
Laras dan Denis sampai di rumah. Laras masih merasa kesal, apalagi apa yang dikatakan Jessica tadi juga berkaitan dengan foto yang baru saja dia terima. Denis pergi ke kamar seolah tidak terjadi apapun.
" Kamu langsung pergi begitu. Ada yang ingin aku bicarakan padamu." Ujar laras.
" Apa yang perlu dibicarakan?" Tanya Denis.
" Kamu masih bertanya?" Ucap Laras dia meletakkan tasnya di atas meja. Dan pergi mengambil foto yang baru saja di terima tadi dan memberikan itu kepada Denis.
" Kamu harus lihat ini." Ucap Laras memberikan foto itu.
Denis begitu terkejut melihat foto pernikahannya menjadi hancur berantakan.
" Ada yang mengirim foto ini kepadaku tadi siang." Ucap Laras.
" Kenapa kamu tidak memberitahuku?"
" Karena aku tidak ingin menghancurkan pekerjaan mu, apalagi kita mau makan bersama dengan pak damar. Jadi aku tidak ingin bilang kepadamu soal foto itu. Namun, foto itu datang tepat disaat Jessica juga mengungkit hal itu." Kata Laras.
" Lalu kamu percaya begitu saja kepada dia. Laras, dia itu orang yang punya penyakit mental. Apa yang dia katakan belum tentu benar. Dia sengaja mengatakan hal itu agar kamu percaya dan menghancurkan pernikahan kita. Jessica sengaja melakukannya karena dia ingin membalas karena aku memilih untuk bekerja sama dengan suaminya dan menangkap pacarnya. Dia sengaja mengatakan untuk kamu percaya padanya, dengan begitu dia bisa memanfaatkan mu untuk menghancurkan ku." Ujar Denis menjelaskan kepada istrinya jika apa yang dikatakan Jessica tidaklah benar. Denis mencoba agar Laras percaya padanya.
" Aku tidak perduli dengan permainan yang telah kamu dan dia sedang mainkan. Tapi aku yang perduli adalah kebenaran. Jadi katakan padaku sebenarnya apa hubungan mu dengan wanita bernama Naomi itu?" Tanya Laras ingin mengetahui jawaban yang pasti dari suaminya.
" Bukankah aku sudah menjawabnya, dan kenapa kamu bertanya lagi soal itu?" Ujar Denis.
" Jujur padaku, apa hubungan mu dengan Naomi?"
__ADS_1
" Laras, aku sudah menjawabnya. Dan jawaban itu tidak akan mengubah apapun. Sudahlah, percuma aku berkata apapun padamu, karena kamu tidak memberikan kepercayaan padaku." Kata Denis lalu pergi menuju kamar
Denis menghela nafasnya lega, setidaknya dia bisa menghindar dari Laras meski Laras terus bertanya tentang hubungannya dengan Naomi. Segera Denis mengambil ponselnya disaku celananya. Mengirim pesan kepada Naomi bertanya soal foto yang baru saja diterima oleh Laras. Naomi membalas pesan itu dengan tulisan jika dia tidak tahu dan tidak mengerti dengan pesan yang dikirim Denis. Belum sempat membalas pesan dari Naomi, Laras masuk ke kamar.
Laras memandangi Denis dengan raut wajah sedih. Dia meminta maaf karena tidak percaya kepada Denis dan lebih percaya kepada Jessica. Dia memeluk denis sambil menangis. " Aku mencintaimu, Denis." Ucapnya.
" Aku juga mencintaimu." Jawab Denis juga membalas pelukan Laras.
Namun dalam pelukan, raut wajah Laras berubah. Sebelum menemui Denis di kamar. Laras mendapat pesan dari Jessica. Jessica mengirimkan beberapa foto kemesraan Denis dengan Naomi. Laras tidak hanya terkejut, namun dia merasa sakit hati karena terlalu percaya dengan Denis. Jika Denis dan Naomi hanyalah teman, kenapa didalam foto yang dikirimkan oleh Jessica, Denis dan Naomi terlihat begitu mesra layaknya seperti pacaran. Laras mencoba untuk tetap mempertahankan Denis meski Denis tidak mau berkata jujur padanya. Laras memilih untuk mencari tahu sendiri sebenarnya apa hubungan Denis dan Naomi.
Pagi hari, damar berjalan dihalaman rumahnya. Dia masih memikirkan apa yang telah Jessica katakan kepadanya kemarin. Jessica seperti menaruh dendam padanya, dengan ingin menggagalkan proyek yang akan dia rencanakan. Tidak ingin proyek itu gagal, damar menghubungi ayah mertuanya untuk segera menandatangani kontrak dengan Laras. Karena dia takut jika rencana Jessica bisa saja akan menggagalkan proyek itu. Maka kesempatan bagi damar untuk bekerja kembali ke perusahaan akan gagal karena tindakan Jessica.
