
Denis dan Laras masuk ke restoran yang sudah di pesan oleh damar. Damar menyambut mereka berdua. Damar tersenyum melihat Laras yang yang juga ikut hadir diacara makan bersama itu. Sudah lama dia tidak melihat Laras. Saat menyambut damar juga untuk bertanya kabarnya Laras. Laras menjawab jika dirinya baik-baik saja. Namun tiba-tiba Jessica datang menyambut mereka. Jessica lalu meminta damar untuk mempersilahkan Denis dan Laras untuk segera menuju meja makan karena makan sudah tersedia diatas meja. Denis terus menatap Jessica, dia seolah merasa curiga dengan keberadaan Jessica. Karena Jessica tentunya tidak akan perduli dengan hal semacam ini, pasti ada sesuatu yang Jessica tengah sembunyikan.
Mereka berempat menikmati makanan, Denis memuji jika makanan di restoran ini menyediakan makanan yang begitu enak, tidak heran jika dia begitu menyukainya. Damar juga bertanya kepada Laras tentang bulan madunya. Laras menceritakan tentang perjalanan bulan madunya bersama dengan Denis.
" Sayang sekali, perjalanan kalian cuma dua Minggu. Seharusnya lebih banyak waktu dong." Ucap Jessica mengomentari cerita Laras mengenai perjalanan bulan madunya.
" Maunya si begitu, tetapi kami bukanlah orang kaya. Kekayaan kami tidak sebanding dengan kekayaan mu." Ucap Denis.
" Ini bukan soal kekayaan. Jangan bandingkan soal itu. Ini hanya masalah waktu dan kebahagiaan. Jika kamu ingin pasangan mu bahagia ya kamu harus juga punya waktu untuk itu. Tidak seperti orang yang gila akan kerja. Tiap hari bekerja, bukan untuk kaya melainkan untuk berusaha dihargai. Bagaimana pun hidup itu akan berakhir dengan mati. Jadi sepatutnya harus banyak buat cerita bahagia dalam hidup." Kata Jessica menyindir damar.
Damar menyadari jika Jessica sedang menyindir dirinya, " Namanya manusia itu harus hidup dengan hidupnya masing-masing. Meski sudah bersuami istri, mereka juga harus melakukan pekerjaan mereka masing-masing, bukan? Seperti damar yang harus bekerja ke kantor, dan juga Laras yang harus melakukan pekerjaan rumah. Bukankah harus seperti itu?" Kata damar kembali menyindir Jessica yang lupa akan tugasnya sebagai istri.
Denis mengetahui jika damar dan Jessica saling menyindir satu sama lain. " Apa ibu Jessica bisa memasak?" Tanya Denis kepada Jessica.
" Denis, tidak bertanya seperti itu. Jika Jessica bisa memasak tidak perlu aku mengeluarkan uang untuk memesan restoran ini. Aku mungkin akan mengundang kalian ke rumah." Jawab Damar.
" Sayang sekali. Tidak seperti istriku Laras, dia sangat pandai memasak bahkan setiap hari dia menyediakan makan untukku. Pernah aku meminta untuk tidak perlu repot melakukannya namun dia tetap saja meminta untuk makan di rumah." Ujar damar memuji Laras sambil mencium tangan Laras.
Jessica tersenyum miring, merasa jijik dengan kemesraan suami istri didepannya ini. " Pantasan saja Laras sibuk di rumah, sampai lupa jika suaminya ini punya simpanan." Ucap Jessica.
Membuat denis dan juga Laras terkejut. Perkataan itu seolah membuatnya teringat akan foto yang baru saja diterimanya. Sebuah foto pernikahannya dan sudah retak kacanya dan bahkan ada coretan. Seolah memberi pesan jika pernikahannya akan hancur.
" Laras tidak tahu ya? Aku ceritakan, jika suami itu sudah punya simpanan. Namanya Naomi, katanya dia adalah seorang model. Apa kamu tahu dia? Wanita itu adalah simpanan suamimu!" Ujar Jessica.
" Jess, berhenti mengatakan hal yang tidak masuk akal." Ucap damar mengehentikan Jessica.
__ADS_1
" Tidak! Aku mengatakan yang sebenarnya! Benar begitu, pak Denis?" Ucap Jessica.
Laras mencoba untuk tenang, meski pikiran terus mengarah kepada foto yang baru saja diterimanya tadi pagi. Laras melepaskan tangannya yang digenggam oleh Denis. Denis masih terkejut dan tidak tahu harus berkata apa.
