Pengkhianat Cinta

Pengkhianat Cinta
Bab 67


__ADS_3

Denis mengajak damar ke suatu tempat, dimana ditempat itu sudah ada Jay adik sepupunya Denis yang mengendarai motornya bersama dengan teman-temannya, di depan mereka ada seorang cowok yang wajahnya ditutupi oleh kain kedua tangannya diikat kebelakang. Denis dan damar turun dari mobil, Denis mengambil sebuah kayu, lalu membuka kain yang menutupi cowok tersebut. Ternyata cowok itu adalah Vernon, wajah Vernon terlihat memar dan dia terlihat begitu ketakutan.


" Oh, jadi ini yang kamu maksud hadiah untukku?" Tanya damar melihat wajah Vernon penuh kebencian.


" Iya. Ini hadiah yang akan aku persembahkan untukmu. Meski kamu sudah tidak bisa melawan ayah mertua mu, bahkan kamu juga tidak bisa melawan istrimu. Kamu bisa melampiaskan emosi mu yang sudah kamu tahan. Dan kamu bisa melampiaskan kepadanya." Denis mengarahkan kayunya kepada Vernon, yang begitu ketakutan.


"Pantasan saja kamu meminta ku untuk membawa ini." Ucap damar mengeluarkan pistol yang dia selipkan dibelakang celananya.


Vernon yang melihat damar membawa pistol semakin ketakutan, " Aku mohon lepaskan, aku minta maaf. Bukan salahku, Jessica duluan yang mendatangi ku. Bukan aku yang memintanya untuk menemui ku, tapi Jessica sendiri yang datang menemui ku. Aku mohon lepaskan aku." Ucap Vernon yang begitu ketakutan.


" Apa kamu bilang?"


" Aku mohon lepaskan, Jessica yang duluan datang padaku, bukan aku meminta. Aku minta maaf, lepaskan aku." Pinta Vernon.


Damar justru menendang Vernon, membuat Vernon merasa kesakitan. Damar lalu meraih rambut Vernon sambil berkata, " Jika Jessica yang menemui mu duluan, kamu merasa jika itu bukan salahmu. Salamu adalah kamu berani tidur dengan istri orang lain!" Ucap damar menarik rambut Vernon membuat Vernon merintih kesakitan.


" Aku mohon maafkan aku. Tolong lepaskan, aku minta maaf. Aku tidak akan mengulanginya. Aku mohon lepaskan aku. Aku berjanji tidak akan bertemu dengan Jessica lagi. Tolong maafkan aku." Pinta Vernon.


"Denis, menurut mu, apakah aku harus memaafkannya?" Tanya damar kepada Denis.


" Untuk manusia seperti dia. Lebih baik tidak usah dimaafkan. Biarkan saja dia mati seperti ini."


" Ide bagus, bagaimana? Apa kamu kamu mati sekarang?" Tanya damar kepada Vernon yang terus merintih kesakitan.

__ADS_1


" Aku minta maaf, aku tahu aku salah. Tolong maafkan aku. Tolong." Vernon terus memohon meski wajahnya sudah babak belur, namun dia tetap memohon untuk diampuni oleh damar.


" Kamu pikir gampang untuk mengampuni orang seperti mu, hah!" Bentak damar, dia berdiri dan kembali menendang tubuh Vernon. Damar berjalan kembali ke mobil, dia berdiri melihat Vernon yang masih ketakutan.


Denis lalu memberikan kode kepada adik sepupunya. Adik sepupunya bersama teman-temannya mengendarai motor sambil mengelilingi Vernon, bahkan salah satu teman Jay membawa kayu seolah ingin memukul Vernon. Mereka sengaja melakukan itu untuk membuat Vernon lebih merasa ketakutan. Denis menghampiri damar menanyakan keadaan pria itu, takut jika damar merasa tidak enak sudah membuat Vernon babak belur, terlebih damar bukan tipe pria yang seperti itu. Namun damar justru merasa senang, dia merasa jika rasa sakitnya sudah terbalas meski tidak sepenuhnya. Terlebih damar juga merasa jika di dunia ini masih ada keadilan untuknya, yaitu untuk orang yang selalu disakiti. Denis merasa senang, jika damar juga senang dengan idenya itu. Dengan idenya ini, justru membuat peluang baginya untuk lebih dekat dengan damar dan damar mulai mempercayai dirinya.


Setelah bersenang-senang dengan damar dengan menyiksa Vernon, Denis datang menemui Naomi di apartemennya. Namun Naomi tidak berada disana, membuat Denis harus menunggunya didepan lobi. Tak berselang lama, Naomi datang. Dia melihat Denis yang tengah duduk menunggunya. Dengan perasaan kesal dia menemui Denis.


" Sudah selesai bulan madunya? Bagaimana? Menyenangkan? Aku pikir kamu sudah mati karena tidak balas pesan dan telepon ku sama sekali?" Ujar Naomi dengan kesal melihat Denis yang duduk menunggunya.


Denis berdiri lalu memeluk Naomi, " Sst.. jangan mengatakan itu kepada suami mu sayang." Ucap Denis yang sudah mabuk lalu mencium pipi Naomi.


" Karena kamu tidak membalas pesanku bahkan telepon ku saja tidak diangkat." Ucap Naomi yang mencium aroma alkohol yang dikonsumsi oleh Denis.


