Pengkhianat Cinta

Pengkhianat Cinta
episode 31


__ADS_3

Perjalanan siang ini menuju rumah pun terhambat karena macet jam makan siang kantor, ibu nampak sedikit gelisah karena mungkin ketika sudah sampai rumah anak-anaknya sudah pulang lebih dahulu terutama putra bungsunya bagas daripada ibu beruntung tadi pagi ibu sudah memberitahukan kepergian kepada anak-anaknya itu jikalau siang ini ibu belum tiba di rumah juga.


"Mbak terimakasih atas semuanya ya, mbak" ucap om Adit memecah keheningan diantara mereka berdua dan sedikit membuat ibu terkejut karena sedang melamun.


"Iya dit, hanya ini yang mbak bisa lakukan" jawab ibu.


"Itu dah segala nya bagi keluarga besar kami, ooh ya mbak dah waktunya makan siang kita mampir dulu ya tuk isi perut" ucap om Adit sambil melirik jam tangannya.


"Mbak dah makan tadi lagipula anak-anak sudah pada pulang sekolah" jawab ibu menolak secara halus ajakan om Adit.


"Ayuuklah mbak, itu kan tadi pagi kalau sekarang kan lain lagi dan pasti anak-anak tau


kepergian mbak. Saya lapar, perut saya minta di isi dan pasti nya mbak juga kan saya gak terima penolakan" ucap om Adit.


"Baiklah, kalau kamu memaksa mbak mau" jawab ibu. Om Adit pun memarkirkan mobilnya itu ke salah satu mall yang tidak jauh dari situ. Mereka berdua memasuki mall dan menuju salah satu restoran yang terdapat di dalam mall itu. Ibu dan om Adit memesan makan siangnya pada seorang pelayan dan mereka makan siang di iringi dengan obrolan-obrolan kecil tentang apa saja.

__ADS_1


Selesai membayar makanannya om Adit meminta ibu tuk mengantarkannya ke salah satu stand yang hampir seluruh menu jualannya burger, om Adit tak tanggung-tanggung memesan 10 burger dengan berbagai all varian namun meminta di bagi jadi dua bungkusan setelah selesai lalu mampir ke stand yang menjual donat membeli dua lusin donat dan juga di bungkus terpisah. Ibu hanya mengikuti saja kemana om Adit pergi dan setelah semua selesai mereka kembali memasuki parkiran dan berencana tuk langsung pulang.


Sesampainya di depan rumah om Adit mematikan mobilnya "dit mampir dulu sambil minum kopi" tawar ibu menyuruh om Adit bertamu ke rumah.


"Baik mbak saya juga masih ada yang harus saya berikan pada mbak dan anak-anak" jawab om Adit yang membuka seltbelt nya.


Ibu dan om Adit pun turun dari mobil namun om Adit nampak membuka pintu belakang dan mengambil dua bungkusan dari bangku belakang, ibu terlebih dahulu memasuki rumah dan di ikuti om Adit yang membawa dua bungkusan yang berbeda yaitu dari stand burger dan satu lagi stand donat. Ibu memasuki rumah dengan mengucapkan salam karena ibu tau putra bungsunya itu sedang ada di dalam, benar saja suara Bagas terdengar karena membalas salam ibu.


Ibu sudah pulang, om aditnya mana Bu?" tanya Bagas penasaran.


"Hai keponakan om,sudah pulang kamu" tanya om Adit.


"Sudah dong om, itu yang di tangan om apa?" tanya Bagas to the point.


"Oh ini, ini buat mbak dan mas kamu" jawab om Adit sambil mengangkat ke atas dua bungkusan yang ada di tangannya itu dan sedikit memberi jawaban iseng tuk keponakan nya itu yang suka ngomong tanpa basa-basi.

__ADS_1


"Berarti Bagas gak di kasih dong, om curang dan pilih kasih kenapa cuma mas yudhi d mbak Eva aja yang di kasih Bagas gak" ucap bagas kecewa sambil mamanyunkan bibirnya itu. Om Adit tertawa lihat kelakuan Bagas "tenang aja Bagas kebagian ko nih ada jatah bagas" jawab om Adit sambil memberi bungkusan itu kepada bagas.


"Yeee,, asik om Adit baik deh terimakasih om" kata Bagas senang


"Ya sudah sana bawa masuk jangan lupa bagi mas dan mbak mu" kata om Adit sambil mengelus puncak rambut bagas.


"tentu dong" ucap bagas masuk ke dalam rumah.


"Kopinya dit, kamu selalu saja seperti itu kepada anak-anak terus buat anak kamu mana" ucap ibu sambil meletakan secangkir kopi di meja tamu.


"makasih mbak, ada mbak di mobil makanya tadi saya beli dua bungkus kan mbak tadi lihat sendiri kan " ucap om Adit sambil duduk.


"Ooh iya mbak ini surat perjanjian kemarin mbak bisa simpan" kata om Adit lagi menyodorkan surat tersebut pada ibu.


"Ini saya simpan ya" ucap ibu, "silahkan itu punya mbak" jawab om Adit sambil minum kopi buatan ibu dan gak lama om Adit pamit pulang.

__ADS_1


__ADS_2