" Aku kenal Naomi, dia adalah temannya Denis." Ucap Laras.
" Teman? Benarkah? Pak Denis mengatakan itu padamu? Dan dengan bodohnya kamu percaya?" Ucap Jessica.
Damar yang tidak tahan dengan sikap Jessica, lalu mengajak Jessica untuk segera pergi dari hadapan Denis dan Laras. Namun Jessica tidak mau beranjak dari situ.
" Aku mengerti sekarang kenapa seorang wanita yang sudah menikah tidak terlalu menggunakan otaknya. Mereka seolah berhenti untuk tidak menjadi pintar. Tapi sampai kapan kamu akan hidup dengan pura-pura menjadi bodoh seperti itu. Anggap saja aku saat ini sudah membuka matamu hari ini. Jadi berhentilah bersikap bodoh seperti itu." Kata Jessica kepada Laras.
Denis terus memandangi Laras. Yang hanya terdiam ketika mendengar apa yang Jessica katakan padanya. Laras seperti menahan emosinya. Damar yang berada disitu mencoba untuk mengajak Jessica pergi, namun Jessica terus menolak untuk pergi dari hadapan Laras dan denis.
" Apa katamu?" Tanya Jessica.
" Mengapa kamu mengungkit hal ini? Kamu bahkan tidak tahu apa yang sebenarnya." Ujar Laras.
" Siapa yang sebenarnya tidak tahu apa-apa disini? Coba pikirkan. Dan kamu akan tahu apakah aku mengatakan yang sebenarnya atau tidak." Ucap Jessica.
" Tapi itu masih bukan urusanmu. Mengapa kamu mengungkit hal ini?" Tanya Laras lagi kepada Jessica.
" Karena aku merasa kasihan padamu. Kamu memberikan kekayaan mu kepada suamimu untuk menghasilkan uang. Aku mengatakan itu mumpung kamu masih belum sadar jika kamu sedang ditipu." Ujar Jessica.
Laras tidak terima dengan perkataan Jessica, dia lalu berdiri berhadapan dengan Jessica. " Jika kamu ingin mengasihani seseorang, orang yang seharusnya paling kamu kasihani adalah suamimu. Karena kamulah yang selingkuh!" Ujar Laras.
__ADS_1
Jessica begitu kesal, dia berteriak lalu mengangkat alas meja hingga membuat makanan yang diatas meja berjatuhan dilantai. Segera Denis memeluk Laras begitu pula dengan damar memeluk Jessica untuk menahan amukan Jessica kepada Laras.
" Aku harus pergi sekarang. Aku minta maaf sudah membuat masalah." Ucap Laras kepada damar.
" Tidak, jangan mengatakan itu, seharusnya akuu yang meminta maaf karena sudah menghancurkan acara makan ini." Ucap damar menahan Jessica agar tidak mengamuk kepada Laras.
Segera Denis mengajak Laras pergi, sedang Jessica terus berteriak memakai Laras dengan mengatakan jika Laras adalah wanita yang bodoh yang ingin pernikahan yang terlihat sempurna padahal suaminya sudah berselingkuh. Damar terus menahan Jessica dari amukannya itu.
Damar melepaskan pelukannya dari Jessica," Jess, hentikan! Apa masalahmu? Apa yang kamu lakukan!" Bentak damar.
" Kamu boleh menyebutku gila, apa yang katakan itu adalah benar!" Bentak Jessica membela dirinya.
" Kebenaran apa yang kamu bicarakan? Kamu secara pribadi sudah menyelidiki kehidupan orang lain. Apa itu yang kamu sebut benar?"
" Kenapa? Itu menguntungkan bagiku."
" Menguntungkan? Apa untungnya, Jess? Kamu sudah menghancurkan pernikahan mu sendiri dan sekarang kamu ingin menghancurkan pernikahan orang lain."
" Apa salahnya? Aku tidak perduli dengan pernikahan orang lain yang hancur. Karena tujuanku hanyalah kamu. Aku melakukannya agar proyek mu itu gagal."
" Apa kamu serius mengatakannya?" Tanya damar seolah tidak percaya dengan apa yang dikatakan Jessica. Jessica seolah melakukan segala cara untuk menghancurkan dirinya.
" Tunggu dan lihat, jika proyek mu itu akan segera batas!" Ucap Jessica lalu pergi dari hadapan damar.
Lagi dan lagi, Jessica menghancurkan acara yang sudah damar persiapkan.
__ADS_1