Pengkhianat Cinta

Pengkhianat Cinta
Bab 54


__ADS_3

Vernon menghampiri Jessica yang duduk di kursi, Jessica seperti terdiam seolah memikirkan jika yang dilakukan adalah percuma karena hal itu sudah terjadi. Vernon meminta maaf kepada Jessica, Vernon tidak bermaksud untuk melakukan hal seperti itu.


" Apa yang harus aku lakukan untuk menebus kesalahanku? Aku mohon maafkan aku, kak Jess. Aku akan melakukan apapun untuk menebus kesalahanku. Aku mohon kak Jess maafkan aku.. aku mohon." Pinta Vernon terus memohon maaf kepada Jessica karena sudah bekerja sama dengan Maharani untuk menjebak Jessica.


" Apa yang kamu yakin ingin melakukan apa saja?" Tanya Jessica.


" Iya kak. Aku akan melakukan apapun." Jawab Vernon dengan raut wajah memohon.


" Pergi, dan bunuh suamiku untukku. Orang seperti itu pantas untuk ditipu." Ucap Jessica.


Laras begitu khawatir dengan suaminya, tiba-tiba saja hari sudah malam seperti ini dia harus pergi dengan alasan pekerjaan. Padahal Laras sudah mendengar semua obrolan Denis dengan damar melalui telepon. Laras begitu khawatir dengan suaminya. Dia tidak ingin yang tidak dia inginkan terjadi pada suaminya. Namun Denis tetap pergi meski Laras mencoba untuk menahan. Bahkan dia meminta Laras untuk tidak ikut campur dalam urusannya. Meskipun begitu, Laras tidak bisa berbuat apa-apa dia hanya bisa menatap kepergian suaminya.


Denis sudah menunggu damar, dilokasi yang sudah mereka berdua janjikan. Damar datang dengan raut wajah marah. Denis memberikan sebuah kunci apartemen yang Diaman dia dapatkan dari pacarnya Vernon. Kunci itu diberikan kepada damar, karena damar yang membuka apartemen itu untuk menemui Jessica dan Vernon. Denis juga memberitahu nomor kamar apartemen milik Vernon. Mereka berdua berjalan menuju apartemen yang dimaksud. Dengan amarah, damar membuka pintu apartemen dengan kunci yang dia terima dari Denis. Namun saat masuk, apartemen itu sudah kosong hanya sebuah pistol milik Jessica tergeletak diatas meja.


" Sepertinya mereka sudah pergi." Ucap Denis karena melihat apartemen itu begitu kosong.


Damar mengambil pistol itu, lalu melihat pistol tersebut. Denis yang melihat tertegun, dia menjadi takut. Bisa saja hal buruk terjadi padanya, apalagi damar dengan posisi yang sedang kemakan emosi.


" Aku akan memberi satu kesempatan terakhir." Ucap damar membuat Denis menjadi takut.

__ADS_1


" Apa?"


Damar mengotak-atik pistol itu didepan denis, damar terlihat begitu mahir dalam hal tersebut. Itu membuat Denis menjadi takut, ditambah dengan perkataan damar barusan.


" Jika kamu masih ingin bekerja denganku, cari tahu lokasi mereka. Beri tahu padaku malam ini juga, jika tidak maka aku akan berhenti menggunakan layanan mu." Kata Denis memandangi Denis dengan tajam dan pergi serta membawa pistol tersebut.


Denis begitu merasa kesal dengan perintah damar. Padahal dia berharap semuanya akan berakhir dan mereka berdua akan menemukan Jessica bersama Vernon di dalam apartemen ini. Namun, Jessica dan Vernon malah justru pergi. Yang membuat pekerjaan Denis semakin bertambah. Meskipun kesal, dia harus melakukannya demi kepercayaan damar kepadanya.


Deru ombak terdengar begitu jelas. Jessica berdiri di pinggir pantai. Memandangi lautan yang luas, raut wajahnya sedih tanpa sadar airmatanya menetes. Dibawa deru ombak yang menghempas pasir. Jessica seperti ingin meluapkan kesedihannya. Vernon hanya melihat Jessica dari dalam mobil. Karena bosan dia keluar dan menghampiri Jessica.


" Kenapa kamu suka datang kesini? Apa kamu tidak bosan dengan itu?" Tanya Vernon karena setiap kali mereka berdua tertemu Jessica selalu mengajak Vernon untuk ke pantai bersamanya.


" Kak, aku sudah lelah. Kamarin siang aku sudah tidak bisa tidur, dan malam aku harus mengendarai mobil hingga kesini. Aku sangat lelah, aku ingin istirahat, kak." Pinta Vernon yang sudah merasa lelah akibat semalam harus mengendarai mobil menuju pantai. Karena arah apartemen Vernon menuju pantai lumayan jauh perjalanannya.


