
Seperti pagi pagi sebelum nya, biasa terjadi hal yang sama dan rutin kami lakukan di rumah yang sederhana ini. Rumah yang sudah jadi menjadi milik kami sendiri sejak tiga belas tahun yang lalu hasil jerih payah abah bekerja siang dan malam walau sederhana tapi kami merasakan kehangatan di dalam nya..
Suara teriakan ibu yang yang indah itu membangunkan kami dari alam mimpi kami masing-masing menjadi alarm setiap paginya di tambah suara merdu dentingan peralatan masak ibu di dapur. Suara indah itu terdengar bukan hanya sekali tapi juga berkali kali hingga kami dengan terpaksa menyudahi mimpi-mimpi kami, ya kali ini kami tidak melakukan sholat subuh berjamaah karena kami semua bangun kesiangan.
Kami tidak menyalahkan kejadian semalam yang membuat kami tidur lebih larut malam di bandingkan malam-malam sebelumnya. Aku,mas Yudhi dan bagas sudah rapi dengan seragam kami masing-masing dan duduk manis di meja makan menunggu abah yang belum keluar dari kamarnya, tidak seperti biasanya kali ini abah yang terakhir datang ke meja makan. Kursi abah masih kosong dan belum terdengar suara pintu kamar terbuka, "gas tolong panggil abah mu kok dia belum keluar kamar ya dari tadi" ucap ibu kepada adikku bagas sambil menata hasil masakannya di meja makan.
__ADS_1
Dengan semangat bagas langsung berdiri dan menuju kamar kedua orang tuanya itu, dia mengetuk pintu kamar abahnya "abah cepat keluar kita sarapan dulu bagas dah laper nih,ini juga dah siang Bagas takut terlambat" kata bagas yang berbicara sedikit teriak agar suaranya terdengar hingga ke dalam kamar orang tuanya itu. "iya abah sebentar lagi keluar tanggung rapikan penampilan abah dulu" kata abah dari dalam kamar mendengar jawaban dari abah nya, " cepet ya bah, bagas hampir mati kelaparan ni" ucap bagas sambil melangkahkan kakinya kembali ke meja makan.
Di dalam kamar abah tersenyum mendengar perkataan anak bungsunya itu.
"Kami juga kesiangan yah" kata mas yudhi menjawab ucapan abahnya itu, " ya sudah kalau begitu sebaiknya kita mulai saja sarapan ntar takut kena macet, bagas kamu pimpin baca doa nya ya" kata abah yang juga sudah ingin memulai makan masakan ibu yang terhidang di meja menarik narik untuk di habiskan. Bagas pun memulai doa nya semua anggota keluarga itu khusuk dengan doanya selesai berdoa mereka pun memulai sarapan bersama-sama, bagas makan dengan lahapnya karena benar apa yang dia katakan tadi di depan pintu kamar abahnya.
__ADS_1
Suasana cukup hening karena kami fokus dengan apa yang kami makan.. " *wah kayanya bener nih ada yang lagi kelaparan jadi gak ada suaranya" ucap abah mencoba bercanda dengan anak bungsunya itu.
Perkataan abah memecah kesunyian kami di pagi nan indah ini, "iya ya bah kok kenapa jadi seperti ini biasanya kita saling tukar pemikiran di pagi hari. "kan Bagas dah bilang kalau bagas dah laper banget*" ucap bagas dengan mulut penuhnya, "bagas makannya pelan-pelan saja gak ada yang akan ambil makanan mu ko sayang" ucap sang ibu yang duduk di hadapannya itu.
"Bu jadi si adit kesini" tanya abah yang sudah siap tuk berangkat kerja, "jadi yah paling nanti jam 9an.. "ya udh kalau gitu kamu jangan emosi liat mukanya yang ngeselin itu" ucap abah, ibu mengangguk,,"abah berangkat dulu ya" kata abah sambil menyodorkan punggung tangan nya kepada anak dan istrinya itu tanda dia ingin berangkat bekerja dan tak lupa juga ketiga anak nya itu yang juga berpamitan kepada sang bunda dan ayah nya itu.
__ADS_1