
" Kamu ada dimana?" Tanya Maharani dalam sambungan telepon, dia sepertinya menghubungi seseorang.
" Tidak perlu meneleponku, aku sudah berada disini." Ucap seseorang itu yang ternyata adalah Vernon.
Maharani mengancam Vernon dan akan melaporkan Vernon ke polisi tentang kejadian saat Jessica menjebaknya. Karena takut di penjara, Vernon dengan terpaksa mau menerima untuk membantu Maharani.
" Setelah malam ini, kamu harus berjanji untuk tidak menganggu ku lagi!" Ucap Vernon karena merasa hidupnya selalu diganggu oleh Maharani.
Maharani hanya menjawabnya dengan senyum. Dia sudah memikirkan ide gilanya yang sudah dinantikan akan terlaksana malam ini.
Sedangkan Jessica memandangi damar yang tengah mengobrol dengan seseorang, seperti dari pembicaraan mereka, mereka tengah membahas soal bisnis. Mendengar percakapan suaminya dengan orang lain, membuatnya teringat akan dia yang pernah meminta ayahnya untuk membuka bisnis sendiri. Namun, ayah Jessica malah justru meragukan Jessica. Itu disebabkan karena hubungan pernikahannya yang belum selesai. Namun Jessica membantah jika bisnis tidak ada sangkut pautnya dengan pernikahan. Dia meminta ayahnya untuk memodalinya karena dia ingin membuka bisnisnya sendiri. Namun, ayahnya terus menolak untuk membantu, bahkan ayahnya meminta untuk tetap diam tanpa perlu membuka bisnis sendiri.
" Ayah selalu seperti itu, selalu menganggap ku seorang pemalas. Aku capek harus hidup dibawah ayah dan damar. Ayah selalu mengendalikan ku sedangkan damar ingin aku selalu berada disisinya. Mau sampai kapan aku hidup seperti itu. Aku ingin mengubah hidupku, aku ingin menjalani bisnis sendiri. Apa susahnya bagi ayah untuk membantu?" Kata Jessica dihadapan ayahnya.
" Jangan, lebih kamu diam saja. Jangan membuat masalah!" Ucap ayahnya pergi.
" Tidak! Aku akan membuktikan pada ayah jika aku bukan orang yang sering ayah rendahkan. Aku akan memulai bisnis ku sendiri dan juga aku akan memperbaiki pernikahan ku. Aku akan membuktikan jika aku bisa menangani keduanya." Kata Jessica yang tidak mau dianggap remeh oleh ayahnya sendiri.
Ayah Jessica hanya tersenyum meremehkan, seolah perkataan itu tidak akan bisa dilakukan oleh putrinya, dan pergi begitu saja.
Jessica memandangi terus suaminya yang tengah asyik mengobrol soal bisnis. Tanpa terasa minumannya yang dibawanya sudah habis olehnya. Denis lalu datang menawarkan segelas minuman untuknya.
" Gelasmu sudah kosong. Ini aku berikan lagi. Mohon diterima." Ucap Denis menawarkan minuman yang sudah dibawanya untuk Jessica.
__ADS_1
Awalnya Jessica tidak mau menerima, namun pelayan tiba-tiba datang meminta Jessica menaruh gelas kosong di dulang yang dibawanya. Jessica menaruh gelas kosong itu, dan mengambil minuman yang sudah dibawakan Denis untuknya.
" Seharusnya kamu yang menjadi sorotan orang, ini justru suamimu yang menjadi sorotan mereka. Aku tahu kamu membenciku, tetapi aku menaruh dukungan untuk mu karena seharusnya kamu yang berada disana." Kata Denis mulai memprovokasi Jessica, agar wanita itu tersulut emosi.
" Berhenti berbicara omong kosong seperti itu!" Ucap Jessica.
" Apa kamu marah padaku?"
" Untuk apa aku harus mengeluarkan emosi untuk orang seperti dirimu."
" Aku hanya meminta maaf, "
" Aku tidak butuh! Dengan foto dan video yang ada ponselku itu sudah cukup." Ucap Jessica.
Laras terus memikirkan ide apa yang telah direncanakan oleh suaminya dan Maharani. Dia segera menghampiri suaminya dan meminta suaminya untuk jujur tentan rencana apa yang telah suaminya rencanakan bersama Maharani. Namun Denis justru mengatakan jika tidak ada apa-apa, tetapi Laras terus memaksa. Membuat Denis kesal, dengan berkata jika menyesal membawa Laras bersamanya. Laras ingin suaminya untuk jujur padanya, namun Denis justru pergi karena Laras bisa saja menganggu rencana jahatnya.
Jessica berdiri bersama suaminya yang tengah asyik mengobrol. Jessica mencoba untuk menyela, namun orang yang mengobrol dengan suaminya itu kembali berbicara dan bertanya kepada damar tanpa memperdulikannya. Jessica tiba-tiba merasakan pusing, beruntung dia memegangi tangan suaminya. Namun Jessica tetap berdiri menyaksikan dan mendengar orang-orang berbicara dengan damar. Tiba-tiba saja ponselnya berbunyi, dia melihat ponselnya. Alangkah terkejutnya, Vernon mengirim fotonya yang berada di gedung yang sama dengannya. Segera Jessica menjauh dari suaminya, untuk menghubungi Vernon, sebelum pria itu melakukan hal yang Jessica tidak inginkan.