Hingga akhirnya Naomi membawa Denis menuju apartemennya. Tanpa mereka berdua sadari seseorang merekam dan memotret kemesraan mereka.


Orang tersebut merupakan suruhan dari Jessica. Jessica duduk sendirian di sebuah cafe dengan keadaan kesal karena Vernon tidak mau bertemu dengannya. Jessica kesal mendengar Vernon mengatakan jika Vernon baru saja di pukuli oleh damar, Jessica tidak percaya. Jessica yakin jika itu hanya akal-akalan dari Vernon karena tidak mau bertemu dengannya. Namun, kekesalan itu tidak berlangsung lama ketika Jessica mendapatkan sebuah pesan di ponselnya. Dia sangat senang melihat foto yang baru saja dikirim oleh suruhannya, Jessica meminta suruhannya itu untuk mencari tahu tentang naomi, siapa tahu wanita itu bisa dia ajak kerja sama. Sambil menikmati segelas wine, ponsel Jessica kembali berdering. Vernon kembali menghubunginya, namun Jessica menghiraukan panggilan tersebut.


Vernon dengan wajah lembam merasa sangat kesal karena sedari tadi dia menelepon Jessica, Jessica justru tidak menjawab. Vernon begitu merasa kesal, dia melemparkan semua perobatan yang dipakainya untuk menyembuhkan lukanya. Bagaimana Vernon tidak merasa kesal, Jessica seolah tidak perduli padanya, padahal dirinya selalu ada ketika Jessica membutuhkannya.


Pagi-pagi sekali Denis bangun dan segera memakai jas kerjanya. Naomi terkejut melihat Denis yang sudah rapi dan seperti terburu-buru untuk pergi. " Kamu berangkat kerja? Kenapa pagi sekali?" Tanya Naomi.


" Iya, aku harus pergi pagi-pagi sekali. Takutnya Laras bisa merasa curiga." Ucap Denis.

__ADS_1


Naomi merasa kesal, karena mereka berusaha bertemu setelah dua Minggu Denis berbulan madu bersama Laras. Naomi ingin Denis lebih lama bersama dengannya. " Kita baru saja ketemu. Apa salahnya kamu menetap disini dulu? Kamu hanya datang tidur denganku lalu pergi, kamu seolah menganggap diriku ini seperti pelacur." Ujar Naomi yang merasa kesal dengan Denis yang seolah tidak menghargainya.


" Sst.. jangan mengatakan itu. Kamu itu bukan pelacur, karena aku tidak membayar mu." Ucap Denis sambil tertawa lalu pergi meninggalkan apartemen Naomi.


Naomi merasa sangat sedih, kalimat itu seolah menyakiti hatinya. Naomi kembali teringat akan perkataan ibu Denis yang mengatakan jika dirinya hanyalah simpanan, meski begitu Denis akan tetap bersama dengan istrinya. Hati naomi begitu hancur, dia berpikir jika dirinya adalah orang yang spesial untuk Denis. Namun nyatanya Denis hanya memanfaatkan dirinya saja.


Damar menghubungi Laras ketika Laras tengah membersihkan rumahnya. Damar menghubungi Laras hanya untuk memastikan apakah wanita itu alergi terhadap makanan tertentu. Damar ingin mengajak Denis berserta Laras untuk makan bersama. Dia ingin mentraktir Laras dan juga denis karena sudah mau menjual tanah mereka kepada dirinya untuk dijadikan proyek. Damar sudah memesan sebuah restoran khusus untuk makan bersama mereka. Dia juga memastikan apa yang disukai oleh Laras, agar Laras merasa nyaman nantinya. Di tengah obrolan mereka berdua ditelepon, Jessica mendengar semuanya.


" Kamu terlihat begitu dekat dengan istri pengacaramu itu?" Ucap Jessica mendengar obrolan damar ditelepon bersama Laras.


" Tidak, aku hanya memastikan apa yang disukai oleh Laras. Kebetulan aku akan mentraktir mereka karena sudah menjual tanahnya untuk proyekku." Ujar damar.


" Emang harus, jika seorang pembeli untuk mentraktir si penjual. Bukannya itu kebalik?" Ucap Jessica.


Damar tidak ingin memulai keributan lagi, dia lalu berkata jika dirinya harus segera bersiap-siap untuk makan bersama Denis dan Laras.


" Kalau begitu aku ikut!" Ucap Jessica dengan tegas.


" Lebih baik kamu pergi kemanapun kamu mau." Ucap damar seolah tidak ingin Jessica ikut, karena bisa saja Jessica menghancurkan acara makan bersama itu.


" Aku tidak mau, aku ikut denganmu!" Ucap Jessica tegas.


Damar hanya bisa pasrah, dia tidak mau ada keributan lagi antar mereka berdua. Sudah capek bagi damar karena setiap hari mereka berdua selalu saja berantem.

__ADS_1


Laras membuka pintu pagar rumahnya, seorang kurir memberikan kotak bungkusan yang katanya dikirim untuk Laras. Laras mengambil kotak itu dan membawanya kedalam rumah. Dia lalu membuka kotak itu, terdapat sebuah foto yang sudah dibingkai dengan cantik. Namun raut wajah Laras begitu terkejut melihat foto itu. Entah apa isi foto tersebut.


__ADS_2