Pengkhianat Cinta

Pengkhianat Cinta
Awal kehancuran pernikahan Laras


__ADS_3

Naomi tengah memasukan beberapa pakaian ke koper untuk keberangkatannya ke jepang, Denis memberikan tiket pesawat ke jepang untuknya. Mau bagaimana pun Naomi terpaksa mengikuti saran Denis, demi hubungan mereka tetap bersama. Saat tengah memasukan pakaian, seseorang mengirimkan sebuah video ke ponselnya. Naomi melihat video tersebut, ternyata itu adalah dirinya dan tengah berdebat dengan Laras. Dia juga melihat beberapa komentar jelek tentang dirinya, yang membuatnya merasa kesal. Dengan marah, Naomi berteriak dan melemparkan semua pakaian yang sudah tersusun rapi di koper. Naomi begitu marah karena video itu dan penghinaan Laras terhadapnya membuat nama baiknya tercoreng. Bahkan banyak komentar jelek yang mengatainya sebagai perusak rumah tangga orang lain. Naomi tidak merasa jika dirinya sebagai perusak rumah tangga, melainkan Laras yang seharusnya di juluki seperti itu. Sebab karena kehadiran Laras hubungannya dengan Denis harus seperti ini, mereka berdua memiliki hubungan diam-diam hanya demi menutupi semuanya dari Laras dan keluarganya.


Laras tanpa senyuman duduk disamping suaminya. Semua orang yang hadir menikmati pesta tersebut, namun tidak dengan Laras. Dia hanya duduk diam menikmati minuman yang tersedia. Dia melakukan itu hanya demi ibunya dan untuk menutupi masalah yang baru saja dia ketahui tentang suaminya itu.


" Laras, ibu sangat senang dengan acara ini. Ibu tidak menyangka hubungan kalian sudah setahun saja.ibu harap kamu dan Denis tetap bahagia ya." Kata Putri mendoakan hubungan pernikahan anaknya.


" Iya, sudah setahun. Tapi kita masih belum menimbang cucu. Kalian berdua harus berikan cucu untuk kamu ya." Ucap Lidia menimpali apa yang dikatakan oleh Putri.


Kedua besan itu tersenyum senang melihat kemesraan kedua anak mereka. Laras yang mendengarkan hanya bisa tersenyum, dia tidak tahu apakah dia bisa mempertahankan pernikahan ini atau tidak. Sakitnya sebuah pengkhianatan masih terasa dihatinya, entah sampai kapan hubungan pernikahan ini akan bertahan.


Ditengah kebahagiaan mereka, terdengar bunyi bel rumah. Lidia terkejut meminta Ega untuk membukakan pintu, siapa tahu ada tamu yang hadir terlambat. Ega segera pergi menuju halaman depan untuk membukakan pintu. Namun, alangkah terkejutnya dia ketika melihat siapa yang telah datang.


" Kak Naomi! Kenapa kakak bisa ada disini?" Tanya Ega yang terkejut akan kehadiran Naomi.


" Bagaimana aku bisa berada disini? Tentunya aku ingin bertemu dengan pemilik rumah." Ucap Naomi dengan ketus.


Tanpa meminta Ega mempersilahkannya masuk, Naomi mendorong Ega agar dirinya bisa masuk kedalam rumah. Ega terus mengejar mencoba untuk menahan Naomi agar tidak masuk ke dalam rumah. Namun apa daya Naomi yang sudah termakan emosi, dia terus mendorong Ega hingga tersungkur. Naomi begitu kesal, disaat dirinya dipermalukan.Laras dan Denis justru membuat sebuah pesta seolah tidak merasa bersalah padanya.


Lidia terkejut, bahkan Maharani dan Denis juga ikut terkejut akan kehadiran Naomi di pesta itu. Naomi berjalan mengitari meja yang dimana Denis dan Laras serta duduk mengitari meja tersebut. " Sepertinya kamu sudah berdamai dengan istrimu. Jadi aku tidak perlu harus berangkat ke Jepang, bukan?" Ucap Naomi kepada Denis.


