Pengkhianat Cinta

Pengkhianat Cinta
Laras mengetahui pengkhianatan suaminya


__ADS_3

Denis diambang kebingungan ketika mendengar Laras pergi menemui Naomi ditempat kerjanya. Damar yang sedari tadi berdiri dibelakang Denis, melihat gerak-gerik Denis yang seperti orang kebingungan. Damar menanyakan kepada Denis mungkin terjadi masalah, namun Denis tidak menjawab melainkan ingin pamit pergi. Denis buru-buru keluar dan menghubungi Naomi.


" Aku akan bekerja, jadi tidak punya waktu untuk berbicara denganmu." Ucap Naomi.


" Kenapa kamu bersikap seperti itu? Kenapa kamu tidak bertanya apa yang sedang aku bicarakan denganmu? Atau kamu sudah tahu tentang pembicaraannya?" Tanya Laras seolah curiga kepada Naomi yang tidak mau bertanya tentang kehadiran Laras yang tiba-tiba saja menemuinya.


" Aku sudah bilang jika aku sedang sibuk dan tidak punya waktu untuk berbicara. Jadi lebih baik kamu pergi saja." Ucap Naomi langsung keluar dari toilet. Naomi tempat yang lumayan jauh dari toilet untuk mengangkat telepon dari Denis.


" Denis, sepertinya istrimu sudah mengetahui tentang kita. Dia tiba-tiba menemui ku dan ingin berbicara denganku." Ujar Naomi dalam telepon.


" Kamu tidak berbicara apapun, kan?"


" Aku tidak mungkin berbicara tentang kita, ini demi pekerjaan ku juga bisa-bisa aku dipecat karena itu."


" Naomi, kamu jangan melawannya,"


" Aku sudah tidak tahan sejak dia datang dan melihat dari tadi. Tapi aku mencoba demi pekerjaan. Jika dia masih saja berada disini, maka aku akan tetap melawan. Cepat kesini! Sebelum aku hilang kesabaran!" Ujar Naomi dengan kesal lalu mematikan sambungan teleponnya dengan Denis.


Denis masuk kedalam mobil, dia terus memakai dan berteriak, " Brengsek! Kenapa harus terjadi hari ini sih! Apa yang harus aku lakukan? Apa yang harus katakan padanya?"


Denis begitu diambang kebingungan. Denis melajukan mobilnya, dia mulai menelepon Maharani meminta bantuan wanita itu. " Maharani, kamu harus membantu." Ucap Denis dalam telepon.


" Apa kamu bilang? Tiba-tiba menelpon meminta bantuan."


" Laras sekarang sedang menemui Naomi. Dia mulai curiga akan hubunganku dengan Naomi."


" Itu sih urusan mu, salah sendiri masih mau berhubungan dengan wanita itu. Aku tidak perduli, jangan libatkan aku didalamnya."

__ADS_1


" Kamu pikir kamu sudah tidak terlibat, sedari awal kamu sudah terlibat. Dengan memberi undangan pernikahan ku kepada Naomi itu sudah membuat terlibat dalam masalah ini. Kamu mau aku memberitahu Laras jika kamu sudah mengetahuinya selama ini, hah!"


" Eh! Jangan gitu dong. Baiklah, aku akan membantu mu. Jadi apa yang akan aku lakukan?"


Laras masih duduk menunggu Naomi yang tengah bekerja mempromosikan produk kepada para pelanggan. Naomi begitu risih karena sedari tadi Laras terus melihat kearahnya. Karena tidak tahan, Naomi pergi menghampiri Laras yang tengah duduk.


" Hey! Apa kamu akan terus duduk disini sampai besok?" Tanya Naomi yang begitu kesal melihat Laras yang terus menunggunya.


" Sudah aku bilang, aku akan akan menunggumu sampai kamu selesai bekerja. Baru kita akan bicara." Ucap Laras.


" Katakan saja."


" Bukankah kamu masih sedang bekerja?" Ucap Laras melihat Naomi yang yang harus melayani para pelanggan.


" Katakan saja disini. Aku sudah sangat kesal melihat mu terus duduk dan menungguku."


" Baiklah, aku hanya ingin bertanya, apa kamu diam-diam menemui suamiku?"


" Tolong jawab saja pertanyaan ku." Ucap Laras.


" Emangnya harus aku menjawabnya. Kamu seharusnya menggunakan berpikir dan mencari tahu jawaban sendiri. Kalau perlu tanyakan saja pada suamimu, karena apa yang aku katakan mungkin saja berbeda dari suamimu, siapa tahu kamu akan menyebut ku sebagai pembohong." Ujar Naomi beranjak pergi.


" Aku pikir kamu adalah orang yang lebih berani. Kamu sebenarnya menyedihkan. Bahkan kamu tidak bisa mengakui bahwa kamu sedang mempermainkan orang lain." Teriak Laras saat Naomi hendak menjauh darinya.


Teriakan itu membuat semua orang yang berada didekat mereka melihat kearah mereka. Naomi begitu terkejut, bahkan saat melihat Laras. Dia begitu kesal sekaligus malu karena ditatap oleh banyak orang. " Heh! Kamu!" Ucap Naomi dengan pelan takut dilihat terus oleh orang lain.


