
Pagi ini suasana begitu menyejukkan rasanya tidak ingin keluar dari selimut, kata kids jaman now sih bikin mager(males gerak) aja. Suasana yang hening ini tiba-tiba berubah menjadi lebih berisik karena teriakan ibu di pagi hari setelah beberapa hari yang lalu tidak terdengar "yudhi,eva,bagas banguuunnn.Ini udah pagi Ayuuk sholat subuh dulu jangan sampai kesiangan".
Karena tidak ada balasan dari dalam kamar anaknya masing-masing jangankan balasan suara batang hidung masing-masing anak nya gak keliatan sama sekali membuat ibu sedikit mengeluarkan tenaga extra tuk mengetuk pintu kamar anak-anaknya itu "eva, yudhi, bagas cepet bangun jangan mentang-mentang pagi ini ujan buat kalian males bangun ibu gak tanggung jawab ya kalau kalian semua telat jangan lupa sholat dulu".
Eva sebenarnya masih betah berada di dalam selimut tapi dia mau tidak mau harus bangun karena teringat bahwa sang ibu sudah ada di rumah pasti ibu gak bakalan diam saja dia pasti akan beraktifitas di dapur, eva buru-buru turun dari ranjangnya takut luka di tangan ibu nya kembali basah karena belum sembuh benar. Betul saja yang Eva pikirkan dia melihat sosok wanita paruh baya itu sedang memegang sutil "ibu sedang apa jangan bilang ibu lagi memasak" tanya eva khawatir, "ibu sedang buat sarapan tuk kalian" jawab ibu sambil menengok ke arah eva.
__ADS_1
"Ibu kan masih belum sembuh benar gimana kalau luka nya basah lagi" ucap Eva sedikit panik, sang ibu tau kegalauan putrinya itu walaupun masih ada rasa sakit yang ibu rasakan tapi ibu adalah seorang ibu yang tidak bisa mengabaikan tugas nya demi anak-anaknya melihat anak-anaknya tersenyum bahagia aja dah buat ibu merasa sudah sembuh bahkan lebih baik dari sebelumnya "tenang ibu baik-baik aja ko lagi pula ibu juga memasak yang mudah-mudah aja jadi gak bakalan bikin ibu sakit lagi dan kalau selalu di gerakin tangan ibu jadi gak kaku" kata ibu berusaha menyakinkan putrinya untuk tidak khawatir yang berlebihan padanya.
Eva tau dia gak bakal bisa melarang ibu nya yang keras kepala itu akhirnya eva membiarkan saja selama ibunya bisa menjaga kesehatannya sendiri bagi eva itu tidak masalah, "kamu udah sholat subuh belum?" tanya ibu melihat eva masih berdiri di samping ibunya itu.
Eva langsung berlari ke dalam kamar mandi dan melakukan ritualnya selain wudhu juga mandi pastinya sedangkan kedua jagoan sang ibu belum keluar juga dari kamar tiba-tiba pintu kamar terbuka dan mereka langsung berebut kamar mandi seperti pagi-pagi sebelumnya melihat kelakuan jagoannya ibu hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya saja.
__ADS_1
Eva keluar kamarnya dalam keadaan sudah rapi memakai seragam sekolahnya dan duduk di kursi nya "wah akhirnya aku makan masakan ibu lagi yang rasanya mantul(mantap betul)" ucap eva sambil mengambil lauk yang sudah tersedia di meja makan, "kamu jangan lebay iih ibu hanya bikin telur dadar saja ko" jawab ibu tersenyum lihat tingkah putrinya itu.
"Oh ya Bu abah mana" ucap mas yudhi yang baru saja duduk di sebelah ku, sebelum ibu menjawab bagas ikut bersuara "iya bu abah ko gak kelihatan dari tadi sih bu biasanya abah dah duduk duluan".
"Abah tadi berangkat sebelum subuh ada proyek di Bandung katanya, ya udah cepat habiskan sarapan nya lalu berangkat sekolah" jawab ibu. Selesai sarapan mereka pun bersiap tuk berangkat sekolah "yah masih ujan" ucap eva. "ini berkah loh va, kamu pakai payung ya" kata ibu, eva pun mengikuti apa yang ibunya katakan.
__ADS_1