Denis langsung berdiri, menghampiri Naomi dengan tatapan Denis memohon agar Naomi segera keluar dari rumahnya. Begitupula Lidia memerintah Ega dan Jay untuk menyeret Naomi keluar. Namun, Naomi membentak meminta mereka untuk melepaskannya.


" Untuk apa kamu kesini?" Tanya Laras.


" Untuk memberitahu mu yang sebenarnya." Jawab Naomi.

__ADS_1


" Untuk apa? Aku sudah tahu."


" Kamu hanya menebak, tapi belum tahu semuanya. Jadi aku kesini untuk memberitahu semuanya. Kebetulan sekali kalian tengah mengadakan pesta, pastinya akan lebih terkejut jika kamu tahu tentang ini. Sebelumnya aku ingin memberitahu, jika apa yang kamu katakan padaku, jika aku adalah seorang perusak rumah tangga. Menurut ku itu salah besar. Perusak rumah tangga itu bukanlah aku melainkan kamu! Kata Naomi sambil menunjuk kearah Laras.


" Apa maksudmu?" Tanya Laras, padahal jelas-jelas naomi yang sudah merusak rumah tangganya.


" Aku dan Denis sudah berhubungan lebih dari lima tahun. Bahkan sebelum mengenalmu, Denis sudah bersama ku. Aku yang menemani Denis dari perjuangan ia menempuh pendidikan hingga menjadi seorang pengacara sekarang. Meski hubungan kami putus nyambung, tapi hubungan kami bukan seperti orang pacaran pada umumnya tapi lebih kepada hubungan suami istri tanpa menikah. Bahkan Denis mengatakan jika dirinya tidak hidup tanpa ku, maka sampai sekarang hubungan kami masih terjalin meski harus sembunyi darimu. Sekarang kamu sudah tahu, yang sebenarnya perusak rumah tangga itu adalah kamu! Kamu yang hadir dan merusak hubungan ku dan Denis!" Bentak Naomi kepada Laras


Semua orang terkejut mendengar pengakuan dari Naomi. Laras tak kuasa menahan emosinya. Ibu Laras juga terkejut dengan pengakuan tersebut, ibu Laras meminta penjelasan dari Denis dengan apa yang telah Naomi katakan tentang hubungan mereka.


" Tidak, itu tidak benar putri. Itu tidak benar! Apa yang dikatakan Naomi itu semua bohong! Naomi, berhenti berbicara bohong seperti itu!" Bentak Lidia kepada Naomi.


" Aku berbohong! Justru kalian semua ini yang berbohong!"


" Kami sudah berbohong, Naomi! Kamu yang menginginkan Denis, bahkan kamu terus mengejarnya meski dia sudah memiliki istri, kamu perempuan tidak tahu malu!"


Lidia menghampiri Laras, memeluk menantunya dengan mengatakan jika apa yang dikatakan oleh Naomi semua bohong. Lidia mencoba membujuk Laras, jika Denis begitu mencintai Laras bukan Naomi. Naomi tidak tinggal diam, kali ini dia ingin menghancurkan Denis bahkan keluarganya.


" Laras, baik suami maupun keluarganya itu sama saja. Denis pernah mengatakan padaku jika dia menikahi mu hanya karena kekayaan mu saja. Bahkan ibu mertua mu itu, dia juga memaksa Denis menikahi karena juga menginginkan hal yang sama. Bahkan dia melakukan segala cara untuk memisahkan aku dengan Denis. Dan kamu juga perlu tahu, ibu mertuamu ini juga menerima uang dariku sebagai penutup mulut untuk tidak memberitahu hubungan ku dengan Denis kepadamu. Kamu sekarang sudah tahu, jika Denis dan keluarganya adalah pembohong dan gila harta. Kalau tidak percaya aku juga punya bukti pengiriman uangnya, mau aku tunjukan juga?" Kata Naomi kepada Laras.


