
Denis akhirnya bisa meluluhkan kembali hati Laras, hingga mereka kembali ke rumah. Laras yang melihat rumah yang begitu berantakan, merasa tidak tahan dan ingin segera membersihkannya. Namun Denis menahan istrinya untuk tidak melakukan hal itu, dia ingin istrinya itu untuk beristirahat dulu dan melanjutkan membereskan besok pagi. Namun, Laras tidak bisa menahannya, dia ingin segera membereskan semuanya. Laras meminta Denis untuk mandi, dan biarkan dirinya yang membersihkan kotoran yang berserakan di meja makan. Denis tersenyum dengan meminta istrinya untuk melakukan itu besok pagi, tetapi Laras tetap ingin membersihkannya. Karena tidak bisa menahannya lagi, Denis akhirnya mengikuti perintah Laras untuk mandi. Saat hendak pergi, Denis dikejutkan dengan Laras yang tiba-tiba saja membahas masalah tentang aset ibunya.
" Denis, aku ingin berkata jika aku tidak setuju jika kita harus ikut campur dalam asetnya ibu. Tetapi, setelah berbicara dengan ibu, ibu justru meminta ku untuk mengambil ahli aset tanah milik ayah. Kebetulan ayah mewariskan itu padaku. Dan aku sudah memutuskan jika kamu yang akan mengurusnya." Kata Laras dengan tiba-tiba membuat langkah suaminya terhenti dan kembali mendekati istrinya.
" Benarkah? Lalu dimana tanah milik ayahmu berada?" Tanya Denis tersenyum, dalam hati dia merasa senang karena Laras jatuh dalam perangkapnya.
" Tanah milik ayah tidak terlalu luas seperti milik ibuku. Tetapi untuk saat ini kita mengurus itu dulu. Aku tidak ingin kita ikut campur dalam aset ibu, apalagi ibu masih hidup biarkan dia yang mengurusnya sendiri. Kamu tidak masalah, kan?" Tanya Laras takut jika suaminya itu tidak setuju lagi dengan pendapatnya.
" Aku tidak mempermasalahkannya, sayang." Ucap Denis tersenyum.
" Tetapi, ibu tidak memberikan itu secara cuma-cuma. Ibu ingin kamu memenuhi satu syarat." Ucap Laras.
" Apa itu?" Tanya Denis yang tidak sabar, dan juga penasaran persyaratan yang diajukan oleh mertuanya itu.
" Kita pergi berbulan madu. Ibu ingin kita berbulan madu. Apa kamu tidak keberatan?"
__ADS_1
Denis terdiam sejenak, jika itu persyaratannya bagi Denis tidak menjadi masalah. Meski dia harus berpisah sementara dengan Naomi.
" Tentu saja tidak. Justru baik untuk kita. Sudah lama kita tidak jalan-jalan, bukan? Jadi, kamu mau pergi kemana, hm?" Tanya Denis dengan lembut kepada Laras.
" Apakah kita harus eropa? Kamu mau berangkat kapan? Hari ini? Atau Minggu depan? Kita bisa mengurus visa nya. Aku sangat bahagia. Makasih ya." Ucap Denis lagi lalu mencium kedua tangan Laras serta memeluknya.
Denis tersenyum senang, akhirnya sedikit demi sedikit dia bisa menguasai Laras. Laras sudah percaya padanya, dan aset ayahnya sudah Denis ambil ahli meski nama aset itu masih menjadi milik Laras. Namun, bagi Denis tidak masalah dengan Laras menaruh kepercayaan seperti ini padanya itu sudah cukup membuatnya mendapatkan apa yan yang dia inginkan.
Keesokan harinya, Naomi berada di apartemennya. Semalam dia tidak jadi pergi untuk makan malam bersama Denis. Karena Denis melupakan janjian makan malam mereka. Meski kecewa, Naomi tidak begitu memikirkan, karena dia tahu Denis akan kembali mencari Naomi. Dengan menikmati segelas wine di siang hari, Naomi sambil melihat postingan teman-teman media sosialnya. Namun ada satu postingan yang membuatnya terkejut. Laras memposting dua tiket pesawat, dengan caption akan berbulan madu. Membaca postingan itu membuat Naomi kembali teringat akan perkataan ibu Denis, jika dirinya hanyalah kekasih Denis saja. Dan Naomi tidak punya hak apapun atas Denis. Meski Naomi menjadi menjadi yang pertama untuk Denis, Naomi akan tetap kalah dengan Laras karena Laras merupakan istri sah Denis. Naomi menangis, hatinya harus patah karena masalah ini, dia tidak memungkiri memang dia hanya sebatas kekasih. Denis begitu mengutamakan Laras dibandingkan dirinya, bahkan hari jadian mereka saja Denis melewatinya dan memilih pergi berbulan madu bersama Laras. Naomi menangis kecewa.
