
Terdiam,, ya setelah mas yudhi mengungkapkan keinginannya tuk bekerja, ibu dan Abah hanya bisa terdiam. Terasa keheningan di antara kami sekeluarga padahal suara tv terdengar entah apa yang sedang mereka pikirkan masing-masing, biasanya Bagas yang paling cerewet tapi kali ini ikut diam.
Pikiran-pikiran negatif terbesit di benak Yudhi "apa Abah dan ibunya kecewa pada nya tidak memperbolehkan nya bekerja".
Tampak mas Yudhi menggeleng-gelengkan kepalanya membuat Eva berpikir yang tidak-tidak pada masnya itu, Eva yakin pasti ada alasan tersendiri kenapa mas nya lebih memilih bekerja di bandingkan kuliah. Dia mencoba mencari jawaban nya agar kedua orang tuanya itu menyetujui keinginan masnya tersebut.
"Emang mas mau kerja apa setelah lulus lagipula mas kan hanya lulusan sekolah kejuruan saja, apalagi mas itu cowok loh" tanya Eva memecah keheningan itu hingga membuat ibu dan Abah nya menganggukkan kepalanya menyetujui pertanyaan-pertanyaan yang Eva tujukan kepada masnya itu.
__ADS_1
"Va, mas tau mas ini cowok yang pasti nya akan menjadi kepala keluarga nantinya tapi mas juga mau kamu, Abah dan ibu ngertiin keinginan mas, mas gak mau terus-terusan membebani Abah dan ibu, mas harus belajar mandiri karena mas ini cowok makanya mas pengen langsung kerja dan kamu tau sendiri kan sekolah kejuruan saat ini memang di bekali keahlian tuk langsung terjun ke lapangan maka nya kamu juga sekolah kejuruan kan tidak mau membebani ibu dan Abah nantinya" ya itu lah jawaban dari sang kakak yang membuat Eva jadi tau alasan kenapa masnya lebih memilih bekerja dari pada kuliah.
Akhirnya Abah dan ibu jadi mengerti keinginan anak sulungnya itu " lalu kamu mau kerja di mana?" tanya abah.
"kebetulan dari pihak sekolah sudah bekerjasama dengan perusahaan-perusahaan yang berkompeten di bidangnya masing-masing sesuai kejuruan kami, mas udah ikuti serangkaian tes kemarin tinggal tes akhir yaitu wawancara itupun kalau mas lolos bah" jawab mas yudhi yang ternyata selama ini dia sudah berusaha tuk mengikuti seleksi tersebut.
"Gak Bu, gak hanya satu tapi beberapa perusahaan mas ikuti seleksi nya" ucap mas Yudhi kembali.
__ADS_1
"Kamu yakin dari beberapa perusahaan tersebut salah satu nya kamu bakalan lolos kalau gagal semua gimana, kamu mau kerja apa?" tanya abah detail.
"Yudhi yakin bah bakalan lolos tapi kalau seperti apa yang Abah katakan jika Yudhi gak lolos aku akan berusaha mencari pekerjaan di perusahaan lain bah kan perusahaan itu gak hanya satu saja beribu-ribu perusahaan di sini" jawab mas Yudhi yang berusaha menyakinkan Abah dan ibu nya itu.
"ya sudah terserah kamu saja mau nya seperti apa , Abah gak bisa maksa kamu tuk kuliah dari pada ujung-ujung berantakan karena sesuatu yang di paksakan hasil akhirnya akan mengecewakan Abah dan ibu gak mau itu terjadi pada kamu" ucap abah.
" yakin sama keputusan yang Yudhi buat bah dan Bu, Yudhi akan berusaha jaga amanat ibu dan Abah lagi pula ketika nanti Yudhi bekerja pasti ada ilmu yang bisa Yudhi dapatkan selain di bangku kuliah tentunya. Yudhi akan belajar terus walau bukan secara formal melainkan secara otodidak biasanya ilmu yang di dapat di lapangan berbeda dengan ilmu yang didapat dari tempat belajar formal" jawab mas Yudhi dengan percaya dirinya membuat ibu membuka suaranya "ya sudah kalau itu sudah jadi keputusan mu ibu gak mau kamu menyesal, ibu dan Abah sebagai orang tuamu hanya ingin yang terbaik buat anak-anak nya hanya satu pesan ibu, di mana pun kamu berada jaga sikap dan tingkah laku mu jika kamu baik sama orang lain kamu pasti orang lain juga akan baik padamu".
__ADS_1
"Siap Bu komandan" jawab mas Yudhi sambil mengangkat tangan kanannya tuk hormat pada ibu seperti yang di lakukan saat upacara membuat kami yang melihat tersenyum pada nya.