Pengkhianat Cinta

Pengkhianat Cinta
episode 23


__ADS_3

Semua yang di katakan pak RT memang memojokkan jeng erna tapi semua itu benar adanya, baik jeng erna,abah atau yang lainnya hanya bisa diam tidak ada yang menolak atau komplain atas perkataan pak RT namun sebenarnya itu bukan hanya tuk jeng erna saja tapi untuk semua orang yang ada di pertemuan itu termasuk masukan-masukan yang pak RT berikan.


"Bagaimana sudah paham dan mengerti semua dari perkataan saya tadi ?" ucap pak RT sambil melihat semua tamunya itu yang hanya bisa mengangguk kan kepala saja dan nampak jeng erna masih saja terdiam entah malu atau merasa kesal karena pak RT gak tau isi pikiran orang itu.


"Apa bisa di lanjutkan?" tanya pak RT, "bisa pak" jawab semua orang yang ada di sana.


"Gimana draf perjanjiannya apa sudah di buat?" tanya pak RT lagi kepada tamunya itu, "sudah pak ini" jawab om adit sambil menyerahkan selembar kertas putih yang sudah ada tulisan di atasnya.

__ADS_1


Ya surat perjanjian itu om adit yang buat dan sudah ada persetujuan ibu seperti apa kata-kata tuk isi surat perjanjian itu.


"Apa pihak kedua selaku korban sudah membaca isi surat perjanjian ini?" ucap pak RT membaca surat perjanjian yang tadi om adit berikan kepadanya.


"Sudah pak, surat itu memang adit yang buat tapi sudah berdasarkan persetujuan saya" jawab ibu.


"Iya pak tidak, isi surat perjanjian itu hanya meminta agar pihak pertama tidak melakukan lagi perbuatannya yang dapat melukai pihak kedua baik lahir maupun batin hingga mengakibatkan kerugian secara materi dan jika hal tersebut terjadi lagi, pihak kedua tidak akan segan-segan tuk melanjutkan dan melaporkan ke pihak yang berwajib" ucap ibu menjelaskan.

__ADS_1


"Baiklah kalau pihak kedua sudah menyetujui isi dari surat perjanjian ini, semoga kejadian ini tak terulang lagi dan dengan semua yang telah terjadi kita bisa ambil hikmahnya semoga kedepannya bisa lebih baik lagi. Kalau begitu kita bisa langsung tanda tangani saja surat perjanjian ini karena kedua belah pihak sudah setuju dengan isinya" kata pak RT sambil menyerahkan surat itu tuk di tandatangani. Om adit menyerahkan materai kepada pak RT tuk di tempel di surat perjanjian itu agar sah secara hukum kemudian pak RT pun menyiapkan pulpen.


"Silahkan pihak pertama yaitu jeng erna tuk tanda tangan setelah itu pihak kedua dan di ikuti saksi-saksi tuk tanda tangan habis itu saya selaku RT" kata pak RT menyerahkan surat perjanjian itu kepada jeng erna tuk membubuhi tanda tangan nya di atas surat perjanjian itu. Jeng erna pun menerima surat itu dan langsung di tandatangani olehnya kemudian surat itu di kasih ke ibu tuk di tandatangani juga oleh ibu kemudian om adit dan om Erwin suami jeng erna yang menjadi saksi terakhir pak RT yang beri tanda tangan nya lalu di beri stempel RT, selesai sudah penandatanganan surat perjanjian itu.


Satu masalah telah selesai tinggal satu lagi yaitu mengurus satrio agar keluar dari sel Polsek, "karena masalah ini sudah selesai surat perjanjian ini saya kasih ke pihak pertama untuk di simpan dan di copy agar pihak kedua bisa simpan salinannya juga" kata pak RT. "Saya saja pak yang simpan dan masalah salinannya saya yang akan kasih ke mba mirna nanti" jawab om adit.


"Oh bagus kalau gitu jika kamu yang simpan dan tolong urus segalanya hingga selesai bu mirna ini orang baik tolong jangan kecewakan dia lagi ya dit" ucap pak RT lega.

__ADS_1


"Iya pak, mba mirna sudah saya anggap kakak sendiri pak apalagi melihat hubungan istri saya dengan mba mirna gak mungkin saya kecewakan dia jika saya kecewakan dia berarti saya mengecewakan istri saya juga" jawab om adit, tante letha yang duduk di sebelah om adit langsung memeluk suaminya itu dan mata ibu pun tampak berkaca-kaca, pak RT yakin adit tidak akan mengecewakan nya. "Ayo silahkan di minum" ucap pak RT memecah kesepian.


__ADS_2