Karena rencana bulan madu mereka, membuat Denis terpaksa harus menelepon Jessica untuk memberitahu jika dirinya harus berangkat bulan madu bersama dengan Laras selama dua Minggu. Sebelum Jessica menuduhnya sebagai pengecut, Denis harus memberitahu Jessica terlebih dahulu. Denis juga ingin tahu apa rencana Jessica untuknya. Kerja sama seperti apa yang akan Jessica katakan padanya. Karena hal itu, dia harus duluan menelepon Jessica sebelum Jessica berpikir dia kabur dan tidak mau bekerja sama.
" Ada apa? Bukannya aku sudah bilang tunggu aku yang menghubungi mu duluan."
" Bukannya aku lancang, tapi aku hanya ingin memberitahu jika dia Minggu ini aku akan berangkat bulan madu bersama istriku." Ucap Denis.
__ADS_1
" Apa? Bukan madu? Kamu sengaja merencanakan bulan madu supaya kabur dari ku?"
" Tidak! Bukan begitu ibu Jessica. Aku pergi berbulan madu karena istri dan ibu mertuaku yang meminta. Aku tidak berencana seperti itu. Jadi, tolong cepat katakan apa yang ingin kamu katakan padaku. Jika kamu tidak mengatakannya sekarang, mungkin tinggu dia minggu lagi baru kamu bisa menghubungi ku." Kata Denis.
" Baiklah, aku hanya membutuhkan bantuanmu."
" Apa itu?" Tanya Denis ingin tahu bantuan apa yang ingin Jessica katakan padanya.
" Aku ingin membalas dendam kepada suamiku." Ucap Jessica.
Denis begitu terkejut mendengarnya, dia tidak berpikir jika Jessica punya niat seperti itu kepada damar. Bukankah selama ini Jessica tidak pernah mau kehilangan damar dari kehidupannya, kenapa sekarang dia justru meminta bantuan Denis untuk membalaskan dendam kepada suaminya.
" Jadi, apa rencanamu?" Tanya Denis, karena sebelum bertindak dia harus tahu apa rencana Jessica untuk membalas dendam kepada suaminya.
" Kamu pikir saja sendiri. Bukankah kamu paling hebat dalam merencanakan hal jahat? Aku tidak mau tahu, kamu harus membalaskan dendam ku kepada Damar, bagaimana pun caranya. Jika kamu tidak ingin foto mu tersebar maka berpikir dan buatlah apa yang sudah aku bilang. Buatlah dendam yang membuat damar hancur, seperti dia menghancurkan hidupku. Kamu mengerti?" Kata Jessica mematikan sambungan telepon mereka.
__ADS_1
Denis begitu kesal dengan Jessica, yang selalu berbuat semaunya. Bagaiman bisa dia membalas dendam Jessica kepada damar, apa yang harus dia rencanakan. Denis terdiam mencoba untuk berpikir bagaimana caranya dia bisa menyelesaikan masalah ini.
Berbeda dengan Denis yang kebingungan karena perintah Jessica padanya, Laras justru sangat senang karena dia akan pergi berbulan madu keluar negeri bersama sang suami. Sudah begitu lama sejak awal pernikahan Laras menantikan liburan bulan madu bersama suaminya. Meski diawal dia sudah merencanakannya, namun sempat batal karena Denis yang begitu sibuk dengan pekerjaannya. Namun kini Denis menyanggupi bahkan bersedia untuk berbulan madu di luar negeri berdua. Laras sangat senang, dia menyiapkan pakaian untuknya dan juga suaminya. Bahkan dia juga menyediakan persiapan obat-obatan yang sekiranya dibawa untuk berjaga selama liburan keluar negeri. Laras sangat antusias, dia menyiapkan semua dengan baik. Sungguh Denis merupakan suami yang beruntung memiliki istri yang selalu siap seperti Laras.