
Setelah kematian ibu Laras, masalah kembali muncul. Kini Maharani yang harus menghadapinya karena video berhubungan dengan Vernon tersebar di internet. Maharani begitu marah, dia mencari keberadaan Vernon namun pria itu sudah tidak ada di tempat tinggalnya. Bahkan nomor telepon Vernon tidak bisa dihubungi. Membuat Maharani begitu geram, di tambah dia harus menemui polisi karena videonya tersebut. Maharani mencoba meminta bantuan Laras, namun Laras masih dalam kondisi sedih yang tidak bisa untuk membantunya. Maharani tidak ingin meminta bantuan Denis karena Denis pastinya tidak akan membantunya karena masalah dimana Maharani yang memberitahu Laras dan juga ibu Laras tentang kehamilan Naomi. Maharani begitu bingung, dia harus kabur meski tidak tahu harus kemana.
Sedangkan Denis semenjak ibu mertuanya meninggal dia menjadi orang yang paling membahagiakan. Karena sedikit lagi dia akan bisa mengambil harta ibu Laras. Namun sayang, Laras tidak sebodoh itu. Laras sudah mengurus perceraiannya dengan Denis. Denis melihat sebuah dokumen di atas meja. Dia membuka isi map itu dan membacanya. Alangkah terkejutnya Denis ternyata Laras sudah melayangkan surat cerai padanya. Namun Denis tidak semudah itu, dia sudah mengambil surat rumah, dan mengubah menjadi namanya. Jadi rumah tempat mereka tinggal akan menjadi milik denis.
Denis datang ke rumah membawa surat cerai dari Laras, dia lalu menunjukan itu kepada Laras. "Apa maksudmu?"
" Ibu ku sudah meninggal, jadi lebih baik kita cerai."
" Aku tidak mau."
" Denis, mau sampai kapan? Kamu tidak lihat Naomi sedang mengandung anakmu."
" Sampai rumah ini serta hartamu menjadi milikku." Ucap Denis menarik tangan Laras dengan paksa untuk menandatangani dokumen pemilik ahli waris.
Laras tidak mau, namun Denis terus memaksanya. Hingga dokumen rumah atas namanya sudah di tanda tangani oleh Laras. Sebelum Denis memaksa lagi untuk menandatangani dokumen lain. Segera Laras kabur dari rumah.
Dia berlari menuju rumah damar, dia menangis di pelukan damar. Dia menceritakan semua dimana Denis memaksa bahkan memukulnya untuk menandatangani dokumen ahli waris. Damar menjadi marah, namun Laras memeluk dan memohon damar untuk membawanya pergi. Hingga damar membawa Laras menuju rumah milik orangtuanya di desa.
Pada hari yang sama, Jessica menemui ayahnya. Dia ingin menceritakan tentang damar yang sudah mulai berpaling darinya. Namun obrolan itu harus berhenti ketika Vernon tiba-tiba datang ke rumah ayahnya membawakan pistol.
__ADS_1
" Vernon, untuk apa kamu kesini?" Tanya Jessica.
Lukman langsung memanggil pengawalnya untuk menangkap Vernon. Namun pengawal sudah mati ditembak oleh Vernon. " Untuk apa kamu, hah!" Tanya Lukman yang takut melihat Vernon datang mengancam mereka menggunakan pistol.
" Aku tidak menyangka hidupku harus hancur seperti ini! Ini semua salah Jess!"
" Apa maksudmu! Bukankah sudah aku berikan kamu uang untuk pergi keluar negeri, kan?"
" Kamu yang menyebarkan video itu, kan?"
" Bukan aku!"bentak Jessica mengelak.
" Apa maksudmu! Bukan aku, kenapa kamu menuduhku!"
" Sekarang kamu berlagak tidak tahu apa-apa. Kamu dan ayahmu sama saja kalian membuat hidupku tidak tenang sekarang."
Jessica yang takut segera menghampiri Vernon, mencoba melawan dengan merebut dari tangan Vernon. Hingga terjadi aksi saling merebut pistol diantar mereka. Lukman tidak tinggal dia juga hendak menghubungi polisi. Namun karena perbuatan Vernon dan Jessica yang saling merebut pistol hingga pistol itu menembak ayah Jessica. Hingga ayah Jessica tersungkur ke lantai dengan darah yang menetes di dadanya. Jessica yang melihat hal itu menangis dan menghampiri ayahnya. Dia memeluk ayahnya sambil menangis. Karena perbuatan dia dan Vernon, Jessica yang takut dituduh sebagai pembunuh melaporkan ke polisi dengan mengatakan jika Venon yang membunuh ayahnya.
