
Eva buru buru berlari kecil ke arah kamar mandi rasanya sudah tidak kuat lagi menahan cairan yang dia simpan di dlm tubuh itu. Tepat eva memasuki kamar mandi tiba tiba saja terdengar suara dering telepon.
"Mbak, handphone nya bunyi tuh" teriak Bagas agar suaranya itu terdengar oleh mbak satu satunya itu yang berada di dalam kamar mandi saat ini.
"Dari siapa dek?" tanya eva sambil membuka pintu kamar mandi yang telah dia gunakan tadi.
"Nggak tau, gak ada namanya katanya sih nomor baru deh mbak" ucap nya lagi sambil fokus ke acara televisi yang dia tonton.
Nomor baru? Eva pun bertanya-tanya dalam pikirannya dan dengan cepat dia menghampiri handphone nya yang tadi dia letakan di meja ruang keluarga. Ya karena dia dan Bagas dari tadi hanya menonton televisi saja.
"Hallo betul ini dengan Eva Mahardika?" tanya perempuan di sebrang sana ketika Eva mengangkat panggilan telepon di handphone nya itu.
" Ya betul dengan saya sendiri, ada apa ya mbak?" jawab Eva dengan wajah cemasnya. Ya Eva takut sesuatu terjadi pada anggota keluarga nya itu
__ADS_1
"Saya Bella dari perusahaan berlian utama, saya ingin memberitahu kan pada Mbak Eva bahwa pada hari Senin jam 9 pagi mbak Eva harus mengikuti tes interview di perusahaan kami" ucap perempuan di sebrang telepon itu.
Mendengar ucapan bella, Eva tersenyum bahagia sambil melompat lompat tanda bahwa masih ada perusahaan yang mau menerima nya ya walau masih dalam tahap interview saja.
Dengan gugupnya Eva menjawab "ok mbak terimakasih informasinya" dan mematikan telepon nya itu.
"Yes akhirnya surat lamaran ku di terima juga" teriak Eva kegirangan.
"Iih mbak jangan lompat lompatan seperti itu lagi, mbak itu anak gadis apa gak malu klu di lihat sama orang lain.
"Iiisshh,, sirik aja kamu sih dek" ucap Eva dengan bibir yang dia manyun kan.
"Mbak lagi seneng nih, telepon tadi itu nyuruh mbak ke kantor nya tuk interview" kata eva sambil duduk di sebelah adiknya itu.
__ADS_1
"Bener mbak,, asik mbak bisa beliin apa saja yang aku minta ya, janji ya mbak."
"Mbak gak janji ya lagi pula nih masih tahap interview saja ko, belum tentu juga mbak bisa bekerja di perusahaan besar tersebut Bagas" Keluh Eva sebelum berlari ambil jemuran yang telah di pesan kan ibunya kepada Eva tadi sebelum ibu berangkat pergi arisan.
Tak lama hujan pun turun dengan derasnya untung nya saja jemuran tadi sudah di angkat kalau tidak,, bisa bisa ibu nya teriak teriak dengan keras kalau jemuran nya yang tadi nya kering jadi basah lagi karena air hujan.
"Dek mandi sana, tuh dah bau banget sih" ucap Eva sambil menutup hidung kecilnya itu.
"Nanti deh mbak masih dingin nih" balas bagas.
"Kamu gimana sih dek, hujan nya aja baru turun belum dingin mending mandi sekarang kalau nanti kelamaan malah tambah dingin. Nonton nya nanti di terusin lagi kalau kamu udah mandi,, gih sana!!" ucap Eva sambil mendorong tubuh adiknya itu agar pergi mandi.
Bagas pun mengikuti perintah kakak perempuan satu satu nya itu. Sepeninggal Bagas yang mandi, Eva pun memikirkan pakaian apa yang harus dia kenakan saat interview besok, pakaian nya itu harus sopan dan terliihat elegan walau gak ada pakaian nya yang ada di dalam lemarinya berlebel brand terkenal dengan harga selangit.
__ADS_1