
Acara lelang sudah dimulai, banyak barang mewah yang dilelang baik itu dari kalangan pebisnis, bahkan artis. Banyak kalangan atas termasuk wanita datang untuk memburu barang-barang yang dilelang. Barang yang dilelang merupakan barang yang menjadi bukti cinta dari setiap pasangan. Makanya kenapa acara itu dinamakan lelang amal cinta. Damar dan Jessica tampil begitu mesra, Jessica tidak bisa melepaskan tangan untuk melingkar di lengan suaminya itu. Mereka berdua diwawancarai berbagai media. Mereka berdua melelangkan sebuah jam tangan mahal, yang dimana Jessica mengatakan jika itu pemberian suaminya saat dia ulang tahun. Jessica begitu tampil dengan mesra dengan sang suami wajah terus tersenyum di awak media, sedangkan damar wajahnya terlihat datar dan tidak begitu menyukai acara tersebut.
Jessica menyambut semua tamu yang hadir diacara tersebut, sedangkan damar menikmati wine sendirian, damar terlihat muak dengan acara yang diselenggarakan ini. Jessica menghampiri damar, meminta Damar untuk memasang wajah senyum. Apalagi barang yang dilelang oleh mereka akan lelang dengan mahal. Namun damar justru merasa muak, karena menurutnya itu semua hanyalah kepura-puraan Jessica untuk menunjukkan ke publik jika mereka saling mencintai.
" Berhenti mengeluh! Kamu tahu aku melakukan ini supaya ayah tidak lagi ikut campur dalam rumah tangga kita. Dan dengan dia melihat kita disini ayah menjadi yakin jika kita sedang memperbaiki hubungan kita."
" Oh, jadi ini semua dilakukan untuk menutupi bahwa sebenarnya kita tidak benar-benar memperbaiki pernikahan kita?"
" Berhenti berkomentar, pokoknya kamu harus bantu aku agar jam tangan ku tidak jatuh ke tangan orang lain. Suruh orang untuk memberi harga yang lebih mahal." Kata Jessica. Ternyata barang yang dilelangnya hanyalah pura-pura untuk bisa mengikuti acara lelang amal ini.
Namun damar tidak perduli dengan perkataan Jessica, dia justru melihat kearah lain. Dan tidak sengaja melihat Laras yang ternyata juga hadir diacara tersebut. Wajahnya yang datar tiba-tiba tersenyum melihat Laras. Laras begitu cantik dan anggun dengan gaun panjangnya. Melihat Laras, segera damar menghampiri wanita itu tanpa memperdulikan Jessica.
" Halo ibu Laras." Sapa damar sambil tersenyum.
" Oh! Pak damar!." Ucap Laras terkejut saat damar menghampirinya.
Denis yang kebetulan dari situ mendengar istrinya disapa oleh damar, segera dia menghampiri istrinya. " Hai pak damar! Kebetulan sekali kita bertemu, Laras sangat ingin melihat barang cantik disini. Makanya aku mengajaknya. Ini juga merupakan kesempatan yang bagus untuk bertemu pak Damar dan juga ibu Jessica." Kata denis melihat Jessica menghampiri mereka.
" Oh, pak Denis. Aku sudah mendengar namamu, dan akhirnya kita bisa bertemu juga disini." Ucap Jessica seolah dia tidak mengenal serta bertemu sebelumnya dengan Denis.
" Jadi, apakah suami ku masih menemuinya dan berkonsultasi denganmu?" Tanya Jessica kepada Denis. Membuat damar terkejut.
" Tidak lagi, seperti yang dilihat semuanya sudah baik-baik saja, bukan begitu pak Damar?"
__ADS_1
" Iya, seperti apa yang pak Denis katakan." Jawab Damar.
" Tetapi aku akan tetap diposisi ku. Aku akan siap untuk membantu pak damar kapanpun itu, jika ada masalah. Tapi semoga tidak ada masalah. Bukan begitu, ibu Jessica?" Kata Denis sambil tersenyum.
Jessica menatap Laras yang sedari tadi hanya terdiam, " hmm.. ibu..." Tanya Jessica kepada Laras.
" Laras." Ucap Laras.
" Ibu Laras, akhirnya kamu berbicara juga. Sedari tadi kamu diam saja. Kamu istrinya pak Denis, saudari Maharani, mantan pacar suami ku. Seharusnya kamu juga berbicara, karena kalian biasa memiliki lidah yang tajam." Kata Jessica sengaja untuk menyindir Denis.
" Jess, apa yang kamu katakan?" Damar memarahi Jessica sudah mengatakan hal tidak sopan kepada Laras.
" Aku cuma becanda. Jangan diambil hati ya, Bu Laras." Ucap Jessica mengulurkan tangannya untuk bersalaman dengan Laras.