" Apa masalahmu?"
" Aduuuh kak Jess. Akhirnya aku bisa mendengar suaramu. Aku sangat bahagia. Sudah lama kita tidak berbicara seperti ini."
" Kenapa kamu bisa berada di gedung ini?"
__ADS_1
" Aku menerima undangannya, awalnya aku tidak tertarik. Tetapi aku ingin mengunjunginya untuk berfoto-foto saja. Sebenarnya aku tinggal di hotel ini, bisakah kakak datang menemuiku? Aku akan mengirim nomor kamarnya."
" Kamu gila! Aku tidak bisa!"
" Ayolah kak.. aku sangat merindukan kak Jess. Jika kakak tidak menemui ku disini maka aku yang akan menemui kakak disitu."
Jessica menjadi bingung jika Vernon datang menemuinya maka akan ketahuan oleh damar. Damar tidak akan percaya padanya lagi, padahal Jessica sudah berjanji akan berubah untuk memperbaiki kembali hubungan pernikahannya. Mau tidak mau, Jessica harus menemui Vernon di kamar hotelnya, daripada Vernon yang menemuinya didalam acara. Bisa-bisa acara akan hancur berantakan jika Vernon melakukan hal itu.
Gerak gerik Jessica diperhatikan oleh Laras dari jauh. Jessica menunjukan gerakan yang mencurigakan baginya, dia melihat ekspresi wajah Jessica yang seperti kebingungan. Lalu Jessica pergi menuju lift, melihat hal itu Laras mengikuti Jessica. Terlihat Jessica berjalan seperti orang yang sedang mabuk, Jessica lalu masuk kedalam lift. Melihat hal itu, Laras teringat akan dua gelas yang dibawa oleh suaminya, bisa saja Jessica dijebak oleh suaminya. Untuk menggagalkan rencana, Laras mencoba mengikuti Jessica melihat Jessica menaiki lift menuju lantai 6.
Jessica menemui Vernon, dia meminta Vernon untuk tidak mengganggunya lagi. Namun Vernon terus mengatakan jika dia merindukan Jessica dan ingin melakukan apapun untuk bersama lagi dengan Jessica. Jessica menolak dia akan memberikan Vernon uang jika Vernon berjanji untuk tidak mengganggunya lagi. Namun , Vernon tidak mau karena dia ingin terus bersama dengan Jessica. Jessica memandangi Vernon dengan kabur, karena dia merasakan pusing di kepalanya. Itu menjadi kesempatan bagi Vernon untuk merayu Jessica.
Damar yang tengah berbincang, dihampiri oleh Maharani. Maharani mengajak damar untuk ikut dengan karena ada hal ingin dia bicarakan. Saat damar sudah bersama Maharani, dia mulai mengatakan jika dirinya melihat Jessica bersama dengan pacarnya. Awalnya damar tidak percaya, lalu datang Denis dengan pura-pura memarahi Maharani yang berbohong. Namun Maharani bersumpah jika dia melihat Jessica bersama pacarnya menuju kamar hotel dan dia tahu nomor kamar hotel tersebut. Damar mulai masuk perangkap dan mulai percaya, dia menghubungi istrinya namun tidak diangkat.
Sedangkan Jessica melihat ponselnya berdering, segera dia ingin pergi. Namun Vernon mengambil ponsel itu dan melemparkannya diatas kasur. Jessica mengambil ponselnya, kesempatan bagi Vernon untuk mendorong Jessica diatas kasur dan menahannya. Ponsel Jessica terus berdering, Jessica terlihat lemah untuk melawan Vernon yang hampir menguasai tubuhnya.
Damar merasa sakit kepala, dia teringat jika istrinya seperti itu karena kesalahannya. Dia terlalu sibuk berbicara dengan orang, sampai-sampai mengabaikan Jessica yang berdiri disampingnya. Kesempatan itu diambil oleh Maharani dan Denis untuk memprovokasi damar, jika Jessica masih belum berubah.
Jessica melawan dengan menendang Vernon membuat pria itu merasakan kesakitan. " Aktingmu kurang bagus! Aku sudah bilang padamu untuk berhenti mengganggu ku! Aku menemui mu itu karena aku merasa kesepian tapi sekarang aku sudah bosan padamu. Terima ini sebagai bayaran untuk tidak mengganggu ku lagi!" Jessica melemparkan uang yang diambil di dompet lalu dia pergi.
Saat keluar kamar hotel, Jessica merasa pusing. Dia hampir tersungkur dilantai. Vernon yang takut rencananya gagal, dia membujuk Jessica untuk masuk ke kamar hotelnya. Beruntung ada Laras yang segera mencegah Vernon untuk tidak mengganggu Jessica. Vernon yang melihat Laras segera berlari keluar namun dia dihadapkan dengan bertemu dengan damar.
" Ini pacarnya Jessica yang bersamanya tadi." Ucap Maharani yang kebetulan ikut sambil menunjuk kearah Vernon.
__ADS_1
Vernon melihat Maharani namun Maharani tidak perduli. Damar melihat melihat Vernon teringat jika wajah Vernon pernah dilihatnya saat mencoba mencari tahu selingkuhan istrinya. Damar begitu geram, entah yang akan dilakukan oleh damar selanjutnya.