" Akui saja. Lain kali kamu tidak perlu datang dan menghancurkan pernikahan orang lain, bahkan tidak perlu diam-diam menemui suami orang lain atau mengirim barang sampah kepadaku. Itu hanya membuang uang, waktu, dan otakmu." Ujar Laras.

__ADS_1


" Apa yang kamu bicarakan? Apa yang aku kirim kepadamu? Aku tidak tahu apa yang kamu katakan." Ucap Naomi seolah tidak tahu apa-apa. Padahal sebenarnya dialah pelaku yang mengirim foto itu kepada Laras. Dia sengaja melakukannya karena merasa kesal kepada Denis yang terus saja mementingkan Laras dibandingkan dengan dirinya.


" Lain kali jika tidak ingin ketahuan, setidaknya belajar lebih banyak dulu. Kamu menggunakan warna lipstik yang sama seperti dalam coretan difoto itu. Aku tahu kamu harus berhemat, tapi warna jelas sama."


" Apa yang kamu mau dariku! Katakan!" Bentak Naomi mulai kesal dengan Laras.


" Aku tidak menginginkan apapun, aku hany menginginkan kebenaran. Namun sepertinya aku sudah mendapatkannya sekarang. Sayang sekali, untuk seorang yang cantik dan pekerja keras yang memiliki banyak pilihan seperti mu, aku tidak mengerti mengapa kamu cukup bodoh untuk menjadi perusak rumah tangga." Ujar Laras lalu pergi setelah selesai berbicara dengan Naomi.


Namun Naomi tidak terima lalu berteriak, " Siapa yang kamu sebut sebagai perusak rumah tangga orang?"


Naomi berjalan menghampiri Laras yang berjalan tidak jauh darinya, dia menarik tangan Laras. Kebetulan tangan Laras tengah memegang kopi hangat yang dia minum. Tanpa sengaja, kopi hangat tumpah mengenai wajah Naomi, hingga Naomi berteriak kesakitan.


" Ada dua tipe wanita, yang main-main dengan suami orang lain, baik perusak rumah tangga atau pelacur, jadi kamu yang mana?" Ujar Laras.


" Kamu!" Bentak Naomi tidak terima dengan ujaran Laras. Dia menampar Laras karena sudah mempermalukannya.


Namun Laras juga tidak terima, dia menampar balik Naomi. Hingga terjadi pertengkaran diantara mereka, sebelum rekan kerja Naomi datang dan menahan Naomi. " Siapa yang kamu sebut perusak rumah tangga? Hah!" Bentak Naomi yang masih tidak terima.


Laras memandangi Naomi yang terus mengamuk, dia juga melihat kesekitar banyak orang yang melihat dan mengelilingi mereka. Laras yang tidak mau menjadi bahan tontonan orang memilih untuk segera pergi dari situ. Dia masuk ke dalam mobil dan menangis. Dalam tangisan teringat semua perkataan Jessica kemarin kepadanya. Dia tidak menyangka jika selama ini suaminya memiliki hubungan dengan Naomi. Laras terus menangis, pernikahan yang belum genap setahun ternyata ada sebuah pengkhianatan didalamnya.


Tiba-tiba ponsel Laras berdering, Laras menyeka air matanya. Dia lalu mengangkat telepon itu yang ternyata dari damar. Damar menanyakan keadaan Laras karena tidak hadir dalam proses penandatanganan kontrak. Laras berbohong jika dirinya baik-baik saja dan juga meminta maaf karena ketidakhadiran membuat proyek yang seharusnya dikerjakan damar tertunda. Namun, damar tidak mempermasalahkan hal itu, dia justru meminta maaf karena sudah meminta Laras secara mendadak. Dalam obrolan mereka damar seperti merasakan jika terjadi sesuatu pada Laras.


" Laras, apa kamu baik-baik saja?" Tanya damar sekali lagi.


" Aku baik-baik saja." Jawab Laras kembali berbohong.


" Tetapi dari suara mu, terlihat tidak baik-baik saja. Apa ada masalah? Aku menelepon karena aku mengkhawatirkan mu." Ujar damar yang tidak bisa menipu dirinya jika dia memang sedang mengkhawatirkan Laras.

__ADS_1


" Kamu ada dimana? Aku akan segera menemui mu." Ucap damar mematikan sambungan telepon mereka.


Damar berjalan menuju mobil, tiba-tiba datang mobil Jessica yang berhenti dihadapannya. Jessica keluar dari mobil menawarkan makan bersama sebagai bentuk perayaan karena kegagalan dalam tanda tangan kontrak untuk proyek baru milik damar. Namun damar menolak, masalah yang dibuat oleh Jessica merupakan masalah kecil yang masih bisa diatasi. Lalu Jessica bertanya kepada damar tentang damar yang berani memukul Vernon, Jessica tidak segan mengancam akan memenjarakan damar jika dia melakukannya lagi. Namun damar tidak takut, bahkan damar justru mengatakan jika dia melakukannya lagi dia akan menyerahkan dirinya ke polisi. Setelah itu damar menaiki mobilnya dan pergi. Tanpa Jessica sadari Vernon juga melihat kearahnya.


__ADS_2