Beruntungnya ayah mertua damar mau untuk segera mendatangi kontrak itu. Namun harus butuh waktu cepat, karena ayah mertuanya damar harus segera berangkat ke Dubai untuk pekerjaan. Segera damar menghubungi Denis untuk memberitahu hal itu kepada Denis.
Denis yang mendapatkan kabar, segera menghubungi Laras. Yang kebetulan Laras tengah melihat sosial media Naomi. Laras melihat postingan Naomi terakhir m, Diaman Naomi yang menjadi model untuk sebuah penjualan barang di lokasi mall. Denis memberitahu Laras melalui telepon untuk segera bersiap-siap pergi karena mereka harus mengejar waktu Lukman selaku pemimpin perusahaan yang akan menandatangani kontrak. Kehadiran Laras sangat penting sebab tanah itu masih mengatasnamakan Laras. Jadi Laras sangat dibutuhkan dalam penandatanganan kontrak tersebut.
" Dimana Laras? Dia akan datang, kan?" Tanya damar.
" Dia akan menuju kemari." Jawab Denis.
" Pak Denis, kemarin kamu tidak bertangkai dengan Laras kan?" Tanya damar merasa tidak enak dengan perkataan istrinya kemarin.
" Apa perlu aku menjawab." Ucap Denis.
" Pak Denis, sebaiklanya kamu jujur, kamu tidak berselingkuh, kan?"
__ADS_1
" Apa pertanyaan itu juga harus aku jawab."
" Baiklah, aku minta maaf, aku hanya memastikan saja. Karena ini juga proyek besar takutnya ada masalah nantinya. Kita harus segera menemui mertuaku, kebetulan dia sedang makan siang. Waktunya akan sangat mepet, tetapi kita harus segera mendatangi kontraknya. Sebelum dia berangkat ke Dubai." Ujar damar.
Mereka menemui Lukman yang tengah menikmati makan siangnya, sembari menunggu Laras yang masih belum juga datang. Tiba-tiba Jessica datang membuat keributan dengan pengawal ayahnya karena tidak mengizinkannya untuk masuk. Lukman yang tengah makan siang, merasa kesal karena keributan itu segera meminta pengawalnya untuk membiarkan Jessica masuk menemuinya. Kedatangan Jessica tentu saja untuk membatalkan tanda tangan kontrak tersebut.
" Ayah, kenapa masih saja percaya pada damar?" Tanya Jessica kepada ayahnya.
" Kenapa kamu bertanya seperti itu, proyek yang akan damar kerjakan merupakan proyek besar." Ujar Lukman.
" Tetapi kenapa ayah masih percaya padanya yang tentu saja sudah hampir menghancurkan reputasi ayah."
" Maaf jika dulu aku sudah menghancurkan reputasi ayahmu, tetapi jika kamu tidak ingin aku bekerja di dalam perusahaan. Ceraikan saja aku " ujar damar yang tidak tahan dengan sikap Jessica.
" Sudah! Berhenti untuk berdebat! Aku sedang makan. Pak Denis, kamu selalu walinya segera hubungi pemilik tanah untuk aku segera mendatangi kontraknya." Kata Lukman kepada mereka bertiga.
Denis segera menghubungi Laras, namun nomor Laras tidak bisa dihubungi sejak tadi membuatnya semakin khawatir jika Laras tidak datang untuk mendatangi kontrak tanahnya.
" Maaf pak Lukman, aku sudah menghubungi sepertinya terjadi kecelakaan yang membuatnya tidak bisa hadir kesini." Kata Denis meminta maaf kepada Lukman karena ketidakhadiran istrinya.
" Kecelakaan? Kecelakaan apa itu, sampai-sampai dia tidak bisa hadir kesini, hm?" Tanya Jessica memanas-manasi damar karena ketidakhadiran Laras maka tanda tangan kontrak itu akan kembali ditunda. Membuat Jessica begitu senang sudah menggagalkan tanda tangan kontrak itu.
Tiba-tiba Denis dapat telepon dari Naomi yang membuatnya begitu terkejut. Bagaimana tidak, Laras tidak datang ke perusahaan melainkan datang ke mall tempat Naomi bekerja. Naomi menghubungi Denis untuk memberitahu hal itu. Namun, sambungan telepon itu harus dihentikan karena Laras masuk ke toilet untuk menemui Naomi.
" Laras! Apa kamu datang kesini untuk berbelanja?" Tanya Naomi seolah tidak terjadi apapun.
__ADS_1
" Tidak, aku datang untuk menemuimu. Ada yang ingin aku bicarakan padamu, tapi seperti kamu sedang bekerja tadi. Kebetulan sekali kamu disini, jadi kamu punya waktu untuk berbicara denganku sekarang."