Laras mengulurkan tangannya, namun tiba-tiba Maharani datang dan menepis tangan Jessica. " Dia tidak keberatan, saudaraku ini pake otak bagaimana menghadapi orang pintar dan orang yang sakit jiwa."
" Untuk apa kamu kesini?" Tanya Jessica kepada Maharani.
" Auw! Apakah kamu lupa bahwa kamu yang mengundang ku kesini? Kenapa? Apakah kamu berpikir jika aku tidak berani datang kesini? Aku kesini bukan untuk mencari kebaikanmu, tetapi aku kesini ingin memberitahu damar tentang perlakuan buruk mu kepadaku." Kata Maharani.
" Rani, apa maksudmu?" Tanya Damar cukup terkejut mendengar perkataan Maharani.
" Hari itu, istrimu datang ke kantor Denis untuk menemuinya, "
__ADS_1
Namun perkataan terpotong karena Jessica membentak Maharani. Namun Maharani tidak mau kalah dia ingin melanjutkan perkataan, namun lagi dipotong oleh Jessica yang hendak menyerang Maharani. Beruntung damar segera menahan Maharani begitu Denis yang mencoba menahan Maharani yang ingin kembali menyerang Jessica. Denis segera meminta Laras untuk mengajak Maharani keluar dari acara tersebut sebelum terjadi keributan yang lebih. Begitu dengan damar mengajak Jessica untuk pulang, namun Jessica menolak dan ingin tetap berada dalam acara. Damar yang sudah kesal, meninggalkan Jessica begitu saja dan memilih untuk pergi. Jessica melihat kearah Denis, Denis memandang ke arah lain pura-pura seolah tidak tahu apa-apa.
Laras mengajak Maharani untuk pulang. Namun Maharani menolak, karena dia ingin tetap berada dalam acara. Namun Laras tetap memaksa karena dia tahu jika Maharani dan Denis merencanakan sesuatu.
" Lebih baik kita pulang."
" Sudah ku bilang aku tidak mau, kamu juga seharusnya menemani suamimu. Karena dia sedang mencoba mencari hubungan dengan orang disini."
" Biarkan saja, lebih baik kita pulang. Karena aku tahu kalian merencanakan sesuatu."
" Apa maksudmu? Rencana apa?" Tanya Maharani.
" Aku tidak tahu, yang jelas aku mendengar apa kalian berdua bicarakan tadi siang."
Sebelumnya, ketika Jessica memberi undangan dan pergi begitu saja, Maharani pergi menemui Denis. Dia melemparkan undangan itu ke Denis, dia merasa geram karena Jessica seperti menginjak-injak harga dirinya. Dia meminta Denis untuk membantunya untuk balas dendam kepada Jessica.
Kebetulan sekali Denis tengah berpikir untuk menarik hati damar, dengan kembali berkonsultasi dengannya. Namun gara-gara ancaman Jessica membuatnya bingung, apalagi damar menuntutnya untuk menemukan bukti. Bukti yang ditangan terpaksa dia simpan karena ancaman Jessica tersebut. Karena hal itu dia menyetujui untuk membantu Maharani.
Maharani tahu jika sengaja dibuat untuk membuat Jessica dan Damar terlihat saling mencintai didepan publik. Maharani membuat rencana untuk menghancur imejnya Jessica didepan semua orang yang hadir dalam acara tersebut.
Tanpa mereka sadari perbincangan mereka berdua didengar oleh Laras. Karena Laras merasa curiga, Maharani yang tiba-tiba datang ke rumahnya, dan ingin bertemu dengan suaminya. Itulah sebabnya dia berdiri di pintu untuk menguping pembicaraan mereka.
" Aku tidak tahu apa yang kamu dengan Denis rencanakan tetapi aku disini karena aku cemas dan khawatir kepadamu. Rani, lebih baik kita pulang ya." Ucap Laras membujuk Maharani untuk pulang dengannya.
__ADS_1
" Tidak, aku tidak mau. Aku akan memberitahu damar tentang perlakuan buruk istrinya itu, dengan begitu damar semakin yakin untuk menceraikannya. Dan aku lebih tua darimu jadi tidak perlu bagimu untuk menasihati ku. Lebih baik kamu pergi!" Bentak Maharani.
Laras terdiam, mau bagaimana pun dia tidak bisa lagi memaksa Maharani untuk pulang. Entah apa yang Maharani dan Denis rencanakan. Laras tidak ingin saudari dan suaminya itu melakukan sesuatu yang berakibat fatal untuk mereka. Laras tidak tinggal diam, dia harus mencari tahu apa yang sudah direncanakan oleh Maharani dan suaminya itu.