap Laras mempersilahkan Denis untuk makan buburnya.


" Em.. buburnya begitu enak." Ucap Denis berpura-pura karena selama ini dia tidak begitu menyukai bubut buatan Laras.


" Baru kali ini aku mendengarnya. Biasanya kamu selalu mengeluh dan terus mengatakan jika bubur ku ini tidak enak. Padahal aku membuatnya dengan resep yang sama." Kata Laras tersenyum.

__ADS_1


Denis hanya terdiam, mau bagaimanapun dia harus bisa mendapatkan hati Laras lagi.


__ADS_2