Pengkhianat Cinta

Pengkhianat Cinta
episode 14


__ADS_3

Setelah mas yudhi minum,aku pun menunggu penjelasan dari dia "mas,, abah pasti nyuruh mas pulang kan karena besok mas sekolah jadi abah sendirian yang jaga ibu". Mas mengangguk kemudian dia meletakkan gelas yang sudah kosong itu di meja "untung ya de, ibu gak kenapa-napa mas bersyukur banget Allah SWT masih melindungi ibu".


"Iya, aku ngerasa cobaan dalam keluarga kita kali ini yang berat banget mas sampai buat ibu terluka seperti itu." jawab Eva sambil menundukkan wajah nya.


"Tadi mas tanya keadaan ibu pada abah,ibu masih sedikit sok dan luka diantara sela-sela jari jempol dan telunjuk ibu lumayan dalam Alhamdulillah nya gak bikin jari jempol nya putus makanya setelah di bersihkan luka ibu di jahit hingga 30 jahitan" ucap mas yudhi dengan wajah cemasnya.

__ADS_1


Mendengar ucapan mas nya sebagai seorang anak, eva tahu dan mengerti apa yang ibu nya rasakan dengan kejadian yang bertubi-tubi itu padahal sang ibu hanya jadi korban di sini. Eva gak bisa bayangkan kalau dia jadi di posisi ibunya jangankan di bayangkan tuk jadi seperti ibunya aja gak mungkin, dia gak bakal sekuat ibunya seperti sekarang ini tak terasa air mata nya menetes membasahi pipinya dengan cepat dia langsung menghapus air mata nya dengan kedua telapak tangan nya takut sang kakak melihatnya.


"Terus bagaimana dengan om satrio, mas" tanya eva dengan suara seraknya. "Ooh dia, untungnya tetangga kita banyak yang menolong dia dah di bawa ke kantor polisi makanya mas gak ke rumah sakit karena harus beri keterangan dulu di kantor polisi sebagai saksi ada beberapa orang tetangga kita yang juga di mintai keterangan oleh polisi" jawab mas yudhi.


"Berarti om satrio sekarang dah di kantor polisi tas mas, dia bakal di tahan lama gak ya mas" tanya Eva pada mas nya itu, "ya sekarang dia ada di polsek, lama gak nya penahanan dia. Mas gak tau semua tergantung ibu" ucap mas yudhi.

__ADS_1


"Iya karena ibu adalah korban di sini, masalah ini mau di perpanjang atau tidak semua adalah keputusan ibu" jelas mas yudhi. Eva terdiam dengan penjelasan kakaknya itu, dia paham akan maksud dari kakaknya.


"Ya udah kita gak usah bahas ini lagi,dah malam mending kita tidur besok kita kan harus sekolah dah gitu kan hari Senin kalau telat bangun sedikit pasti kita kena macet." Ucap mas yudhi sambil berdiri dari kursi dan melangkah masuk ke kamarnya.


Eva hanya menganggukkan kepalanya kemudian mematikan televisi dan masuk kamar, di dalam kamar sebelum tidur dia ingat kalau belum sholat isya buru-buru dia ke kamar mandi dan mengambil wudhu.

__ADS_1


Dia melaksanakan sholat isya yang tadi belum sempat dia kerjakan karena sibuk mengurus keperluan ibunya hingga ia lupa, selesai sholat tak lupa dia berdoa, terselip doa tuk kesembuhan ibu dan keluarganya agar semua masalah yang sedang terjadi cepat selesai dan apa pun keputusan ibu nya nanti semoga adalah keputusan yang terbaik untuk semuanya mungkin karena khusyuk nya berdoa hingga dia menangis, dia sangat menyayangi kedua orangtuanya apa lagi sang ibu walau didikan nya yang keras itu sewaktu dia kecil namun Eva tau apa yang ibubya lakukan semata-mata karena mencintai anak-anak nya itu. Eva merapikan mukena dan sajadah yang dia pakai buat sholat tadi kemudian dia naik ke ranjangnya dan memejamkan matanya agar bisa istirahat dari kepenatan hari ini.


__ADS_2