
Di pintu depan salah satu mall di Jakarta berdiri dua gadis manis yang salah satunya nampak sekali wajah kesalnya dan sambil melihat kanan kiri ya dia adalah dina"iiih si sumi dan eva mana sih udah siang begini belum datang juga".
Lawan bicara dina yang tak lain sahabat nya sendiri yaitu lia hanya diam saja "nah itu mereka datang juga akhirnya,udah jangan cemberut gitu donk din.Mereka kan dah sampai tuh" jawab lia tiba-tiba sambil menunjuk ke arah eva dan sumi yang sedang turun dari angkot yang mereka tumpangi dengan sumi yang sedang membayar ongkos angkot nya.
"Sorry,, sorry kelamaan ya nungguin kita nya maklumin aja ya angkotnya lama tuh harus ngetem dulu"ucap Eva sambil meminta maaf pada kedua sahabatnya itu yang sudah lama menunggu dari tadi. Dina berkata"ya udah gue maafin deh,masuk yuk panas nh di luar begini bisa-bisa meleleh gue".
__ADS_1
"emang nya loe lilin din yang kena panas bisa meleleh"ejek sumi sambil tertawa terdengar juga kekehan dari dua sahabat lain nya,sedangkan yang di ejek bersikap cuek tak peduli karena apa pun yang keluar dari mulut nya pasti di buat bercandaan oleh sahabat sahabatnya itu.Mereka pun berjalan memasuki mall, hampir sejam mereka berkeliling dan tak lupa mereka mampir ke toko buku tuk membeli buku yang kemarin mereka inginkan.
Di sela-sela kegiatan mereka yang sedang melihat buku-buku yang lain tiba-tiba dina bersuara"hai guys, kalian lapar gak sih?? gue lapar banget nih gue lupa tadi belum sarapan dan gak sempet makan siang,makan yuk.."
"ya udah yuk kita makan di gerai fast food aja ya"ajak sumi yang di ikuti anggukkan dari sahabat sahabatnya itu tanda menyetujui perkataan dia,mereka jalan beriringan ke gerai fast food yang mereka tuju. Namun ketika melewati salah satu toko pakaian tanpa Eva sadari,sumi tiba-tiba berbisik kepada eva "va itu abah loe bukan, gue gak salah lihatkan tapi sama siapa va abah loe."
__ADS_1
"Iya itu abah gue,mi" jawab eva terkejut melihat interaksi dari kedua nya yang begitu akrab.
"Tapi abah sama siapa ya,itu bukan ibu apalagi saudara ibu atau abah.Aku baru kenal dan lihat perempuan itu"batin eva.Sampailah mereka di salah satu gerai fast food yang sudah terkenal itu,lia yang sedang antri memesan makanan tuk mereka sedangkan sumi,dina dan eva duduk manis di bangku yang mereka pilih namun pikiran eva entah kemana,dia masih memikirkan abahnya.
Lia datang dengan membawa makanan yang mereka beli tadi dengan asiknya mereka makan sambil berbincang bincang tapi eva hanya mengaduk aduk spaghetti nya saja dengan pikiran kosong.Dina menyadari perubahan sikap eva "va, loe kenapa sih kasihan tuh makanan kalau dia bisa ngomong dia pasti marah-marah sama loe soalnya loe cuma aduk-aduk aja".
__ADS_1
Eva yang terkejut dengan ucapan dina langsung menjawab dengan senyuman yang terlihat di paksakan tuk menghilangkan kecemasan sahabatnya itu"gue gak kenapa-napa kok cuma masih sedikit kenyang aja tapi nanti juga gue bakal habisin nih makanan".
Sumi menyadari dan mengerti apa yang eva rasakan saat ini lalu dia berbisik"udah gak usah loe pikirin abah loe itu,entar loe coba tanya aja sama ibu loe tuh perempuan masih saudara keluarga loe bukan",eva hanya mengangguk dan kembali memakan spaghetti nya.