
Sesampainya kami di rumah, ibu langsung duduk di ruang tengah ya ruang keluarga di mana kami selalu habis tuk menonton tv sambil bersenda gurau. Abah menyuruh ibu tuk istrirahat di kamar tapi ibu menolaknya karena kata ibu di rumah sakit ibu sudah terlalu beristirahat makanya ibu tidak mau menyia-nyiakan waktunya untuk bercengkrama bersama anak-anaknya,karena selama di rawat di rumah sakit kami jarang bersama-sama seperti ini.
"Ibu, tangan ibu masih sakit gak" tanya bagas , "gak sayang" jawab ibu berbohong sambil membelai rambut bagas dengan tangan kirinya. Eva tau ibu nya berbohong agar bagas tidak khawatir tapi menurutnya itu tidak baik, bagas harus tau keadaan ibu yang sebenarnya agar jika dia dewasa nanti dia tidak jadi orang yang gegabah "gas,kamu ko nanya kaya gitu ya coba kamu bayangin kalau kamu jadi ibu kena pisau kecil walau pun sudah beberapa hari masih sakit gak".
"Ya masih sakitlah mba" jawab bagas, "nah kamu itu tau apa lagi ibu tuh bukan kena pisau kecil tapi pisau besar yaitu golok ya kamu pasti tau lah rasa sakit nya berlipat-lipat dari pisau kecil" ucap eva menjelaskan.
__ADS_1
"Sudah sudah ibu sudah baikan ko" kata ibu agar anaknya tidak khawatir lagi. "Ibu sudah makan belum kalau belum kita makan yuk Bu tadi eva dah masak" kata mas Yudhi, "iya ibu belum makan kita makan dulu yuk nanti kita lanjutin obrolannya" ucap ibu sambil menyuruh kami ke meja makan.
Kami pun menuju meja makan dan duduk di kursi masing-masing, "wah ini kamu yang masak va" ucap abah melihat masakan yang sudah tersaji di meja makan. "Iya itu semua Eva yang masak tapi mungkin rasanya gak seenak masakan ibu" ucap eva ada rasa gak percaya diri karena takut rasa masakannya itu tidak enak.
"Wah ibu bisa aja buat eva malu" jawab eva tersipu malu, "kalau gini terus kapan makannya nih" tanya bagas dengan muka laparnya kami semua tersenyum melihat bagas.
__ADS_1
"Ya sudah sekarang kita makan mas yang pimpin doa nya bah" kata mas yudhi sambil memimpin doa sebelum makan dan setelah selesai doa kami langsung mengambil makanan yang kami ingin makan dan mulai makan makanan yang sudah ada di piring kami masing-masing. Kami makan dengan lahapnya tapi tidak dengan ibu, aku perhatikan ibu kesulitan dalam menyendok makanan nya ya karena perban di tangan kanan ibu hingga membuat nya kesulitan.
"Ibu apa bisa menyendok makanan nya seperti nya ibu kesulitan mau eva suapin" tanya ku, "ibu bisa ko" jawab ibu sambil mencoba lagi tapi ku lihat ibu masih aja kesulitan baru ingin ku ambil piring makan ibu tuk menyuapi tapi keduluan oleh Abah.
Dengan telaten nya abah menyuapi ibu sesendok demi sesendok,abah terlihat sabar menunggu ibu selesai mengunyah makanan tuk menyuapinya lagi melihat perlakuan abah yang begitu manis pada ibu seperti terlihat tidak ada masalah di antara mereka padahal baru beberapa hari lalu terjadi masalah besar. Senang lihat kedua orang tua ku akurdan bahagia seperti ini semoga akan terus seperti ini hingga mereka menemui ajalnya masing-masing itu lah harapan eva, harapan seorang anak tuk kedua orang tuanya.
__ADS_1