" Diam Naomi!" Bentak Denis yang diambang kebingungan. Dia tidak tahu lagi harus berbuat apa, semuanya sudah terbongkar.


" Apa yang dikatakan dia benar, ibu mertua?" Tanya Laras kepada mertuanya.


" Tidak sayang, jangan percaya padanya." Jawab Lidia mencoba membujuk Laras untuk percaya padanya.

__ADS_1


" Mau aku tunjukan juga buktinya?"


" Hentikan! Aku tidak percaya kalian semua lakukan ini padaku!" Bentak Laras sambil menangis.


" Lidia, kamu tega sekali melakukan ini kepadaku dan Laras. Selama ini aku sudah percaya padamu!" Teriak putri, yang tidak menyangka ternyata sahabat selama ini hanya memanfaatkannya.


Maharani yang sedari tadi hanya diam, mulai menunjukan aksinya. Dia pura-pura meminta putri mengajak Laras pulang ke rumah. Dia sengaja berpihak pada Laras, seolah dirinya juga menjadi korban Dar penipuan yang sudah dilakukan oleh Denis dan keluarganya. Namun, Ega dan Jay mengetahui kebusukan Maharani tidak terima mereka berdua menarik Maharani dan membongkar semuanya. Mereka tahu jika selama ini Maharani juga tahu tentang hubungan Naomi dan Denis bahkan Maharani juga pelaku yang memberikan undangan pernikahan Denis kepada Naomi. Semuanya terbongkar, Maharani terus mengelak.


Naomi yang mendengarnya, tertawa keras. Rasanya begitu menyenangkan baginya setelah selama ini dia tersakiti kini Laras juga merasakan yang sama bahkan lebih sakit karena saudaranya juga mengkhianatinya. " Hahaha... Astaga! Laras sekarang kamu tahu apa yang kamu katakan padaku jika aku bodoh dan perusak rumah tangga adalah salah! Aku rasa kamu lah yang bodoh, dan perusak rumah tangga itu. Sebab lihatlah! Kamu dibodohi oleh mereka semua selama ini." Kata Naomi sambil tertawa.


Lidia yang tidak terima langsung menampar Naomi. Hingga terjadilah aksi pertengkaran antara Lidia dan Naomi. Bahkan Ega juga tidak kalah, dia juga menarik Maharani karena kesal dengan sikap Maharani. Pesta yang diadakan berakhir dengan keributan.


Laras masih terkejut dengan semua yang telah dengar, selama ini dia ditipu bukan hanya oleh suami melainkan keluarganya. Dengan dendam, dia mengambil sebuah pisau di dapur. Ibunya berusaha menahan Laras untuk tidak melakukan hal yang buruk. Laras menusuk semua balon dengan pisau tersebut membuat pertengkaran itu berhenti.


" Keluar! Aku bilang keluar!" Teriak Laras.


" Naomi lebih baik kamu keluar sekarang!" Ucap Lidia kepada Naomi.


" Terutama ibu, harus keluar serta membawa anak mu. Keluar sekarang!" Bentak Laras.


Naomi tersenyum senang, karena sudah membalas dendamnya. Dia mengambil segelas jus dan meminumnya. " Selamat atas pernikahan kalian yang kesatu tahun. Terima kasih atas minumannya." Ucapnya meletakkan gelas diatas meja aku pergi tanpa rasa bersalah.


" Laras, kita perlu bicara " ucap Denis membujuk Laras.


" Tidak perlu, Laras sudah mengatakan kalian pergi. Lebih baik kalian pergi sekarang." Ucap Putri melindungi anaknya.

__ADS_1


Setelah kepergian mereka semua, Laras tersungkur kelantai dan menangis. Hanya ibunya yang masih setia memeluk dan menenangkannya.


__ADS_2