" Kamu yang mengatakan sendiri jika kamu akan melakukan apapun. Kenapa sekarang kamu malah mengeluh?"


" Aku bukan mengeluh, tetapi aku hanya ingin mengatakan jika aku sudah memesan kamar hotel di hotel yang seperti terakhir kali kita kesini. Apakah baik-baik saja?" Tanya Vernon memastikan karena dia sudah memesan kamar hotel untuk mereka berdua agar beristirahat karena sudah semalaman mereka berdua melakukan perjalanan menuju pantai di daerah Bali.


Damar sedang di tempat latihan tembak, dia mulai menembak sasaran menggunakan pistol kecil. Damar seperti meluapkan emosi, dia menembak sasaran itu tanpa henti. Mulai diarahkan bagian perut hingga bagian kepala. Tiba-tiba ponselnya berdering, Denis meneleponnya. Segera damar bertanya apakah Denis sudah menemukan keberadaan Jessica dengan selingkuhannya itu.

__ADS_1


" Aku sudah mengacak lokasi mereka melalui riwayat kartu bank yang Jessica gunakan. Kartu itu digunakan untuk menyewa sebuah kamar hotel di Bali, hotel yang sama, yang dia nginap bersama Vernon." Ujar Denis, dia tersenyum senang karena sudah bisa membalas dendamnya kepada Jessica. Kini hidup Jessica akan hancur.


Jessica meminum segelas wine sambil duduk dipinggir kasur. Vernon keluar dari kamar mandi. Vernon meminta Jessica untuk segera mandi, karena semalam mereka sudah melakukan perjalanan jauh. Jadi dengan membersihkan dapat menyegarkan tubuh mereka yang kelelahan karena melakukan perjalanan jauh. Verkon bahkan menyediakan air hangat untuk Jessica, dia tahu Jessica masih dalam keadaan bersedih hati.


Melihat Jessica tidak juga beranjak, Vernon mendekati Jessica. Memijit pundak Jessica sembari meminta Jessica untuk segera mandi. Namun Jessica malah berdiri dan membentak Vernon, karena sudah mengganggunya.


" Berhenti mengganggu ku! Aku sedang tidak mood. Sebenarnya, aku hanya memanfaatkan mu untuk mengantarkan ku kesini. Jika kamu ingin pergi, pergi saja!" Bentak Jessica kesal karena Vernon terus mengganggunya.


" Bagaiman aku hisa meninggalkan kakak sendirian disini?"


" Kalau kamu tidak mau pergi, kamu bisa tetap disini dan tetap diam!" Bentak Jessica kembali duduk, dengan wajah menyedihkan sambil meminum segelas wine.


Di malam hari huja turun dengan derasnya, damar baru saja tiba didepan hotel tempat Jessica dan Vernon menginap. Sebelum memergoki istrinya, dia terdiam tatapan matanya tajam, dia seperti sedang menahan amarah. Dalam diamnya, dia seperti membayangkan bagaimana istrinya akan bercumbu dengan kekasihnya itu. Membuat damar begitu frustasi dan berteriak sambil memukul setir mobilnya. Sudah tidak bisa menahan emosi, damar lalu mengambil pistol yang sudah dibawanya. Memegang pistol tersebut lalu pergi menuju kamar yang sudah di kirimkan nomornya oleh denis. Pertama dia mengetuk pintu kamar tersebut, lalu bersembunyi agar orang membuka tidak jika itu dirinya.


Vernon yang duduk diam mendengar ketukan diluar pintu kamar hotel. Sebelum membuka dia mengintip siapa tahu ada orang yang dia kenal datang untuk memergokinya. Namun tidak ada orang diluar, Vernon yang penasaran membuka pintunya. Namun Vernon terkejut melihat damar yang tiba-tiba datang dan berdiri dihadapannya. Karena takut Vernon berlari dan memanggil Jessica.


Damar masuk ke kamar, dan benar saja Jessica ada di kamar itu bersama Vernon. Vernon yang ketakutan melihat damar membawa pistol, bersembunyi dibelakang Jessica. Jessica begitu terkejut melihat damar yang sudah berada di kamar hotelnya.


" Bagaimana bisa kamu sampai disini?" Tanya Jessica yang terkejut melihat damar.

__ADS_1


" Tidak perlu tahu bagaimana aku bisa sampai disini. Seharusnya kamu bertanya kenapa aku kesini. Aku kesini untuk melihat istriku berselingkuh!" Teriak damar mengangkat pistol dan menembak kesegala arah. Lalu dia berteriak dan menangis,rasanya begitu hancur melihat istrinya mengkhianati seperti ini.


__ADS_2