
Hari-hari pun berlalu dan tak terasa dua tahun telah berlalu ibu kembali seperti sediakala walau masih ada sedih di hati karena sang putra sulung tidak bisa pulang ketika hari raya hanya melalui telepon, komunikasi mereka terjalin namun kesedihan ibu tidak sampai dia melupakan suami dan kedua anaknya itu. Ibu memaklumi karena itu tuntutan pekerjaan sang putra yang terpenting putra sulungnya itu baik-baik saja dan sehat selalu.
Dan tahun ini pun adalah tahun terakhir Eva di sekolah dan ini adalah hari terakhir ujian nasional di adakan. Satu persatu para siswa keluar dari ruangan, walau eva berbeda ruangan dengan sahabat-sahabatnya itu tidak membuat mereka sedih tapi malah membuat mereka saling memberi semangat satu dengan yang lain nya. Mereka berempat pun berkumpul di kantin sekolah sebelum pulang sambil menikmati makanan dan minuman yang mereka pesan, mereka membahas lagi soal-soal ujian tadi terkadang gelak tawa hadir di antara mereka.
"Setelah hasilnya keluar kalian mau melanjutkan kemana?" tanya Lia kepada ketiga sahabatnya itu.
"Gue sih akan kuliah, bokap sudah mempersiapkan semuanya" jawab Dina.
__ADS_1
"Yakin Lo mau kuliah, emangnya otak Lo kuat??" ejek sumi membuat Eva dan Lia tertawa.
"Sialan Lo, gue gak oon oon juga kali" ungkap Dina sedikit kesal dengan perkataan sahabat nya itu tapi tidak membuat dia marah pada sahabat-sahabatnya.
"Lo sih pada enak sudah mempersiapkan diri dan biaya untuk kuliah sedangkan gue" kata Eva sambil mengaduk-aduk es teh manisnya.
"Gue juga sama kaya Lo va, gue gak akan kuliah tapi cari kerja secara gue anak sulung ada adik gue yang masih butuh biaya ya walau bokap gue kerja tapi kalian tahu kan bokap gue kerja nya harian lepas" jawab Sumi sedih. Ketiga sahabatnya itu tahu keadaan keluarga Sumi walau begitu mereka tidak pernah menjauh atau mengejek nya.
__ADS_1
Pelukan hangat dari ketiga sahabatnya membuat Sumi meneteskan air matanya, entah kapan lagi dia akan mendapatkan teman-teman seperti mereka yang sangat tulus.
"Pokoknya apa pun keputusan terakhir kita jangan sampai persahabatan ini berakhir walau kita akan sibuk di kehidupan kita masing-masing" ungkap Lia.
"Jangan lupa komunikasi ya walau pun itu hanya sebulan sekali setidaknya kita harus tahu keadaan kalian" kata Dina membuat ketiga sahabatnya setuju dengan perkataannya.
"Tumben bener omongan Lo Din" sela Sumi, emang Sumi senang banget buat Dina kesel tapi itu hanya untuk menghibur teman-temannya di kala ada situasi yang sangat menegangkan atau suasana yang membosankan.
__ADS_1
"Emangnya gue bakal gak bener terus apa tapi Lo pasti akan kangen sama gue karena Lo gak bakalan bisa ngecengin gue lagi" ceplos Dina namun terasa sedih di hatinya ketika terucap perkataan tersebut.
Sama hal nya dengan ketiga sahabatnya itu, mendengar apa yang di ucapkan Dina membuat ketiganya juga sedih bahkan sangat sedih selama tiga tahun bersama mereka tidak pernah berantem sekalipun saling memberi semangat dan mendukung satu sama lain selalu tertawa bersama, sedih bersama dan menjaga satu dengan yang lain nya, setiap detik,menit,jam dan hari yang mereka lalui tiga tahun terakhir ini akan menjadi kenangan yang manis bagi mereka berempat, menjadi kenangan yang tidak akan terlupakan hingga mereka tua dan menjadi sebuah kisah klasik tuk masa depan.