Laras tinggal bersama damar di desa ditempat tinggal orang tua damar. Karena trauma Laras, membuat damar harus bermalam di rumah itu jika Denis mencari Laras bisa menghadapi Denis. Dia melakukan itu untuk melindungi wanita yang dia cintai, tidak ingin Laras disakiti oleh Denis. Tidak berselang lama, damar harus ke kota karena dia mendapatkan jika ayah mertuanya mati terbunuh. Dia meminta Laras untuk tetap di rumahnya, bahkan dia meminta Laras untuk mengunci semua pintu jika saja Denis datang untuk mencarinya. Damar harus segera ke kota untuk melayat ayah mertuanya.
__ADS_1
Sesampainya di tempat layatan, banyak wartawan yang menunggu. Mereka langsung menghampiri damar ketika damar turun dari mobil. Namun, damar tidak berbicara satu kata pun. Jessica melihat damar langsung menangis dan melemparkan damar dengan benda yang ada disekitarnya. Jessica marah kepada damar karena damar tidak berada bersamanya. Damar hanya bisa diam, dia sudah tidak perduli lagi. Hatinya sudah mati, karena perbuatan ayah mertuanya itu. Setelah ayah mertuanya di kuburkam, di hari itu juga pengacara ayahnya meminta mereka untuk berkumpul membicarakan warisan dari ayah Jessica. Ayah Jessica tentu mewariskan perusahaan milik kepada Jessica putrinya. Namun satu perusahaan yang didirikan oleh damar jatuh kepada damar. Entah apa yang telah ayah mertuanya damar pikirkan. Jessica tidak terima hal itu. Di hari itu juga damar langsung meminta surat cerai kepad pengacara ayah mertuanya. Selama ini dia sudah tidak tahan dengan hubungan pernikahannya dengan Jessica. Karena ayah Jessica membuatnya harus tetap bertahan dengan hubungan pernikahan mereka yang selayaknya sudah tidak disebut sebagai pernikahan. Jessica tidak terima dia mengamuk kepada damar. Namun damar tidak memperdulikannya langsung pergi mengambil dokumen warisan perusahaannya.
Laras keluar dari rumah berniat untuk menemui Denis sekali lagi. Dia ingin berbicara baik-baik dengan Denis tentang perceraian mereka. Dia sudah memikirkan jika rumah tempat tinggal mereka akan menjadi milik Denis. Dan hartanya tetap jadi miliknya. Dia sudah mempersiapkan itu dengan matang. Laras lalu pergi menemui Denis di kantornya.
" Kamu kesini untuk menandatangani dokumennya?" Tanya Denis.
" Aku sudah merelakan rumahku untukmu, namun tidak untuk harta ibuku. Kedatangan ku disini untuk kamu segera menandatangani surat perceraian kita."
" Kamu pikir itu akan mudah, tidak segampang itu."
" Terserah kamu, yang jelas aku juga sudah menghubungi karena kamu sudah memerasku." Ucap Laras meletakkan sebuah surat dari polisi lalu pergi.
Denis yang melihat hal itu tidak terima, dia mengejar Laras dan mendorong wanita itu tersungkur ke lantai. " Kamu pikir akan segampang itu kamu memenjarakan ku hah!" Bentak Denis.
Denis lalu mencekik leher Laras, hingga Laras kesulitan menghadapi Denis. Laras lalu menendang ************ Denis dan berlari. Denis terus mengejar dengan rasa sakit yang dia terima. Tiba-tiba di parkiran sebuah mobil melaju dengan cepat dan menabrak Denis hingga Denis tersungkur dengan lumuran darah. Orang itu adalah Vernon, Vernon membalas dendamnya kepada Denis.
Laras pulang ke rumah damar, disana damar sudah menunggunya. Dia menangis di pelukan damar. Kini kehidupan mereka sudah tenang tidak ada lagi masalah dan patah hati. Damar memeluk Laras dia berjanji jika akan menikahi Laras ketika mereka berdua sudah bercerai dengan pasangan masing-masing. Laras menangis sambil tersenyum dia menerima lamaran damar, karena hanya damarlah yang mencintai dan juga menjaga selama ini.
Rasa sakit sebuah pengkhianatan diantara pasangan mereka kini terbayar dengan ras cinta diantar mereka. Hidup mereka bahagia, dan saling mencintai.
__ADS_1